Tutup Iklan

Ajak Anak dan Istri Ambil Narkoba, Pria Semarang Diciduk Polisi

Seorang pria mengambil paket narkoba bersama anak dan istrinya sebelum ditangkap aparat Polda Jateng. Narkoba jenis sabu-sabu itu dibungkus dalam tes kemasan.

 Dirresnarkoba Polda Jateng, Kombes Pol. Lutfi Martadian. (Istimewa/Bidhumas Polda Jateng)

SOLOPOS.COM - Dirresnarkoba Polda Jateng, Kombes Pol. Lutfi Martadian. (Istimewa/Bidhumas Polda Jateng)

Solopos.com, SEMARANG – Seorang pria di Kota Semarang berinisial AP, 24, diciduk aparat Ditresnarkoba Polda Jawa Tengah (Jateng) saat mengambil narkoba jenis sabu-sabu di wilayah Gayamsari, Senin (13/9/2021). Mirisnya, AP ditangkap saat transaksi narkoba itu bersama istri dan anaknya.

Direktur Reserse Narkoba Polda Jateng, Kombes Pol. Lutfi Martadian, mengatakan AP ditangkap seusai mengambil paket sabu-sabu yang disembunyikan di dalam kotak teh kemasan. Kotak teh itu diambil AP di bawah pohon yang terletak di wilayah Gayamsari.

“Tim kami mendapat informasi kalau terlapor [AP] akan melakukan transaksi narkoba. Tim kemudian membuntuti terlapor yang naik sepeda motor bersama istri dan anaknya,” ujar Lutfi dalam keterangan tertulis yang diterima Semarangpos.com (jaringan Solopos Media Group), Selasa (14/9/2021) malam.

Baca Juga: 15 Warga Bobol Bank Jateng Hingga Merugi Rp20 Miliar, 14 di Antaranya Pasutri

Sesampainya di lokasi, AP berhenti dan mengambil bungkusan teh kemasan di bawah pohon. Tim pun langsung menyergap AP dan membuka bungkusan teh itu.

“Ternyata di bungkusan teh itu ada narkoba jenis sabu-sabu seberat 100 gram,” ungkap Lutfi.

Lutfi menambahkan, pengungkapan kasus narkoba yang dijalankan AP itu berawal dari laporan masyarakat terkait adanya transaksi narkoba di wilayah Gayamsari, Kota Semarang. Aparat kemudian menindaklanjuti laporan itu dengan melakukan penyelidikan selama kurang lebih satu pekan.

Narkoba dari TKI

Selain menangkap AP, Ditresnarkoba Polda Jateng juga mengungkap kasus peredaran narkoba jenis sabu- sabu yang dikirimkan seorang tenaga kerja Indonesia (TKI) di Malaysia. Narkoba jenis sabu-sabu seberat 342 gram itu dikirim melalui Semarang kepada dua kakak beradik, ASH, 18, dan MY, 26, di wilayah Sumenep, Jawa Timur (Jatim) pada 9 September 2021.

Baca Juga: Dokter yang Campur Sperma ke Makanan Ditetapkan Sebagai Tersangka

“Sabu-sabu itu dikirim kepada tersangka dari ibu mereka yang bekerja sebagai TKI di Malaysia,” jelas Lutfi.

Lutfi mengatakan pengungkapan kasus pengiriman sabu-sabu dari Malaysia itu merupakan kerja sama antara kepolisian dengan Bea Cukai Tanjung Emas Semarang. Barang haram dari Malaysia itu diselundupkan melalui paket dengan tujuan ke Madura.

“Kami akan terus berkomitmen dengan Bea Cukai Tanjung Emas dalam memberantas peredaran narkoba. Apa pun bentuknya narkoba ini musuh negara yang bisa membahayakan generasi penerus,” jelasnya.

Berita Terkait

Berita Terkini

Miris! Manusia Silver Semarang Ternyata Pensiunan Polisi

Kasus manusia silver di Semarang tak kalah mengundang keprihatinan.

