ilustrasi (JIBI/Dok)
Seorang warga melintasi area persawahan yang terendam genangan air di wilayah Panjatan, Kulonprogo, Jumat (2/12/2016). Ratusan hektare sawah di Kulonprogo diketahui terendam akibat hujan yang terjadi selama beberapa hari terakhir. (Rima Sekarani I.N./JIBI/Harian Jogja)
Seorang warga melintasi area persawahan yang terendam genangan air di wilayah Panjatan, Kulonprogo, Jumat (2/12/2016). Ratusan hektare sawah di Kulonprogo diketahui terendam akibat hujan yang terjadi selama beberapa hari terakhir. (Rima Sekarani I.N./JIBI/Harian Jogja)
Ilustrasi pencermatan data pemilih (JIBI/Harian Jogja/Antara)
Para pengusaha perhotelan di wilayah terdampak pembangunan bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) menemui tim appraisal di Balai Desa Glagah, Kecamatan Temon, Kulonprogo, Senin (9/5/2016). (Rima Sekarani I.N./JIBI/Harian Jogja)
Tanggul Kali Carik di Dusun Seling, Kebonrejo. (Harian Jogja/ Sekar Langit Nariswari)
Rombongan Parampara Praja mengelilingi lokasi calon bandara dan sempat singgah sejenak di Pantai Congot, Temon, Kulonprogo, pada Kamis (3/11/2016). (Sekar Langit Nariswari/JIBI/Harian Jogja)
Ratusan orang makan bersama dalam Festival Budaya Kembul Sewu Dulur yang kembali digelar di Bendung Kahyangan, Desa Pendoworejo, Kecamatan Girimulyo, Kulonprogo, Rabu (30/11/2016). (Harian Jogja/Rima Sekarani I.N.)
CUACA EKSTREM : Angin Kencang dan Hujan Deras, Tiga Rumah di Kokap Jadi Korban Cuaca ekstrem menimbulkan sejumlah kerugian. Harianjogja.com, KULONPROGO- Setidaknya dua rumah yang berada di Dusun Gunung Kukusan, Desa Hargorejo dan Dusun Kalibuko II, Desa Kalirejo Kecamatan Kokap rusak parah akibat tertimpa pohon. Selain itu, adapula sebuah rumah di dusun yang sama rusak akibat diterjang tanah longsor yang terjadi bersamaan pada Minggu (3/4/2016) malam. Umar Nurjani, pemilik rumah di Dusun Gung Kukusan menjelaskan kejadian berlangsung sekitar pukul 18.30 WIB. Sebuah pohon Sengon setinggi 20 meter dengan diameter 60 sentimeter roboh menimpa teras rumahnya dan mengakibatkan genteng rumahnya rusak. Saat kejadian, ia mengaku sedang menjalani terapi pijat sehingga tak bisa segera menyelamatkan diri dan hanya bisa berteriak minta tolong. Meski demikian, tak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. “Saat itu saya sedang bersama anak, istri, dan tukang pijet tiba-tiba pohonnya roboh,”jelasnya saat ditemui saat evakuasi lokasi pada Senin(4/4/2016). Karena kejadian itu, rumah bagian depan mengalami kerusakan dan sebagian kamar rusak. Selain itu, sebuah tiang listrik yang terbuat dari beton juga patah dan menimpa rumahnya. Umar menaksir kerugian yang dideritanya mencapai Rp15juta yang terdiri atas kerusakan parabola, sepeda motor, atap dan teras rumah. Pada saat yang sama, rumah milik Agustinus Aris Arnadi di Dusun Kalibuko II, Kalirejo, Kokap juga tertimpa pohon waru yang merusak bagian teras dan ruang tengah rumah tersebut. Selain pohon yang menimpa rumah Agustinus, beberapa pohon lainnya juga ikut tumbang akibat hujan dan angina encang yang mendera. Akibat banyak genteng yang rusak, Agustinua kemudian mengungsi pulang ke rumah orang tuanya. Di dusun yang sama, rumah milik Parmono juga nyaris jebol terkena longsoran tanah ada saat yang sama. Tebing setinggi enam peter dan panjang 8 meter tersebut menerjang dinding samping rumah yangterbuat dari kayu dan anyaman bambu sehingga menghasilkan kerusakan ringan. Meski demikian, Parmono dan keluarganya kemudian mengungsi ke rumah tetangganya. Pasalnya, pada tebing yang longsor tersebut terlihat masih ada retakaan sehingga dikhawatirkan terjadi longsor susulan. “Jika nanti malam masih hujan yang mengungsi, takut longsor lagi,”ujar Parmono. Samsudin, Ketua Tim Rekasi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulonprogo yang hadir dalam evakuasi pohon tumbang menjelaskan warga diminta lebih waspada dan berhati-hati. Terlebih lagi, cuaca ekstrem berupa anging kencang dan hujan deras yang terjadi saat ini diperkirakan masih akan berlanjut hingga akhir April mendatang. Selain wasapada akan tanah yang rawan longsor di sekitar pemukiman warga, ia juga menghimbau masyarakat untuk menebang pohon-pohon tinggi yang sudah tua dan membahayakan.
