Truk pengangkut pasir dari lokasi penambangan Kali Progo di Banaran Galur. (Sekar Langit Nariswari/JIBI/Harian Jogja)
Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo mengikuti Gladhen Hageng Jemparingan Mataraman di Alun-alun Wates, Minggu (22/10/2017) kemarin. Kegiatan berskala nasional tersebut termasuk dalam rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Kulonprogo ke-66.(Istimewa/Dok.Humas Pemkab Kulonprogo)
Peletakan batu bata pertama NYIA (Desi Suryanto/JIBI/Harian Jogja)
Perpustakaan ramah penyandang disabilitas
gala desa Kulonprogo
Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo (kiri) menerima piagam rekor Muri dari Manajer Muri Aryani Siregar (kanan), Sabtu (21/10), di Alun-alun Wates. Rekor tersebut diberikan karena Kabupaten Kulonprogo berhasil memecahkan rekor menabuh gamelan dalam permainan karawitan selama 66 jam tanpa henti serta menumbangkan rekor serupa di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) yang dilakukan dalam waktu 57 jam. (Harian Jogja/JIBI/Uli Febriarni)
Peserta Lomba Jemparingan saat mengikuti lomba di lapangan kawasan wisata Banyunibo, Cepit, Bokoharjo, Prambanan Sleman, Minggu (23/10/2016). (Yudho Priambodo/JIBI/Harian Jogja)
Sejumlah guru di Kulonprogo berdiri di dekat rekahan, yang tak jauh dari Sekolah Dasar Negeri Sukomoyo, Jatimulyo, Rabu (18/10/2017). Apabila hujan turun dengan intensitas tinggi dan drainase di dekat sekolah tak segera diperbaiki, maka rekahan tersebut akan semakin besar dan berpotensi longsor. (Uli Febriarni/JIBI/Harian Jogja)
Sejumlah guru di Kulonprogo berdiri di dekat rekahan, yang tak jauh dari Sekolah Dasar Negeri Sukomoyo, Jatimulyo, Rabu (18/10/2017). Apabila hujan turun dengan intensitas tinggi dan drainase di dekat sekolah tak segera diperbaiki, maka rekahan tersebut akan semakin besar dan berpotensi longsor. (Uli Febriarni/JIBI/Harian Jogja)
Ilustrasi guru mengajar (JIBI/Solopos/Dok.)
Seorang penyandang disabilitas mengamati poster bergambar pasangan calon bupati dan wakil bupati Kulonprogo saat mengikuti sosialisasi Pilkada 2017 di Aula Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kulonprogo, Jumat (18/11/2016). (Rima Sekarani I.N/JIBI/Harian Jogja)
Panca, 59 tahun dan luka yang dialaminya, akibat terkena cairan dari tubuh tomcat, Senin (16/10/2017). Ia memilih tidak mengobati lukanya dan membiarkan luka itu sembuh dengan sendirinya. (Uli Febriarni/JIBI/Harian Jogja)
Warga berkerumun mengawasi jalannya pengukuran dan pematokan lahan yang menjadi lokasi pembangunan bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) di Dusun Kretek, Desa Glagah, Selasa (8/12/2015). (Holy Kartika N.S./JIBI/Harian Jogja)
Beberapa pedagang berjualan di los Pasar Nganggrung, Desa Srikayangan, Kecamatan Sentolo, Kulonporogo, beberapa waktu lalu. Pasar Nganggrung menjadi salah satu pasar rakyat yang direhabilitasi Dinas Perdagangan Kabupaten Kulonprogo tahun ini. (Rima Sekarani I.N/JIBI/Harian Jogja)
Suasana PNS yang keluar dari barisan, duduk-duduk dan tidak lagi mengikuti upacara HUT ke-66 Kulonprogo secara khdimat, di Alun-alun Wates, Minggu (15/10/2017). (Uli Febriani/JIBI/Harian Jogja)
Suasana PNS yang keluar dari barisan, duduk-duduk dan tidak lagi mengikuti upacara HUT ke-66 Kulonprogo secara khdimat, di Alun-alun Wates, Minggu (15/10/2017). (Uli Febriani/JIBI/Harian Jogja)
Salah seorang anak dengan luka di anggota tubuhnya akibat tomcat, saat ditemui pada Jumat (13/10/2017). (Uli Febriarni/JIBI/Harian Jogja)
Belasan warga terdampak pembangunan bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) mengikuti pelatihan office tool di Balai Latihan Kerja (BLK) Dinas Sosial, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Kulonprogo, Jumat (4/3/2016). (Rima Sekarani I.N/JIBI/Harian Jogja)

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO¬†— Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…