Sejumlah Event Besar bakal Digelar di Borobudur, Vaksinasi Dipercepat

Pemprov Jawa Tengah akan mempercepat cakupan vaksinasi di kawasan Candi Borobudur karena sejumlah agenda atau event wisata bakal digelar.

Rumah Kamera Borobudur, Bisa Swafoto Bersama ‘Presiden Jokowi’ Hlo!

Di Rumah Kamera ini, pengunjung bisa dengan leluasa berswafoto dengan Presiden Ri yang akrab disapa dengan Jokowi ini dalam bentuk replika yang terlihat seperti sosok presiden yang nyata.

Dyah Hayuning Pratiwi, Bupati Purbalingga Keturunan Raja Mataram

Bupati Tiwi adalah keturunan dari Kyai Arsantaka yang bernama kecil Arsakusuma, pendiri Kabupaten Pubalingga sekaligus leluhur raja-raja Mataram Islam.

Sempat Viral, Video Harimau di Kedungjati Grobogan Ternyata Hoaks

Video seekor harimau besar sedang berada di kawasan hutan sempat beredar di media sosial dan WhatsApp Group (WAG) di Kabupaten Grobogan

Gelar JDC 2021, AMSI Jateng Ingin Tahu Arah Dunia Digital ke Depan

JDC 2021 merupakan salah satu sumbangsih AMSI Jawa Tengah untuk bicara terkait seperti apa arah industri digital ke depan.

Achmad Husein, Bupati Banyumas yang Dapat Gelar Pangeran dari Keraton Solo

Achmad Husein adalah Bupati Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah yang mendapatkan gelar Kanjeng Pangeran Haryo (KPH) Adipati Purbowinoto dari Kesunanan Surakarta.

Tinjau Vaksinasi Covid-19 di Cilacap, Presiden Jokowi Ingatkan Warga Taat Prokes

Presiden Jokowi mengingatkan warga tetap menerapkan protokol kesehatan meskipun telah mengikuti vaksinasi Covid-19.

Waduh! 9 Daerah di Jateng Endemis Penyakit Kaki Gajah, 6 di Pantura

Sembilan kota dan kabupaten di Jawa Tengah tercatat menjadi daerah endemis filariasis atau dikenal sebagai penyakit kaki gajah.

Banyak Anak Jateng yang Jadi Yatim Piatu Akibat Covid-19, Jumlahnya Bikin Sedih

Perlu adanya sinergi berbagai potensi masyarakat untuk menyelamatkan masa depan anak-anak terdampak Covid-19.

Guru dan Siswa Terpapar Covid-19, 8 SD-SMA di Blora Batal PTM

Kasus di delapan sekolah di Blora itu bukan merupakan klaster penyebaran Covid-19, karena ditemukan saat screening sebelum PTM.

Petani Jambu Air Di Grobogan Ini Namanya Mirip Nama Penyanyi Indonesia

Pembeli datang ke kebun jambu air di Desa Watupawon, Kecamatan Penawangan, Grobogan, petik langsung sambil selfi atau swafoto.

Ini Lho, Bandar Arisan Online Salatiga Tertangkap

Bandar arisan di Salatiga yang dicari karena membawa kabur uang hingga miliaran rupiah milik peserta akhirnya ditangkap polisi.

Unik! Kuliner Soto Bancar Khas Purbalingga Topping Bakso & Saus Kacang

Kuliner khas Purbalingga berupa Soto Bancar memiliki keunikan dengan sajian soto lainnya, yakni tambahan saus kacang, bakso, dan kerupuk merah putih dalam penyajiannya.

UKSW dan TNI Gelar Vaksinasi Massal Bagi Pelajar dan Masyarakat Umum

Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) kerja sama dengan TNI Komando Daerah Militer IV/Diponegoro menggelar vaksinasi massal di Balairung Universitas

Ganjar Pranowo Emoh Mikir Jadi Capres: Pilpres Urusan Bu Mega

Ganjar Pranowo menegaskan bahwa urusan capres pada Pilpres 2024 merupakan kewenangan Megawati Soekarnoputri sebagai Ketua Umum PDIP.