Dipanggil KPK Hari Ini, Azis Syamsuddin Bakal Ditangkap di Jumat Keramat?

KPK memanggil Wakil Ketua DPR RI, Azis Syamsuddin, diduga terkait kasus suap AKP Stepanus Robin Pattuju.

 Azis Syamsuddin (Istimewa)

SOLOPOS.COM - Azis Syamsuddin (Istimewa)

Solopos.com, JAKARTA — Wakil Ketua DPR RI, Azis Syamsuddin, dijadwalkan diperiksa KPK hari ini, Jumat (24/9/2021) setelah lebih dulu ditetapkan sebagai tersangka.

Apakah akan ada penangkapan pasca-pemeriksaan, hal itu belum bisa dipastikan. Termasuk kedatangan Azis memenuhi panggilan KPK hari ini yang juga belum pasti.

KPK belum memberikan informasi secara jelas apa kasus yang menjerat politikus Partai Golkar tersebut. Namun, nama Azis Syamsuddin dalam dakwaan kasus dugaan suap mantan penyidik KPK AKP Stepanus Robin Pattuju.

Pemanggilan itu dibenarkan oleh Ketua KPK Firli Bahuri. Dia mengatakan penyidik memanggil Azis terkait kepentingan penyidikan. “Ya, tentu penyidik menyampaikan panggilan karena kepentingan penyidikan sehingga terangnya suatu perkara,” ucap Firli, Kamis (23/9/2021), seperti dikutip dari detik.com.

Firli berharap Azis Syamsuddin memenuhi panggilan KPK pada hari ini. Dia mengatakan kedatangan Azis memenuhi panggilan merupakan bentuk penghormatan terhadap penegakan hukum.

Baca Juga: Terbelit Kasus Suap, Berapa Harta Azis Syamsuddin?

Berdasarkan informasi dari sumber internal di KPK, Azis Syamsuddin telah berstatus sebagai tersangka. Firli mengatakan status tersangka Azis akan diumumkan ke publik. “Pada saatnya, akan kami sampaikan kepada publik,” ucap Firli saat dimintai konfirmasi.

Perkara Lampung Tengah

Sementara itu, sesuai dakwaan kasus dugaan suap penyidik KPK AKP Stepanus Robin Pattuju, Azis disebut menghubungi AKP Robin untuk membantu mengurus perkara di KPK. Perkara itu disebut merupakan penyelidikan kasus dugaan korupsi yang diduga melibatkan Azis Syamsuddin dan Aliza Gunado.

Masih mengutip laporan detik.com, Aliza Gunado merupakan mantan Ketua PP Angkatan Muda Partai Golkar. Dalam dakwaan itu, Robin bersama pengacara bernama Maskur Husain diduga bekerja sama mengurus penyelidikan terkait perkara di Lampung Tengah.

AKP Robin dan Azis Syamsuddin disebut menyepakati imbalan Rp2 miliar. Namun pada kenyataannya, AKP Robin dan Maskur disebut menerima duit Rp 3,09 miliar dan USD 36 ribu dalam beberapa tahap dari Azis Syamsuddin. Meski demikian, AKP Robin membantah dirinya menerima uang dari Azis Syamsuddin dan Aliza Gunado.

Baca Juga: Tuhan Tidak Tidur, Benarkah Azis Syamsuddin Tersangka?

Perkara Lampung Tengah yang diduga melibatkan Azis Syamsuddin dan Aliza Gunado itu diduga berkaitan dengan kasus korupsi dana alokasi khusus tahun 2017 yang menjerat mantan Bupati Lampung Tengah, Mustafa. Azis Syamsuddin diduga menerima fee terkait hal itu lewat Aliza Gunado.

Azis Syamsuddin diduga berperan menaikkan DAK (dana alokasi khusus) Lampung Tengah karena kala itu dia menjabat Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR. Azis Syamsuddin sebenarnya pernah dilaporkan terkait dugaan etik di Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) terkait perkara ini.

Fee 8 Persen

Saat itu, Azis dilaporkan karena diduga meminta fee untuk pengesahan DAK Lampung Tengah 2017 sebesar 8%. Namun belakangan, pelaporan ke MKD itu dicabut.

Selain itu, perkara tersebut juga pernah dilaporkan ke KPK. Azis Syamsuddin pernah merespons laporan itu dan menyebut Tuhan tidak tidur.

“Bismillah, insyaallah Tuhan tidak tidur,” kata Azis saat dimintai konfirmasi, Selasa (7/1/2020).

Plt Jubir KPK Ali hanya menyebutkan KPK sedang melakukan penyidikan tindak pidana korupsi di Lampung Tengah. Ali mengatakan KPK sudah memeriksa sejumlah saksi terhadap kasus ini.

