Bandel Buang Limbah di Bengawan Solo, 31 Perusahaan Kena Sanksi

Sanksi administrasi karena terbukti masih membuang limbah yang tidak memenuhi baku mutu di aliran Sungai Bengawan Solo.

 Petugas Perumda Air Minum Toya Wening Solo menunjukkan sampel air baku yang sudah tercemar limbah alkohol dan yang belum tercemar di bantaran Sungai Bengawan Solo, Nusupan, Kadokan, Grogol, Sukoharjo, Selasa (7/9/2021). Air baku tercemar limbah alkohol tersebut merupakan permasalahan tahunan saat memasuki puncak musim kemarau sejak 2018 hingga saat ini belum ada solusi. (Solopos/Nicolous Irawan)

SOLOPOS.COM - Petugas Perumda Air Minum Toya Wening Solo menunjukkan sampel air baku yang sudah tercemar limbah alkohol dan yang belum tercemar di bantaran Sungai Bengawan Solo, Nusupan, Kadokan, Grogol, Sukoharjo, Selasa (7/9/2021). Air baku tercemar limbah alkohol tersebut merupakan permasalahan tahunan saat memasuki puncak musim kemarau sejak 2018 hingga saat ini belum ada solusi. (Solopos/Nicolous Irawan)

Solopos.com, SEMARANG – Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Jawa Tengah (Jateng) menyebut ada sekitar 31 perusahaan di wilayah Soloraya yang mendapat sanksi administrasi karena terbukti masih membuang limbah yang tidak memenuhi baku mutu di aliran Sungai Bengawan Solo.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DLHK Jateng, Widi Hartanto, menyebut 31 perusahaan itu berskala menengah dan besar, serta mayoritas bergerak di sektor industri tekstil.

“Sudah kita beri sanksi administratif, berupa paksaan memperbaiki IPAL [instalasi pengolahan air limbah] agar limbah yang dibuang memenuhi baku mutu lingkungan,” ujar Widi kepada Solopos.com, Rabu (22/9/2021).

Baca juga: Sungai Bengawan Solo Bagai Tong Sampah Raksasa: Tercemar Limbah Babi, Ayam, hingga Ciu

Widi menambahkan sebenarnya ada 63 perusahaan di Soloraya yang mendapat pengawasan karena terindikasi membuang limbah di Bengawan Solo. Namun setelah dilakukan penyelidikan, hanya 31 perusahaan yang dianggap masih membandel.

Oleh karenanya, DLHK Jateng pun langsung memberikan sanksi administrasi berupa paksaan untuk memperbaiki sistem pengolahan limbahnya. Jika sanksi itu tidak dipenuhi, DLHK Jateng pun siap melanjutkan sanksi tersebut ke ranah hukum.

“Kebetulan dari evaluasi terakhir kemarin, ke-31 perusahaan yang mendapat sanksi administrasi itu sudah melakukan perbaikan IPAL. Perbaikan bahkan diawasi langsung oleh pejabat pengawas baik dari DLHK provinsi maupun pemerintah setempat,” jelas Widi.

Baca juga: Kebakaran Kandang Ayam di Tegowanu Grobogan, 20.000 Ayam Terpanggang

Limbah Sungai Bengawan Solo

Widi pun mengklaim berkat perbaikan IPAL di 31 perusahaan itu, pencemaran limbah di Sungai Bengawan Solo mulai berkurang. Kendati demikian, ia tidak menampik jika masa ada pencemaran limbah di sungai terpanjang di Pulau Jawa itu.

“Memang masih ada pencemarannya. Tapi, tidak separah tahun 2019 lalu. Kalau bersih sama sekali enggak mungkin. Masih ada limbah domestik, rumah tangga, atau industri kecil yang tidak diolah langsung dibuang ke sungai. Kalau terkumpul kan jadi tercemar,” ujarnya.

Baca juga: Derita Petambak Bandeng di Pantura Jateng: Produksi Turun, Pasar Tak Pasti, Tapi Harga Pakan Tinggi

Untuk industri kecil, Widi mengaku sebenarnya sudah melakukan pelatihan. Salah satunya adalah pelatihan pengolahan limbah industri etanol atau ciu bagi pelaku usaha di Desa Polokarto, Sukoharjo.