Sejumlah warga melengkapi berkas kepemilikan lahan dan melakukan kroscek terhadap hasil pendataan lahan calon lokasi bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) oleh Satgas B di Balai Desa Glagah, Kecamatan Temon, Kulonprogo, Jumat (8/1/2016). (Rima Sekarani/Harian Jogja)
Ratusan orang makan bersama dalam Festival Budaya Kembul Sewu Dulur yang kembali digelar di Bendung Kahyangan, Desa Pendoworejo, Kecamatan Girimulyo, Kulonprogo, Rabu (30/11/2016). (Harian Jogja/Rima Sekarani I.N.)
Belasan warga terdampak pembangunan New Yogyakarta International Airport (NYIA) asal Dusun Bapangan dan Kepek, Desa Glagah, Temon, menemui Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo di kantornya, Senin (18/4/2016). (Rima Sekarani I.N./JIBI/Harian Jogja)
Bandara Adisutjipto (JIBI/Bisnis Indonesia/Dwi Prasetya)
Akibat hujan deras, SMK N 1 Temon direndam banjir setinggi 30 cm, Rabu (30/11/2016). (Sekar Langit Nariswari/JIBI/Harian Jogja)
Master Plan Bandara Kulonprogo
(JIBI/Harian Jogja/Dok)
Akibat hujan deras, SMK N 1 Temon direndam banjir setinggi 30 cm, Rabu (30/11/2016). (Sekar Langit Nariswari/JIBI/Harian Jogja)
1.Calon bupati nomor urut dua, Hasto Wardoyo berbincang dengan warga di Pasar Ngaglik, Desa Pleret, Kecamatan Panjatan, Kulonprogo, Selasa (29/11/2016). (Rima Sekarani I.N./JIBI/Harian Jogja)
Pencairan di Glagah 2 terlihat lengang dan hanya dihadiri oleh tim dari PT Angkasa Pura 1 dan pihak perbankan di Balai Desa Glagah, Senin (26/9/2016). Pencairan bagi penggarap PAG ditangguhkan sesuai dengan permintaan perangkat Desa Glagah hingga kejelasan kompensasi dari Puro Pakualaman diketahui. (Sekar Langit Nariswari/JIBI/Harian Jogja)
Sebuah kecelakaan maut melibatkan 4 kendaraan di ruas jalan Wates-Yogyakarta kawasan Dusun Durungan, Wates pada Selasa (29/11/2016). Akibat kejadian tersebut, 2 orang korban meninggal dunia di lokasi kejadian dan 3 orang dirawat di rumah sakit. (Sekar Langit Nariswari/JIBI/Harian Jogja)
Calon transmigran bersiap menunggu pemberangkatan dari Dinas Sosial, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Kulonprogo, Senin (28/11/2016). (Rima Sekarani I.N./JIBI/Harian Jogja)
Sejumlah warga melakukan tahapan pencairan ganti rugi lahan bandara di Balai Desa Palihan, Temon pada Kamis(15/9/2016). Meski menerima ganti rugi dengan nominal fantastis, sebagian besar warga mengaku belum memiliki rencana pasti mengenai pemanfaatan dana tersebut. (Sekar Langit Nariswari/JIIB/Harian Jogja)
Ilustrasi warga tenggelam.(GhanaCrusader.com)
Ilustrasi (JIBI/Dok)
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X ketika memberikan padangan dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2016, Mengoptimalkan Potensi Meningkatkan Resiliensi di Hotel Royal Ambarrukmo Yogyakarta, Sleman, Senin (28/11/2016). (Kusnul Isti Qomah/JIBI/Harian Jogja)




iklan-teaser-2-desember-2-on

Kolom

GAGASAN
Audit Menyeluruh Pelayanan Imunisasi

Gagasan Solopos, Kamis (30/6/2016), Giat Purwoatmodjo. Dosen di Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surakarta. Solopos.com, SOLO — Jajaran Badan Reserse Kriminal Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Bareskrim Mabes Polri) menangkap 13 orang karena terlibat pembuatan dan…