Ciamik! Colomadu Dirancang Jadi Solo Baru-nya Karanganyar

Bupati Karanganyar berencana menjadikan Kecamatan Colomadu sebagai pusat industri dan perdagangan selayaknya Solo Baru.

 De Tjolomadoe, ikon Kecamatan Colomadu, Karanganyar. (Solopos-M. Ferry Setiawan)

SOLOPOS.COM - De Tjolomadoe, ikon Kecamatan Colomadu, Karanganyar. (Solopos-M. Ferry Setiawan)

Solopos.com, KARANGANYAR—Bupati Karanganyar, Juliyatmono, menyampaikan rencana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar mendesain Kecamatan Colomadu masuk zonasi pusat perdagangan dan industri dalam Rencana Detail Tata Ruang Kabupaten (RDTRK).

Bupati menyampaikan rencana itu pada beberapa kesempatan bertemu masyarakat, terutama di Colomadu. Kali terakhir, Bupati menyampaikan itu saat menghadiri acara HUT ke-34 Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (IPPAT) di Joglo Tani, Desa Gawanan, Kecamatan Colomadu pada Sabtu (25/9/2021).

Bupati mengawali dengan menyinggung apa yang sedang dikerjakan Pemkab saat ini, yakni menata RDTRK 17 kecamatan di Kabupaten Karanganyar. Dia berharap penataan RDTRK rampung tahun ini sehingga bisa menggenjot investasi di Kabupaten Karanganyar.

“Kami sedang merapikan RDTRK masing-masing kecamatan. Kalau selesai tahun ini, posisi zonasi masing-masing wilayah akan tampak jelas. Seiring dengan kantor DPMPTSP akan dilaunching November menjelang hari jadi. Kantor [DPMPTSP] siap memberikan pelayanan, RDTRK sudah tersusun rapi,” kata Bupati.

Baca juga: Tukul Arwana, Si Raja Duit yang Doyan Oseng Kangkung

Orang nomor satu di lingkungan Pemkab itu mencontohkan rencana penataan zonasi di Colomadu sebagai pusat perdagangan dan industri. Juliyatmono menyebut Kecamatan Colomadu tidak mungkin dimasukkan zonasi pertanian atau kawasan hijau. Bahkan, dia menantang ahli pertanian memberikan rumusan pertanian maju di Colomadu apabila tidak sepakat dengan rencana itu.

“Stigma Colomadu enggak mungkin pertanian, apapun itu. Maka, kami mendesain menjadi zonasi pusat perdagangan dan industri. Tapi, pertanian masih ada. Misal, bengkok perangkat desa. Itu menjadi lahan hijau karena enggak bisa dijual. Itu salah satu contoh untuk tahun-tahun ke depan,” tutur dia.

Yuli, sapaan akrabnya, kembali menyinggung rencana menjadikan kawasan Colomadu menyerupai kawasan Solo Baru di Kabupaten Sukoharjo. Pertimbangannya banyak, terutama berkaitan dengan akses, fasilitas penunjang, dan sarana transportasi. Beberapa fasilitas yang disebutkan Yuli, seperti pintu tol Klodran di Colomadu, dekat Bandara Adi Soemarmo Solo di Kabupaten Boyolali, hotel bintang lima, fasilitas penunjang meeting, incentives, conferencing, exhibitions (MICE), dan lain-lain.

“[Colomadu] ini jadi Solo Baru-nya Karanganyar. Colo Baru. Ada pintu tol, bandara, De Tjolomadoe yang dikonsep sebagai pasar produk ekspor di Soloraya dan sekitarnya. Saya dari rumah ke bandara saja hanya butuh 5-10 menit sampai. Lokasi [Colomadu] amat sangat strategis karena semua ada. Sekarang mau ke Solo Baru lewat Solo sudah macet,” tutur dia terkekeh.

Baca juga: Terjaring Razia, 29 Motor Knalpot Brong Dibawa ke Satlantas Karanganyar

Selain fasilitas penunjang di Colomadu sudah tersedia, politikus Partai Golkar itu berharap dukungan stakeholder berkaitan dengan penanaman modal. Salah satu stakeholder yang dia sebut adalah notaris yang tergabung dalam IPPAT Karanganyar.

Yuli mendapat informasi banyak investor yang semula hendak menanamkan modal di wilayah Jakarta Bogor Depok Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) memilih bergeser ke kawasan Soloraya. Salah satu pertimbangan adalah upah minimum kabupaten (UMK).