“Kita lakukan pelatihan berkali-kali, membuat pengolahan dengan menggunakan semacam enzim probiotik agar diolah jadi pupuk yang berguna bagi kesuburan tanah. Makanya, kami heran waktu tahu kok masih ada yang membuang limbahnya ke Bengawan Solo,” ucap Widi.

 


Berita Terkait

Berita Terkini

Inspiratif! Tunanetra di Temanggung Dilatih Jadi Barista

Belasan penyandang disabilitas sensorik netra atau tunanetra di Temanggung dilatih cara meracik kopi ala barista.

Berkunjung ke Tobelo, Ganjar Dianugerahi Gelar Kesatria

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, dianugerahi gelar kesatria oleh suku Tobelo saat berkunjung di Halmahera Utara, Maluku Utara.

Waduh! Praktik Ayam Kampus di Kota Semarang Marak

Satpol PP Kota Semarang mengungkapkan praktik prostitusi mahasiswi atau ayam kampus di tempat indekos cukup marak.

Korban Susur Sungai Ciamis asal Brebes Baru Masuk Ponpes 3 Bulan

Salah satu korban tragedi susur sungai di Ciamis merupakan bocah asal Kabupaten Brebes, Jawa Tengah (Jateng).

Ikonik! Menara Kembar di Pekalongan Jadi Penjara Tercantik di Indonesia

Menara kembar di kompleks Lapas Kota Pekalongan, Jawa Tengah, ini ikonik dan bernilai sejarah, bahkan menjadi penjara tercantik di Indonesia.

Polda Jateng Ungkap Alasan Tahan Kakek di Demak yang Bacok Maling

Polda Jateng ungkap alasan melakukan penahanan terhadap Mbah Minto, kakek penjaga kolam ikan di Demak yang bacok pencuri.

Walah! Tunggakan PBB di Semarang Capai Rp35 Miliar

Tunggakan pembayaran pajak bumi dan bangunan atau PBB tahun 2021 di Kota Semarang mencapai Rp35 miliar.

Heboh Banteng vs Celeng, Ganjar Tapak Tilas Sukarno di Ternate

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, berkunjung ke Kesultanan Ternate yang juga pernah dikunjungi Sukarno saat polemik banteng vs celeng tengah mencuat.

Selfie Membawa Maut, Dua Ibu Muda di Banyumas Tersambar Kereta

Selfie membawa maut dialami dua ibu muda di Banyumas, Jawa Tengah (Jateng) yang tersambar kereta saat asyik berswafoto di jalur kereta api.

Srumbung Gunung Buat Master Plan Menuju Desa Wisata Kreatif Perdamaian

Visual 3 dimensi master plan yang sudah final telah ditunjukkan kepada masyarakat Srumbung Gunung di acara soft opening Gazebo Kuliner Nusantara.

Ini Dia 4 Masjid di Semarang dengan Bangunan Unik

Masjid di Kota Semarang berjumlah ribuan dan beberapa di antaranya memiliki bentuk bangunan yang unik.

Lezatnya Tiwul Lava Merapi, Ada yang Meleleh

Kuliner tiwul lava merapi menjadi salah satu makanan unik yang patut dicoba saat berkunjung ke wilayah Magelang, Jawa Tengah.

Rujak Belut Khas Brebes, Lembut Legit Lazizzz, Mau Coba?

Rujak belut merupakan kuliner khas Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, yang lezat, gurih, dan sedap tiada tanding.

Diramalkan Kelep, Rumah Warga di Pesisir Semarang Ini Nyaris Amblas

Selain di Kabupaten Demak, wilayah di kawasan pantai utara (Pantura) Jawa Tengah yang terancam tenggelam adalah Kota Semarang, khususnya daerah pesisir.

Dampak Rob, Rumah di Pesisir Pekalongan Kelep Permanen

Perumahan di dekat pantai kawasan Pekalongan sudah banyak yang tenggelam saat banjir rob datang dan bahkan ada yang sudah tenggelam permanen.

Polisi Temukan Bukti Baru Kasus Mayat Perempuan di Hutan Grobogan

Aparat Polres Grobogan, Jawa Tengah (Jateng) menemukan bukti baru dari kasus penemuan mayat perempuan dalam plastik di hutan.