“KPK akan menyampaikan secara lengkap mengenai kronologi serta konstruksi perkara, pasal yang disangkakan, dan tentu pihak-pihak yang ditetapkan sebagai tersangka pada saatnya nanti. Saat ini tim penyidik masih bekerja dan terus mengumpulkan alat bukti dan telah memeriksa beberapa orang saksi di Jakarta, Bandung, Tangerang, dan Lampung,” kata Ali.

“Pengumuman tersangka akan kami sampaikan pada saat dilakukan upaya paksa penangkapan dan/atau penahanan,” imbuhnya.


Berita Terkait

Berita Terkini

LaSalle College Surabaya Usung Tema Unification dalam Graduation Show

Dalam setiap wisuda, LaSalle College Surabaya menampilkan tema menarik yang telah dieksplorasi dan dipoles dengan cermat.

Bikin Resah NU, Menteri Yaqut Cholil Diminta Sowan Kiai Sepuh

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas diminta sowan kepada kiai-kiai NU pasca ramainya pernyataan dirinya yang menyebut Kemenag merupakan hadiah bagi NU.

Toloong...9 Anak Buah Kapal Hilang Ditelan Ombak Laut Bali

Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Denpasar (Basarnas Bali) melakukan pencarian terhadap 9 orang ABK KM Liberty 1 yang hilang ditelan ombak,

Dicolek Soal Tarif PCR Rp96.000, Puan Justru Apreasiasi Jokowi

Puan mengingatkan tarif Rp300.000 masih akan membebani rakyat karena harga tiket transportasi massal banyak yang lebih murah dari harga tes PCR.

Begini Kronologi Polisi Kutalimbaru Cabuli Istri Tersangka Narkoba

Hadi mengaku saat ini Kapolsek beserta kanit serta enam penyidik Polsek Kutalimbaru telah dibebastugaskan.

Syarat PCR untuk Naik Pesawat Resmi Digugat ke PTUN

Joman menganggap Inmedagri yang dikeluarkan Tito Karnavian soal syarat PCR untuk naik pesawat melanggar Undang Undang Dasar (UUD).

Ini Gelar Sukmawati Soekarnoputri Setelah Menganut Agama Hindu

Putri Presiden Sukarno, Diah Mutiara Sukmawati Soekarnoputri, resmi menjadi penganut agama Hindu setelah menjalani prosesi upacara Sudhi Wadani.

Sejarah Hari Ini: 27 Oktober 1928, Kongres Pemuda II Dihelat di Jakarta

Aneka peristiwa terjadi di dunia pada 27 Oktober terangkum dalam Sejarah Hari Ini salah satunya terkait dimulainya Kongres Pemuda II di Jakarta.

5 Bocah Main Air di Sungai, 1 Hilang

Keceriaan lima bocah itu berubah menjadi malapetaka setelah terdengar suara teriakan minta tolong dari para korban.

Ustaz di Lampung Unggah Video Dibegal, Eh Ternyata Abal-Abal

Karena menyebut nama Lampung, video rekayasa pembegalan itu dianggap membikin resah.

Tarif PCR di India Murah Banget Rp160.000an, Ternyata Ini Sebabnya

Budi Gunadi menekankan pemerintah tidak akan memberikan subsidi harga tes PCR karena harganya sudah cukup murah dibandingkan negara lain.

Presiden Minta Kantin dan Tempat Parkir Diwaspadai, Ada Apa Ya?

Seiring dengan pembelajaran tatap muka yang sudah dimulai, Presiden meminta kewaspadaan tinggi di kantin dan tempat parkir.

Babat Polisi Jahat, Kapolri: Saya Ingin Polri Dicintai Masyarakat

Kapolri ingin polisi menjadi kebanggaan dan dicintai masyarakat.

Lagi 1 Juta Dosis Vaksin Sinovac Diterima Pemerintah Indonesia

Indonesia saat ini adalah salah satu negara dengan capaian vaksinasi tertinggi di dunia dan tetap menjaga ketersediaan vaksin.

Sukmawati: Sukarno Pancasilais, Bebaskan Agama Anak-Anaknya

Sukarno merupakan sosok yang sangat Pancasilais, yang mengajarkan kebinekaan harus menjadi prinsip utama bagi warga negara Indonesia.

Misteri Meninggalnya Atlet Voli Wanita Afghanistan, Ini Fakta Terbaru

Para pemimpin perempuan Afghanistan juga mengklaim merasa terancam. Namun, kebangkitan Taliban dengan memegang kekuasaan juga telah menimbulkan misinformasi.