“Banyak yang ingin masuk ke sini [Colomadu]. Tetapi memang sudah mencari lahan seluas 5-10 hektare dalam satu lokasi. Di sisi lain mari [stakeholder] ikut ambil peran dalam percepatan pelayanan proinvestasi. Karepku kuwi angger uwong mlebu rene, buka usaha ndang ditangkap, izin gampang [mau saya setiap orang mau membuka usaha di Karanganyar dipermudah izinnya]. Tapi angger tekan teknik kok ruwet men [tapi setiap masuk hal teknis terlalu ruwet],” ungkap Yuli.

Bupati menjelaskan pemerintah berkepentingan dengan investor baru masuk ke wilayah masing-masing. Salah satunya berkaitan dengan penyerapan tenaga kerja. Pemerintah tidak bisa menyediakan lapangan kerja banyak. Oleh karena itu perlu kerja sama dengan pihak lain.


Berita Terkait

Berita Terkini

Sebagian Penerima BPUM Wonogiri Tak Bisa Tarik Uang secara Utuh

Sejumlah penerima BPUM 2021 di Kecamatan Slogohimo, Kabupaten Wonogiri, tak bisa mencairkan/menarik dana bantuan secara penuh.

Senggol Sitik Langsung Emosi, Ini Watak Pembunuh Teman Karib di Klaten

Soleman, 65, warga Bangunrejo Kidul RT 007/RW 004, Desa Granting, Kecamatan Jogonalan, Klaten, yang membunuh teman karibnya Trimo Lewong, 65, dikenal temperamental yang langsung emosi saat disenggol.

Sebelum Bunuh Teman Karib, Soleman Klaten Pernah Menusuk Orang Lain

Sebelum membunuh teman karibnya, Soleman terlibat perkelahian dengan warga asal Prambanan, bahkan menusuk orang lain.

Ratu Para Badminton Asal Sukoharjo Lulus S2 Pendidikan Bahasa Indonesia

Leani Ratri Oktila, atlet parabadminton yang menyumbangkan dua emas dan satu perak di Paralimpiade Tokyo 2020 menamatkan kuliah program pascasarjana (S2) di Universitas Veteran Univet Bangun Nusantara.

Jauh dari Hutan, 6 Desa di Soloraya Ini Mendadak Disatroni Kera Liar

Enam desa yang tersebar di Soloraya ini relatif jauh dari hutan, namun desa ini pernah disatroni kera liar.

Ruko di Karanganom Klaten Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp500 Juta

Musibah kebakaran melanda ruko di Dukuh Tanjunganom, Desa/Kecamatan Karanganom, Minggu (24/10/2021) pagi.

6 Fakta Terkait Pembunuhan Teman Karib di Klaten

Enam fakta seputar pembunuhan yang dilakukan Soleman, 65, warga Bangunrejo Kidul RT 007/RW 004, Desa Granting, Kecamatan Jogonalan, Klaten, terhadap teman karibnya sendiri, Trimo Lewong, 65, warga Kanoman, Kecamatan Karangnongko.

Disambut Selvi Ananda, BKKBN Jateng Apresiasi Kampung KB Solo

BKKBN menilai keberadaan kampung KB termasuk di Kota Solo, strategis untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan keluarga.

Lagi, Kawanan Kera Liar Serbu Kampung, Kali Ini di Mojolaban Sukoharjo

Tidak hanya di Kebakkramat, Karanganyar, kawanan kera liar juga menyerbu Dusun Jatiteken, Desa Laban, Kecamatan Mojolaban, Sukoharjo.

Desa Karangmojo Masih Kekeringan, Satlantas Sukoharjo Kirim Air Bersih

Satlantas Polres Sukoharjo membantu masyarakat dengan mengirimkan bantuan air bersih ke wilayah selatan Sukoharjo Sabtu (23/10/2021).

Maulid Nabi Muhammad, Syariah Hotel Solo Gelar Kajian Karyawan

Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW yang jatuh tepat pada Selasa (19/10/2021), manajemen Syariah Hotel Solo melaksanakan kegiatan kajian karyawan.

Tanpa Penata Busana Pribadi, Ini Rahasia Cantik Selvi Ananda

Gaya busana Selvi Ananda selalu match dan terlihat anggun meskipun menggunakan aksesoris yang terkesan sederhana.

Waspadai Covid-19 Gelombang ke-3, Reisa Gencarkan 3M dan 3T di Solo

Pemerintah mulai gencar menggalakkan disiplin 3M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak) serta 3T (tracing, testing, treatment) jelang libur panjang Natal dan tahun baru.

Pemkab Klaten Gandeng Tokoh Agama untuk Serukan Vaksinasi Covid-19

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten menyadari besarnya pengaruh tokoh agama kepada masyarakat.

Bersarung, Berpeci, Pakai Koko Putih, Gibran Peringati Hari Santri

Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, memimpin upacara peringatan HSN di Plaza Balai Kota, Jumat (22/10/2021) mengenakan sarung, peci, dan baju koko warna putih.