Eksploitasi Anak, Dulu Bocah Silver kini Bayi Silver

Kasus eksploitasi anak dengan dijadikan objek mengamen tidak hanya terjadi saat ini.

 Mumun, nenek silver mengamen di jalanan di Tangerang Selatan sembari menggendong cucunya yang juga dilumuri cat silver, beberapa waktu lalu. (suara.com)

SOLOPOS.COM - Mumun, nenek silver mengamen di jalanan di Tangerang Selatan sembari menggendong cucunya yang juga dilumuri cat silver, beberapa waktu lalu. (suara.com)

Solopos.com, TANGSEL — Kasus eksploitasi anak dengan dijadikan objek mengamen tidak hanya terjadi saat ini.

Fenomena serupa terjadi di banyak tempat di Tanah Air. Sebagian dari mereka dilumuri cat silver atau dikenal sebagai manusia silver.

Jauh sebelum kasus video bayi silver berusia 10 bulan di Tangerang Selatan, Minggu (26/9/2021), kasus serupa juga pernah terjadi di wilayah yang sama.

Gendong Cucu

Data Solopos.com, pada awal September 2021 lalu seorang nenek silver juga viral di media sosial karena mengamen sembari menggendong cucunya.

Perempuan pengamen itu bernama Muniroh alias Mumun.

Profesi manusia silver telah dilakoni nenek berusia 56 tahun itu selama setahun terakhir alias sejak pandemi Covid-19.

Mumun melumuri seluruh tubuhnya dengan cat sablon silver mulai dari ujung rambut hingga ujung kaki.

Sehari-hari dia beraksi di lampu merah salah satu flyover di Kota Tangerang Selatan (Tangsel).

Sita Perhatian

Penampilannya kala itu menyita perhatian para pengendara yang sedang menunggu pergantian lampu.

Dia memanfaatkan kesempatan itu untuk menarik simpati pengendara.

Hal yang membuat iba, Mumun berdiri di garis zebra cross sambil menggendong sang cucunya yang baru berusia 3 tahun.

Sambil menggendong, dia memberi sikap hormat ke pengendara.

Baca Juga: Keterlaluan! Dicat Silver, Bayi 10 Bulan Diekploitasi untuk Mengamen 

Tangan kirinya memegang kotak kecil, wadah uang dari mereka yang iba.

Terik matahari memantul di kulitnya yang dilumuri cat silver.

Belas Kasihan

Tatapan matanya menyorot tajam ke para pengendara.

Setelah beberapa detik hormat, Mumun kemudian berjalan menghampiri pengendara satu per satu, sambil menyodorkan kotak kecil mengharap belas kasihan.

Mumun mengaku, dirinya terpaksa menjadi manusia silver setelah berhenti menjadi asisten rumah tangga (ART) di salah satu perumahan di Ciledug lantaran harus mengurus cucunya.

Selang beberapa tahun setelah berhenti jadi ART, Mumun sempat menjajal jadi pengamen di bus Labuan-Kalideres dengan menggendong cucunya yang ditinggal oleh anak dan menantunya usai keduanya bercerai.

Namun penghasilan sebagai pengamen tak dapat menutup kebutuhan sehari-hari.

Pilihan Baru

Belakangan, manusia silver jadi pilihan baru nenek Mumun untuk mengais rezeki di jalanan.

“Ya keadaan susah kalau enggak begini. Cuma ini yang bisa dilakuin buat dapat uang,” kata Mumun ditemui suara.com di lokasi mengamen, beberapa waktu lalu.

Mumun terpaksa membawa cucunya ikut menjadi manusia silver lantaran tak ada yang mengasuhnya.
Sebab, ia hanya tinggal berdua dengan sang cucu. Sementara suaminya, sudah jarang pulang dan memilih tinggal di Legok, Tangerang.

Baca Juga: Bocah 14 Tahun Hilang 5 Hari di Gunung Guntur, Pulang-Pulang Bawa Cerita Mistis 

“Ya sengaja dibawa, di rumah nggak ada orang, cuma tinggal berdua. Kasihan mah kasian, tapi mau dititipin sama siapa. Kalau ditinggal malah yang ada diculik orang nanti,” ungkap Mumun.

