Dyah Hayuning Pratiwi, Bupati Purbalingga Keturunan Raja Mataram

Tiwi adalah keturunan dari Kyai Arsantaka yang bernama kecil Arsakusuma, pendiri Kabupaten Pubalingga. Arsantaka adalah putra dari Kyai Wanakusuma II (Kyai Rindik) dan cucu dari Kyai Ageng  Giring IV yang merupakan leluhur raja-raja Mataram Islam.

 Dyah Hayuning Pratiwi, Bupati Purbalingga (Instagram/@butiwi)

SOLOPOS.COM - Dyah Hayuning Pratiwi, Bupati Purbalingga (Instagram/@butiwi)

Solopos.com, PURBALINGGA – Dyah Hayuning Pratiwi atau akrab disapa Tiwi, adalah  Bupati Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah. Saat ini dia menjabat sebagai bupati didampingi Sudono sebagai wakil bupati. Dalam sejarah politik di Kabupaten Purbalingga, Tiwi merupakan perempuan pertama yang memegang kendali pemerintah kabupaten (Pemkab) dan sekaligus menjadi bupati termuda dibanding dengan bupati lain yang pernah menjabat.

Tiwi merupakan lulusan dari The University of Queensland, Australia dan di tahun 2010 dan telah mendapatkan gelar Bachelor of Economics with Major International trade and Finance. Meskipun tidak memiliki latar belakang politik dari segi akademisnya, namun bisa dikatakan Tiwi akrab lama dengan lingkungan pemerintah kabupaten (Pemkab) karena Tiwi adalah putri sulung dari mantan Bupati Purbalingga dua periode 2000-2010, Triyono Budi Sasongko.

Dilansir dari Purbalinggakab.go.id, Kamis (23/9/2021), Tiwi lahir di Jakarta, 11 April 1987. Awal karier politiknya bermula saat dia menjadi Wakil Bupati Purbalingga, menemani Tasdi sebagai bupati untuk periode 2016-2021. Namun pada 2019, dirinya naik jabatan sebagai bupati dalam periode yang sama setelah Tasdi ditangkap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam suatu operasi tangkap tangan (OTT) pada 2018.

Baca Juga: 69 Orang Terkonfirmasi Covid-19, Klaster PTM di Jateng?

Sebelumnya, dilansir dari Liputan6.com, Tiwi mendapatkan Amanah untuk menjadi Pelaksana Tugas (Plt) bupati setelah Tasdi ditangkap sebagai tersangka penerima suap oleh KPK. Sehingga saat itu, kewajiban yang diembannya hampir sama dengan pejabat definitif.

Tugas Plt tersebut bertahan sampai status hukum Tasdi berkekuatan hukum tetap. Jika bebas, dia akan direhabilitasi nama dan status jabatannya. Tetapi jika statusnya terpidana, secara otomatis, Tiwi menjadi bupati definitif.

Setelah Tasdi resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh pengadilan, Tiwi resmi menggantikan posisi Tasdi sebagai Bupati Purbalingga dan dilantik pada 12 April 2019 oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo dengan masa jabatan sesuai dengan periode yang ditentukan, yaitu sampai tahun 2021. Selama menggantikan posisi Tasdi, Tiwi tidak memilih wakil bupati sehingga dirinya bekerja seorang diri selama sisa masa periode jabatan.

Baca Juga: Ketan Pencok, Berawal dari Coba-Coba hingga Jadi Ikon Kuliner Brebes

Saat Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 lalu, Tiwi mencalonkan diri sebagai Bupati Purbalingga, ditemani dengan Sudono sebagai calon wakil bupati. Dalam Pilkada tersebut, pasangan yang dikenal Tiwi-Dono ini berhasil memenangkan Pilkada 2020 dengan meraup suara 288.741 atau 54,74 persen.

Pasangan Tiwi-Dono yang diusung oleh  PDI-P, Partai Golkar, PAN dan PKS ini memenangkan pertarungan di 16 kecamatan dari 18 kecamatan yang ada di Kabupaten Purbalingga. Dirinya juga mengalahkan pesaingnya, Muhamad Sulhan Fauzi-Zaini Makarim Supriyanto yang hanya meraup suara 238.735 atau 45,26 persen.

Tiwi-Dono sah menjadi Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Purbalingga melalui pelantikan daring yang dilakukan oleh Menteri Dalam Negeri melalui Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. Setelah dilantik, dirinya akan fokus dalam penanganan pandemi Covid-19 sehingga bisa terus melandai.

Baca Juga: Derita Petambak Bandeng di Pantura Jateng: Produksi Turun, Pasar Tak Pasti, Tapi Harga Pakan Tinggi

Hal ini diwujudkan salah satunya dengan menutup kembali kegiatan Pertemuan Tatap Muka (PTM) terbatas di sekolah-sekolah yang telah dibuka sejak 30 Agustus 2021 lalu setelah ada temuan ratusan kasus Covid-19 di kluster PTM melalui tes cepat Antigen di SMP Negeri 4 Mrebet pada 22 September lalu. Tiwi berjanji akan mengevaluasi lebih lagi terkait pelaksanaan PTM yang lebih aman dan kondusif.

