Beli Data Ribuan KTP, Penipu Catut untuk Bertransaksi Online

Berbekal data 150 KTP itu, kedua tersangka berinisial UA dan SM membeli handphone dan koin emas di aplikasi e-commerce.

 Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus saat berada di Polres Metro Jakarta Pusat, Rabu (11/11/2020). (Antara-Livia Kristianti)

SOLOPOS.COM - Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus saat berada di Polres Metro Jakarta Pusat, Rabu (11/11/2020). (Antara-Livia Kristianti)

Solopos.com, JAKARTA — Tim Polda Metro Jaya meringkus dua orang yang mencatut data 150 KTP dari aplikasi pinjaman online untuk bertransaksi.

Berbekal data 150 KTP itu, kedua tersangka berinisial UA dan SM membeli handphone dan koin emas di aplikasi e-commerce.

“Pertama-tama dia membeli data dulu dengan foto selfie pegang KTP seseorang lewat akun Telegram yang ada. Dia DPO akun Telegram Raha. Masih kami profiling akunnya. Kemudian akun ini dikenal oleh UA melalui akun Facebook. Dia beli harga Rp7,5 juta untuk status dan data pribadi berupa selfie bagi pemegang KTP,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus, Rabu (13/10/2021).

Yusri mengatakan dua jenis barang yang dibeli pelaku itu akan dijual kembali.

Lebih Murah

Pelaku akan menjual barang-barang tersebut di grup Facebook dengan harga yang relatif lebih murah dari harga asli.

“Jadi dia main pesan barang bayar lewat Homecredit tapi yang bayar orang yang di KTP itu. Nanti setelah dapat barangnya dia jual kembali lewat Facebook dengan harga turun 10 sampai 20 persen. Sistem pembagiannya UA dapat 90 persen keuntungan dan tersangka SM dapat 10 persen,” tutur Yusri.

UA dan SM diketahui melakukan aksinya seusai mencatut ribuan data KTP warga.

Ribuan data KTP yang telah didapatkan itu kemudian didaftarkan di aplikasi pinjaman online (pinjol).

Lewat Telegram

Ribuan data KTP itu diperoleh lewat aplikasi Telegram. Keduanya membeli ribuan data tersebut seharga Rp7,5 juta.

Data tersebut kemudian digunakan pelaku untuk transaksi secara ilegal di e-commerce dengan menggunakan pembiayaan dari aplikasi pinjol.

Sejak beraksi dari Juni 2021 tercatat ada 150 data fiktif yang berada di aplikasi pinjol.

Baca Juga: Warga Wonogiri Diingatkan Bahaya Pinjol Ilegal, Pastikan Legal & Logis 

“Jadi dari pihak Homecredit merasa dirugikan dengan 150 transaksi. Nama KTP asli nggak pernah merasa pesan barang, jadi identitas dicuri untuk beli barang di Tokped dengan fasilitas bayar di Homecredit,” beber Yusri.

“Total kerugian ada mencapai Rp1,5 miliar,” tambahnya.

Hingga saat polisi mencari keberadaan Raha, yang menjual ribuan data tersebut.

Tersangka UA dan SM kini dijerat dengan Pasal 30 juncto Pasal 46 atau Pasal 32 UU ITE serta Pasal 378 KUHP tentang penipuan dengan ancaman penjara 12 tahun.

 

 


Berita Terkait

Berita Terkini

Putri Gus Dur Usut Kakek-Kakek Pemulung Dihajar Warga

Mengutip keterangan akun Instagram @kabarnegri, kakek pemulung itu dikerumuni warga karena dituding mencuri dompet.

Heboh Ajaran Eksklusif LDII, Begini Kabar Terbarunya

Tudingan itu antara lain tentang ajaran LDII yang mengkafirkan orang Islam dari kelompok lain, pernikahan harus dengan sesama jemaah LDII, serta orang lain salat di masjid LDII harus dicuci lagi. 

Miris, Ayah di Lampung Diduga Cabuli 3 Anak

Perbuatan cabul ayah terhadap tiga anaknya ini terungkap setelah ada laporan dari paman korban.

Rentetan Teror Aceh, Prajurit TNI Tewas Ditembak Orang Misterius

Insiden penembakan terjadi di Jalan Lhok Krincong Gampong Lhok Panah, Kecamatan Sakti, Kabupaten Pidie, Aceh pada Kamis (28/10/2021) sekitar pukul 17.15 WIB.

Terbongkar Praktik Prostitusi Anak di Bawah Umur di Bali

Praktik prostitusi melalui media sosial yang mempekerjakan anak di bawah umur berhasil dibongkar aparat kepolisian di Tabanan, Bali

Sejarah Hari Ini : 29 Oktober 2018, Lion Air Jatuh di Perairan Karawang

Berbagai peristiwa terjadi pada 29 Oktober terangkum dalam Sejarah Hari Ini, salah satunya terkait musibah pesawat Lion Air jatuh di Karawang.

Duh Indonesia, Dana Bedah Rumah Rp20 Miliar Dipakai Bancaan

Perkara ini bermula ketika ditemukan ada kejanggalan terkait bantuan keuangan khusus untuk bedah rumah.

Selamat! 2.850 Anggota Polri Terima Penghargaan dari Kapolri

Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo telah memberikan penghargaan kepada 2.850 anggota Polri atas pengabdian dan dedikasinya dalam bertugas.

Bukti Pidana Ditemukan, Kapan Rachel Vennya Tersangka?

Menurut Kabid Humas, tim penyidik Polda Metro Jaya menemukan ada unsur tindak pidana yang diduga telah dilanggar oleh Rachel Vennya.

Kasus dan Kematian Akibat Covid-19 di Rusia Meningkat, Moskow Lockdown

Penguncian atau lockdown secara sebagian di Moskow diterapkan menjelang penutupan tempat kerja berskala nasional selama sepekan mulai 30 Oktober.

Amerika Serikat Terbitkan Paspor Pertama untuk Gender-X

Departemen Luar Negeri (Deplu) Amerika Serikat (AS) pada Rabu (27/10/2021) mengumumkan perilisan paspor dengan tanda gender-X. 

Mantap! 116,62 Juta Orang Indonesia Sudah Vaksinasi Dosis Pertama

Penduduk Indonesia yang telah menerima vaksinasi dosis pertama hingga Kamis (28/10/2021) siang sudah mencapai 116,62 juta.

Putri Mako Jadi Rakyat Biasa, Bikin Paspor akan Tinggal di AS

Putri Mako dari Kekaisaran Jepang resmi menjadi rakyat jelata seusai menikahi sang pujaan hati bernama Kei Komuro.

Mantan Orang Kepercayaan Susi Pudjiastuti Ditahan Kejagung

Kepala Pusat Penerangan Hukum pada Kejagung Leonard Eben Ezer Simanjuntak mengemukakan Syahril telah ditetapkan sebagai tersangka dan langsung ditahan di Rutan Salemba.

Bocah Madura Jadi Miliarder di Arab Saudi, Punya Koleksi Mobil Mewah

Farid, miliarder cilik berusia 8 tahun keturunan Madura mendapat warisan dari ayahnya di Arab Saudi.