Untuk beraksi menjadi manusia silver, nenek Mumun hanya mengeluarkan modal Rp20.000 untuk membeli cat sablon berwarna silver ukuran sekira 150 ml.

Dengan modal itu, Mumun mengaku, dalam sehari dapat mengantongi Rp200.000 atau lebih.

Minim Rp200.000

Penghasilannya tersebut dia bagi untuk mencukupi kebutuhan makan sehari-hari. Seperti beli susu untuk cucunya dan bayar kontrakan Rp600.000 per bulan.

“Paling minim penghasilan Rp 200.000, sudah banyak banget itu,” paparnya.

Sosok Mumun sempat viral di media sosial. Akibatnya, dia sempat dicari-cari oleh petugas untuk diamankan.

Mumun mengaku, dia sudah dua kali diamankan oleh Satpol PP.

Dia didata lalu ditawari untuk tinggal di panti asuhan bersama dengan cucunya.

Tolak Panti

Tapi tawaran itu ditolak lantaran Mumun menilai orang tua cucunya masih hidup dan dirinya masih mampu mencari nafkah.

“Sempat dua kali diamanin Satpol PP. Ditawari buat tinggal di panti atau gimana, nanti kan di kasih kegiatan, kalau cucu ditaruh di panti asuhan anak-anak. Tapi saya tolak, karena emak bapaknya ada, cuma pada masing-masing,” beber Mumun.

Meski sudah dua kali diamankan Satpol PP, Nenek Mumun mengaku tak kapok menjadi manusia silver.
Pasalnya, saat ini hanya itu yang bisa ia lakukan untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Baca Juga: Ayo Bantu Cari, Ara Bocah 7 Tahun di Surabaya Hilang 

“Mau makan dari mana, kalau kapok kita mati kelaparan, enggak bisa tinggal di kontrakan, yang ada hidup gelandangan di jalanan. Kalau kapok, siapa yang mau ngasih makan kita, buat susu, buat bayar kontrakkan. Kalau kita enggak usaha, enggak ada yang kasih makan,” ungkap Mumun.

Nasib serupa juga dialami Rina. Ibu dua anak itu, nekat menjadi manusia silver untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari.

Tak Bisa Diandalkan

Pasalnya, suaminya kini tak bisa lagi diandalkan.

Rina mengaku, menjadi manusia silver sejak setahun lalu.

Dia menggantikan anaknya yang lebih dulu jadi manusia silver yang kini memilih fokus sekolah karena trauma diamankan Satpol PP.

Sebelum menjadi manusia silver, Rina menyebut sempat menjajal menjadi tukang cuci dan setrika baju.

Tapi penghasilan dari pekerjaan tersebut dianggap tak mencukupi.

Gendong Anak

“Sebelumnya pernah coba jadi tukang setrika baju, sebulan Rp300.000 nggak cukup buat makan bertiga dan biaya anak,” ungkap Rina.

Sama dengan Mumun, Rina juga menjadi manusia silver sambil menggendong anaknya yang paling kecil dan berusia 3 tahun.

Rina pun tinggal berdekatan dengan Mumun, sehingga setiap harinya mereka berangkat mencari nafkah bersama.

Di tengah pandemi Covid-19 ini, baik Mumun dan Rina mengaku khawatir cucu dan anak yang dibawa saat mengamen di jalan akan terpapar.

Tapi, mereka hanya bisa pasrah dan berharap tetap sehat.


Berita Terkait

Berita Terkini

Mobil Tertimpa Longsor di Deli Serdang, Empat Orang Meninggal

Empat orang dilaporkan meninggal dunia akibat longsor yang terjadi di jalur Medan-Berastagi, tepatnya di Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, Sumatra Barat.