Keturunan Pendiri Kabupaten Purbalingga

Melihat garis keturunannya, ternyata Tiwi memiliki latar belakang keluarga ningrat atau bangsawan yang erat dengan pemerintahan Kabupaten (dahulu disebut sebagai Kadipaten) Purbalingga. Tercatat bahwa  Tiwi adalah keturunan dari Kyai Arsantaka yang bernama kecil Arsakusuma, pendiri Kabupaten Pubalingga. Arsantaka adalah putra dari Kyai Wanakusuma II (Kyai Rindik) dan cucu dari Kyai Ageng  Giring IV yang merupakan leluhur raja-raja Mataram Islam.

Garis keturunan Arsantaka yang dimiliki oleh Tiwi berasal dari garis ibunya yang bernama RR Ina Ratnawati. Dia adalah putri R Subagio Wiryo Saputro yang merupakan cucu dari Dipokusumo ke V atau Bupati Purbalingga ketujuh yang memerintah pada 1883-1899.


Berita Terkait

Berita Terkini

Langgar PPKM, Holywings dan Kafe Marabunta di Semarang Disegel

Dua kafe di Semarang, yakni Holywings dan Marabunta, disegel polisi karena melanggar aturan PPKM level 1 dengan buka lebih dari pukul 24.00 WIB.

Periksa Panitia Diklat Menwa UNS Solo, Polisi Belum Tetapkan Tersangka

Polisi belum menetapkan tersangka dalam kasus kematian mahasiswa UNS Solo, Gilang Endi Saputra, saat mengikuti Diklat Menwa.

Air Curug Mini Bengkelung Park Diklaim Obat Segala Penyakit

Air sungai yang ada di Bengkelung Park Doro ini konon baik untuk kesehatan karena dapat menyembuhkan penyakit.

Batang Jadi Produsen Minyak Atsiri Unggulan di Jateng

Kabupaten Batang ternyata merupakan produsen minyak atsiri unggulan di Jawa Tengah.

Misteri Jembatan Tanggulangin Kudus, Bikin Ciut Nyali Pejabat

Kisah misteri kali ini dari Kabupaten Kudus, Jawa Tengah (Jateng) terkait mitos di Jembatan Tanggulangin yang akan membuat pejabat yang melintas apes.

UMR Jateng 2022 Diprediksi Naik, Jadi Berapa?

UMR Jateng 2022 diprediksi naik sesuai dengan ketentuan yang berlaku dalam sistem penentuan upah.

Pemasangan Grider Jembatan Tol Batang-Semarang Disetop saat Akhir Pekan

Pemasangan jembatan grider yang menjadi penghubung Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang di ruas Tol Batang-Semarang akan dihentikan pada akhir pekan.

1 Rumah Di Godong Grobogan Roboh Diterjang Angin Kencang

Diterjang angin kencang saat hujan deras, rumah milik Ali Mursidi, 37, Desa Karanggeneng, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, roboh.

Keterlaluan! Baru Lahir, Bayi di Semarang Dibuang di Saluran Air

Warga Kecamatan Semarang Utara, Kota Semarang digegerkan dengan penemuan jasad bayi perempuan di saluran air.

Aqua Dwipayana: AKHLAK Bukan Hanya Ucapan Tapi Harus Diimplementasikan

AKHLAK adalah singkatan dari Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif yang masing-masing nilai memiliki penjabarannya sendiri.

Balmon SFR Semarang Musnahkan Ratusan Perangkat Telekomunikasi Ilegal

Balai Monitoring Spektrum Frekuensi Radio atau Balmon SFR Kelas I Semarang melakukan pemusnahan 270 unit alat atau perangkat telekomunikasi ilegal.

Nasi Brongkos, Makanan Spesial Raja Jawa

Nasi brongkos merupakan salah satu kuliner spesial raja-raja Jawa zaman dulu yang populer di Demak, Jawa Tengah.

Motif & Pengakuan Pria Bunuh Calon Istri di Hutan Angker Grobogan

Pria yang tega membunuh calon istrinya dan membuang mayat korban di hutan angker Grobogan mengaku sakit hati karena dibandingkan dengan pria lain.

Astaga! Desa Kumuh di Pemalang Terbanyak Se-Jateng

Kabupaten Pemalang kembali disorot dalam perbincangan di media sosial akhir-akhir ini lantaran berada di urutan tetatas daerah yang memiliki kawasan pemukiman kumuh terbanyak di Jawa Tengah.

Ini Kronologi Lengkap Pembunuhan Perempuan Di Hutan Grobogan

Berikut kronologi lengkap pembunuhan perempuan yang dilakukan Agus Supriyanto hingga mayat janda berinisial DS, warga Pemalang dibuang di hutan Grobogan.