2 Hari Tak Kelihatan, Warga Gatak Sukoharjo Ditemukan Meninggal Di Kamar 

Seorang warga Trangsan, Gatak, Sukoharjo, ditemukan dalam kondisi tak bernyawa dan sudah membusuk di kamarnya.

 Ilustrasi mayat (Shutterstock)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi mayat (Shutterstock)

Solopos.com, SUKOHARJO — Warga RT 001/RW 002 Desa Trangsan, Kecamatan Gatak, Kabupaten Sukoharjo, digemparkan dengan penemuan mayat yang sudah membusuk di dalam rumah salah satu warga, Selasa (14/9/2021) sore.

Mayat tersebut teridentifikasi bernama Iskandar, 40, pemilik rumah tersebut. Jasad bujang lapuk ini ditemukan setelah anggota keluarga mencium bau busuk di dalam rumahnya.

Awalnya, keluarga mengira bau itu dari bangkai tikus. Kapolsek Gatak Iptu Tugiyo mengatakan korban diduga telah meninggal dunia selama dua hari dan membusuk di kamar rumahnya.

Baca Juga: Ditinggal Garap Sawah, Motor Petani Malangan Sukoharjo Digondol Maling

“Korban ini sebenarnya tinggal bersama adik dan bapaknya. Tapi adiknya seorang pemborong dan jarang dirumah. Sedangkan bapaknya sudah sepuh,” kata Kapolsek ketika dihubungi Solopos.com, Selasa.

Kapolsek mengatakan penemuan mayat warga Gatak, Sukoharjo, bermula saat sang adik pulang ke rumah dan mencium bau bangkai yang dicurigai bangkai tikus di rumahnya. Kemudian adik korban mencari sumber bau bangkai ternyata berasal dari kamar korban yang berada di bagian belakang rumah.

Merasa curiga, adik korban mencoba membuka pintu kamar dan terkejut mendapati korban dalam kondisi meninggal dunia di tempat tidur. Sontak kejadian ini langsung menghebohkan warga setempat. Warga pun berdatangan ke lokasi.

Baca Juga: Elpiji 3 Kg Hanya untuk Pemegang Kartu Sembako, Dinsos Sukoharjo Verifikasi DTKS

Hasil Visum

Melihat korban dalam kondisi meninggal, keluarga melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Gatak. “Kami langsung melakukan olah tempat kejadian perkara. Sementara petugas kesehatan dari Puskesmas Gatak melakukan visum di lokasi,” kata Kapolsek.

Dari hasil visum, tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan pada tubuh korban. Korban meninggal dunia diduga karena sakit menahun yang dideritanya. Hal ini diperkuat dengan keterangan keluarga bahwa korban memiliki riwayat sakit diabetes.

Selain dilakukan visum, petugas kesehatan juga melakukan swab antigen. Hasilnya korban negatif corona. “Korban meninggal murni karena sakit,” tegas Kapolsek.

Baca Juga: Tinjau Vaksinasi Pelajar Sukoharjo, Presiden Jokowi Minta Sekolah Segera Mulai PTM

Korban meninggal diduga sudah dua hari sebelum ditemukan. Hal ini diperkuat dari keterangan sejumlah tetangga dan teman yang melihat korban terakhir kali pada Minggu (12/9/2021) malam. “Senin-Selasa korban sudah tidak terlihat lagi,” tuturnya.

Kini jasad korban telah diserahkan kepada keluarga untuk selanjutnya akan dimakamkan di pemakaman setempat.


Berita Terkait

Berita Terkini

9.000 PKL dan Warung di Wonogiri Dapat Bantuan Rp10,8 Miliar

Polres Wonogiri dan Kodim 0728/Wonogiri menjamin penyaluran bantuan senilai Rp1,2 juta/penerima itu tepat sasaran.

Dana Insentif Pemkot Solo Anjlok, dari Rp78 Miliar Jadi Rp21 Miliar

Dana insentif daerah (DID) yang diterima Pemkot Solo sebagai bentuk penghargaan atas raihan opini WTP tahun ini malah anjlok drastis.

Anggota Tikus Pithi Se-Jawa Dilatih Jurnalistik oleh Solopos Institute

Puluhan anggota Tikus Pithi Hanata Baris dari sejumlah wilayah di Jawa mengikuti pelatihan jurnalistik bersama Solopos Institute di Solo.

Kebakaran di Klandungan Sragen Menimpa Dapur Rumah Warga

Kebakaran yang terjadi di Desa Klandungan, Kecamatan Ngrampal Sragen, menimpa dapur warga yang berdekatan dengan lokasi penyimpanan jerami. Kerugian ditaksir Rp10 juta.

SGS 2021 Jadi Harapan Pusat Perbelanjaan Solo untuk Dongkrak Transaksi

Pengelola pusat perbelanjaan di Kota Solo sangat berharap para event Solo Great Sale atau SGS 2021 bisa mendongkrak jumlah kunjungan dan transaksi di mal.

Peralihan Musim, BMKG Jateng: Waspadai Puting Beliung di Soloraya!

BMKG Jateng mengimbau warga wilayah Soloraya termasuk Sukoharjo untuk mewaspadai potensi bencana angin kencang saat peralihan musim kemarau penghujan.

Picu Kerumunan, Padang Rumput Tegalharjo Wonogiri Ditutup

Padang rumput luas di wilayah Desa Tegalharjo ini ramai dikunjungi warga setelah viral di media sosial Instagram.

Hujan Abu Tipis di Selo Boyolali, Aktivitas Warga Tetap Normal

Gunung Merapi mengeluarkan awan panas pada Selasa malam pukul 19.41 dan 19.48 WIB.

11 Siswanya Terpapar Covid-19, Ini Penjelasan Kepala SMPN 8 Solo

Klaster penularan Covid-19 di sekolah yang menggelar PTM di Solo meluas ke jenjang SMP, yakni SMPN 8 dan SMPN 4 dengan total 12 siswa positif.

Tangkarkan Benih Padi, Pria Asal Kajen Klaten Raup Omzet Rp1 M/Tahun

Dalam setahun, omzet yang diperoleh Suwono, 70, bisa mencapai Rp1 miliar dengan pendapatan bersih sekitar Rp500 juta.

Awas Nabrak Lur! Ada Tiang Listrik di Tengah Jalan Depan TSTJ Solo

Warga berharap tiang listrik di tengah jalan depan objek TSTJ, Jebres, Solo, bisa digeser ke tepi jalan agar tidak membahayakan pengguna jalan.

Wagub Jateng Dorong Adanya Wisata Halal di Tawangmangu, Ini Maksudnya

Wagub Jateng, Taj Yasin Maimoen, mendorong wisata halal di Tawangmangu untuk membidik wisatawan dari negara muslim.

Maling Kotak Infak di Masjid Ngawonggo Klaten Lolos dari Kejaran Warga

Sebelum menggondol kotak infak, maling berjenis kelamin pria itu sempat mondar-mandir di depan masjid.  

Breaking News! Api Melalap Hunian Warga di Klandungan Sragen

Sedikitnya tiga rumah warga Desa Klandungan, Kecamatan Ngrampal, Sragen dilalap api.

Jangan Coba Buru Satwa Liar di Area Ini, Bisa Kena Denda Rp10 Juta Lur

Pemerintah Desa Karungan, Kecamatan Plupuh, Sragen mengeluarkan peraturan desa untuk melindungi satwa liar di wilayah mereka.