Jawa Tengah Matangkan Wacana Bus Listrik untuk Transportasi Umum

Saat ini yang sedang dibahas pemerintah Provinsi Jawa Tengah adalah penggunaan bus listrik untuk transportasi umum di Jawa Tengah.

Airlangga: Golkar Bertekad Keluarkan Rakyat dari Jebakan Kelas Menengah

Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto menyebut partainya memiliki visi yang jelas soal kesejahteraan rakyat.

Tertimbun Rumah Roboh di Jakarta Barat, Ibu-Bayi Meninggal Berpelukan

Seorang ibu bernama Ita, 40, dan bayinya yang berusia 4 bulan karena tertimbun reruntuhan rumah hingga meninggal dunia di Jakarta Barat.

10 Berita Terpopuler: Solo Tak Jadi Daerah Istimewa, 2 Teman Berkelahi

Ulasan tentang kenapa Kota Solo tidak menjadi daerah istimewa seperti Yogyakarta menjadi berita terpopuler di Solopos.com, Minggu (24/10/2021) pagi.

Pasukan Siber dan Propaganda di Media Sosial Mengancam Demokrasi

Penelitian kolaboratif tentang pasukan siber dan kerja-kerja mereka ini bertujuan meningkatkan kesadaran dan perdebatan publik mengenai dampak mobilisasi dan aktivitas mereka.

Solopos Hari Ini: Usulan Arus Bawah Versus Elite, Bunuh Teman Sendiri

Harian Solopos Hari Ini, Minggu (24/10/2021), mengangkat headline terkait deklarasi dukungan calon presiden (capres) 2024 dari arus bawah.

Sejarah Hari Ini : 24 Oktober 1929, Kehancuran Wall Street

Beraneka peristiwa yang terjadi pada 29 Oktober dari berbagai penjuru dunia terangkum dalam Sejarah Hari Ini.

Senin, Sukmawati Soekarnoputri Jalani Ritual Pindah Agama Hindu

Sukmawati Soekarnoputri bakal menjalani sejumlah ritual saat upacara Sudhi Wadani atau pindah ke agama Hindu di Kota Singaraja, Bali.

Posisi Berangkulan, Mayat Sejoli di Tasikmalaya Bikin Geger

Penemuan mayat sepasang lelaki dan perempuan atau sejoli di Tasikmalaya menggegerkan warga karena ditemukan dalam kondisi berangkulan.

Aktivitas Gunung Berapi Jadi Pemicu Rentetan Gempa Salatiga-Ambarawa?

Rentetan gempa atau gempa swarm terjadi di wilayah Kota Salatiga-Ambarawa sepanjang Sabtu (23/10/2021).

Aksi Mantan Kapolsek Parigi Terungkap dari Chat Mesra Lewat WA

Aksi mantan Kapolsek Parigi, Iptu IDGN, yang diduga memerkosa anak tersangka kasus pencurian ternak, S, 20, sebanyak dua kali terungkap melalui chat mesra di WhatsApp.

Elektabilitas Ganjar Naik Terus, PDIP Malah Sebut Survei Bukan Patokan

Elektabilitas Ganjar Pranowo kini menyamai Prabowo Subianto menurut survei Litbang Kompas. PDIP menyebut pemimpin bangsa tidak ditentukan oleh survei.

Selain Dipecat, Kapolsek Parigi yang Lakukan Perkosaan Juga Dipidana

Kapolda Sulteng pastingan proses pidana Kapolsek Parigi yang memperkosa anak dari tersangka pencurian ternak jalan terus.

Buruan Daftar! Kemenaker Buka Beasiswa 1000 Talenta Santri

Kemenaker membuka pendaftaran Beasiswa 1000 Talenta Santri bagi santri di seluruh Indonesia dalam bentuk program pelatihan.

Sidik Pinjol yang Bikin Ibu Wonogiri Bunuh Diri, Bareskrim Sita Rp20 M

Bareskrim Polri menyita Rp20 miliar dari Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Solusi Andalan Bersama yang diduga menaungi pinjol ilegal yang membuat ibu di Wonogiri bunuh diri.