320 Petani Milenial Klaten Diusulkan Ikut Pelatihan di Kementan

Pemkab Klaten mengusulkan ratusan petani milenial yang umurnya di bawah 40 tahun ikut pelatihan dari Kementerian Pertanian.

 Ilustrasi petani milenial (Freepik)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi petani milenial (Freepik)

Solopos.com, KLATEN — Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (DPKPP) Klaten mengusulkan ratusan pemuda dan petani milenial Klaten mengikuti pelatihan pertanian dari Kementerian Pertanian (Kementan).

Kepala DPKPP Klaten, Widiyanti, mengatakan salah satu permasalahan di sektor pertanian yakni regenerasi sumber daya manusia petani. Sama halnya dengan daerah lain, kondisi petani di Kabupaten Bersinar didominasi petani sepuh.

Sementara itu, perkembangan teknologi tak bisa dimungkiri juga terjadi pada sektor pertanian mulai dari penerapan teknologi pada sarana dan prasarana pertanian hingga pemasaran yang kini merambah pasar online.

Baca Juga: Penganut Hindu Klaten Minta Bangunan Tol Solo-Jogja Tak Tutupi Yoni

“Pertanian ini selalu mengikuti perkembangan teknologi dan itu anak muda banget. Mau tidak mau tetap harus ada kehadiran anak muda di sektor pertanian untuk menjaga keberlangsungan pertanian khususnya di Klaten,” kata Widiyanti saat ditemui Solopos.com di Agro Techno Park Humo Klaten, Minggu (26/9/2021).

Disinggung upaya untuk menumbuhkan minat milenial Klaten untuk menjadi petani, Widiyanti mengatakan ada berbagai cara. Salah satunya mengusulkan petani milenial atau petani berumur di bawah 40 tahun ikut pelatihan.

Jumlah petani mlenial yang diusulkan mendapatkan pelatihan sebanyak 320 orang terdiri dari 210 petani milenial pada sektor tanaman pangan dan 110 petani milenial pada sektor peternakan.

Baca Juga: Agrowisata Desa Pasung Klaten Punya Koleksi 1.000 Lebih Tanaman Buah

Pembentukan Kelompok

Hingga kini, DPKPP masih menunggu program pelatihan yang akan digulirkan pemerintah pusat tersebut. Selain mengusulkan petani milenial ikut pelatihan, DPKPP menggencarkan pembentukan kelompok petani milenial di desa.

Hal itu dilakukan dengan menggerakkan para penyuluh pertanian. Widiyanti mengatakan pembentukan kelompok petani milenial Klaten itu menghidupkan kembali program serupa yang pernah digulirkan beberapa tahun lalu bernama taruna tani.

Baca Juga: Vaksinasi Covid-19 di Klaten Ditarget 70 Persen hingga Akhir Tahun

“Kalau zaman dulu ada kelompok taruna tani. Tetapi tidak terlalu banyak berkembang karena saat itu orientasi anak muda di sektor industri dan jasa. Harapan kami dari penyuluh bisa menggerakkan pembentuk kelompok tani milenial,” kata Widiyanti.

Widiyanti mengapresiasi munculnya komunitas Petani Muda Klaten yang belakangan gencar menggelar kegiatan diskusi tentang pertanian. Ia berharap dari komunitas itu bakal lahir banyak petani milenial Klaten.


Berita Terkait

Berita Terkini

Jika Kondisi Darurat, Wonogiri Aktifkan Lagi Tempat Isoter

Pengaktifan kembali tempat isoter di Gedung PGRI menyesuaikan kasus Covid-19.

Tak Diizinkan Orang Tua, Sebagian Siswa SMP di Wonogiri Tak Ikuti PTM

Keikutsertaan siswa SMP dalam PTM terbatas tergantung keputusan siswa/orang tua/wali.

100.000-An Warga Solo Tak Punya Akta Kelahiran, Diduga Ini Penyebabnya

Ternyata masih banyak warga Solo yang belum memiliki akta kelahiran, jumlahnya mencapai 18% atau hampir 100.000 orang dari total penduduk Kota Bengawan.

Automatic Ozone Machine Bikin PTM di SDN II Butuhan Klaten Kian Nyaman

Dua siswa kelas V SDN II Butuhan, Delanggu, mampu membikin automatic ozone machine yang berfungsi membunuh virus dan bakteri dalam suatu ruangan (termasuk Covid-19).

Projo Fasilitasi 1.400 Dosis Vaksinasi di Banyudono Boyolali

 Banyudono dipilih menjadi lokasi sentra vaksinasi ini lantaran cakupan vaksinasi terbilang rendah.

Zona Hijau, Satgas Covid-19 Butuhan Klaten Tetap Gelar Operasi Yustisi

Operasi yustisi yang melibatkan pamong desa, polisi, sukarelawan, dan lainnya di Butuhan itu digelar setiap satu kali dalam sepekan.

Cerita Karyawan Pinjol Bikin IRT di Wonogiri Bunuh Diri: Gajinya Besar

Karyawan perusahaan pinjol ilegal yang diduga menyebabkan ibu-ibu di Wonogiri bunuh diri mengaku digaji besar dan mendapat fasilitas apartemen.

Mantap! Sukoharjo Ekspor Beras Mulai Tahun Depan

Pemkab Sukoharjo menargetkan bisa mulai ekspor beras yang ditanam menggunakan metode Indeks Pertanaman (IP) 400 pada 2022 mendatang.

Umbul Pelem Klaten Bayarkan Iuran BPJS Ketenagakerjaan Ratusan Warga

Umbul Pelem, Wunut, Klaten, membayarkan iuran jaminan sosial BPJS Ketenagakerjaan kepada 650 kepala keluarga.

Selter Pasar Ikan Sumbang Transaksi hingga Rp1 Miliar di SGS 2021

Merchant sektor kuliner khususnya selter Pasar Ikan menyumbang transaksi hingga Rp1 miliar pada event SGS 2021 hingga Kamis (21/10/2021).

Alun-Alun Wonogiri Dibuka, PKL Wajib Ingatkan Konsumen Tak Bermasker

Pemkab Wonogiri membolehkan pedagang kaki lima (PKL) berjualan lagi di kawasan alun-alun mulai Sabtu (16/10/2021) malam.

Diluncurkan di Solo, BNI Xpora Mudahkan Akses UMKM ke Pasar Ekspor

BNI meluncurkan program BNI XPora yang bertujuan membantu dan memudahkan akses kalangan UMKM menuju pasar global.

Evaluasi Oke, PTM SD di Boyolali akan Diperluas

Berdasarkan hasil evaluasi terhadap pelaksanaan PTM di 56 SD inti, Disdikbud menemukan tidak ada hal negatif termasuk tidak ada komplain dari masyarakat.

Serahkan Bantuan pada 5.680 PKL, Bupati-Dandim Ingatkan Prokes Covid-19

Bupati dan Dandim Karanganyar memanfaatkan momen penyerahan bantuan kepada 5.680 PKL untuk mengingatkan prokes Covid-19.

PPKM Level 2, Penerangan di 9 Ruas Jalan Sukoharjo Dinyalakan Lagi

Dishub Sukoharjo akhirnya menyalakan kembali lampu penerangan jalan umum (PJU) di sembilan ruas jalan menyusul turunnya PPKM ke level 2.