Epidemiolog: Kurva Covid-19 Naik Lagi karena Orang Jakarta Berkeliaran

Pakar epidemiologi dari UI Pandu Riono menjelaskan kenapa kurva Covid-19 di DKI Jakarta kembali menunjukkan tren naik.

 Screenshoot video kerumunan orang di McDonald's Sarinah Jakarta di tengah PSBB.(Twitter/@pleasureboyss)

SOLOPOS.COM - Screenshoot video kerumunan orang di McDonald's Sarinah Jakarta di tengah PSBB.(Twitter/@pleasureboyss)

Solopos.com, JAKARTA – Pakar epidemiologi dari Universitas Indonesia (UI) Pandu Riono menjelaskan kenapa kurva Covid-19 di DKI Jakarta kembali menunjukkan tren naik. Menurutnya, itu akibat tingkat disiplin masyarakat untuk tinggal di rumah menurun selama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tahap kedua.

“Kurvanya memang sempat menurun kemudian melandai. Lantas mendatar karena penduduk sudah mulai keluar rumah lagi,” kata Pandu kepada Bisnis di Jakarta pada Selasa (19/5/2020).

Tekan Wabah Covid-19, Wonosobo Berlakukan Jam Malam

Dengan demikian, lanjutnya, tren penurunan kasus di DKI Jakarta tidak berlangsung lama dan konsisten. “Mungkin untuk Jakarta akan ada dua puncak kurva Covid-19 lagi karena sudah sempat menurun dan naik lagi.”

Namun, dia menegaskan penerapan PSBB di DKI Jakarta pada tahap awal berkontribusi secara signifikan dalam menurunkan kurva kasus Covid-19. Salah satu indikator yang bisa dimonitor yaitu mobilitas penduduk, lewat big data dari Google. Di situ terlihat jelas 60 persen masyarakat tinggal di rumah, kurva Covid-19 kemudian langsung menurun.

JK Kritik Jokowi: Berdamai dengan Covid-19 Sama dengan Mati!

Dengan demikian, menurut Pandu, PSBB memiliki dampak signifikan bagi upaya penurunan kurva kasus Covid-19. Walaupun, dia menggarisbawahi penerapannya masih lemah dan cenderung tidak konsisten dalam payung kebijakannya. Inkonsistensi itu yang membuat kurva Covid-19 Jakarta naik lagi.

PSBB Tak Efektif?

“Jadi, jangan dibilang PSBB itu tidak efektif walaupun implementasinya lemah. Kalau disiplin masyarakat ditingkatkan, menjelang hari raya ini bisa dilonggarkan PSBB. Namun, karena tidak disiplin, diperpanjang lagi,” ujarnya.

Kasus Covid-19 di Jakarta Melonjak Lagi Sejak Ramadan, Seperti Gelombang Ke-2

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah memutuskan kembali memperpanjang pelaksanaan PSBB di wilayah tersebut selama 14 hari lagi. Pelaksanaan PSBB Jilid III ini akan meneruskan PSBB Jilid II yang akan berakhir pada 21 Mei mendatang.

Perpanjangan PSBB Jakarta ini seiring kurva Covid-19 yang kembali naik. Anies mengungkapkan salah satu kajian epidemiologi sebagai pertimbangannya.

Setelah Jokowi, Giliran Yuri Sebut PSBB Belum Dilonggarkan

"Kalau kita disiplin berada di rumah 2 pekan ke depan, Insya Allah setelah kita bisa keluar dari PSBB. Ini Insyaallah akan jadi fase terakhir PSBB kita," tambahnya.


Berita Terkait

Berita Terkini

Cerita Gibran 5 Hari Tersesat di Alam Gaib

Kisah misteri kali ini menceritakan pengalaman Gibran yang hilang selama lima hari dan tersesat di alam gaib kawasan Gunung Guntur.

40% Populasi Dunia Tak Mendapat Akses ke Makanan Sehat

Makanan yang kita pilih dan cara kita memproduksi, menyiapkan, memasak, dan menyimpan menjadikan kita bagian yang tak terlepas dari sistem pertanian pangan.

10 Berita Terpopuler: Peraih Emas Terbanyak PON - Tragedi Susur Sungai

Ulasan tentang Adinda peraih terbaik ajang PON Papua dalam tangan masih tertanam pen menjadi berita terpopuler di Solopos.com, Minggu (17/10/2021).

Gegara Konten TikTok Senggol Dong, Siswi SMA Jadi Korban Pengeroyokan

Gegara konten TikTok 'Senggol Dong', siswi di SMAN 6 Kendari, Sulawesi Tenggara, dikeroyok kakak kelas.

Warga Tiga Desa di Kintamani Bangli Terisolasi Akibat Gempa Bali

Tiga desa yang terisolir akibat gempa Bali tersebut adalah Desa Trunyan, Desa Abangsongan dan Desa Abang Batudinding.

Saluran Air di Stasiun Bogor Bisa Jadi Beijing Lu Station ala Indonesia

Saluran air buatan Belanda di kawasan Stasiun Bogor, Jawa Barat bisa dijadikan sebagai destinasi wisata sejarah baru, seperti Beijing Lu Station ala Indonesia.

Ngeri! Mayat Perempuan Wajah Berlumuran Darah Ditemukan di Pinggir Tol

Sesosok mayat perempuan dengan wajah berlumuran darah ditemukan tergeletak di pinggir Tol Sedyatmo arah Bandara Soekarno-Hatta.

2 Korban Gempa M 4,8 Bali Yang Tertimbun Akhirnya Selamat

Dua dari empat orang korban gempa di Desa Terunyan, Kintamani, Bali, yang sempat tertimbun reruntuhan akhirnya selamat.

OTT Bupati Musi Banyuasin, KPK Endus dari Transaksi Perbankan

KPK mengendus suap pengadaan barang dan jasa infrastruktur melibatkan Bupati Muba, Dodi Reza Alex Noerdin, melalui transaksi perbankan.

Dewan Pers Minta MK Tolak Uji Materi UU Pers

Dewan Pers berhadap Mahkamah Konstitusi (MK) menolak judical review atau uji materi Undang-undang No.40/1999 tentang Pers.

Kronologi Versi MTs Harapan Baru Ciamis, Berawal dari Siswa Terpeleset

Pihak MTs Harapan Baru Ciamis menyebut kronologi 11 siswa tenggelam berawal dari siswa terpeselet dan temannya mencoba membantu saat berada di tepi Sungai Cileueur.

Full Buatan Tangan, Segini Harga Kerajinan Kulit Warga Taman Madiun

Harga kerajinan tangan Hendro Suwignyo dibanderol agak tinggi karena 100% buatan tangan.

Olala... Nenek Ini Shock Berat Kejatuhan Meteorit di Tempat Tidurnya

Batu tersebut tidak mengenai tubuh tapi tetap saja banyak berserakan puing-puing di wajah dan tubuh si nenek akibat hantaman or tak diundang tersebut.

Giliran Anak, KPK Tangkap Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex Noerdin

KPK menangkap anak mantan Gubernur Sumsel, Alex Noerdin, yakni Bupati Musi Banyuasin, Dodi Reza Alex Noerdin, dalam operasi tangkap tangan (OTT) Jumat, 15 Oktober 2021 malam.

Kasus Bullying Siswa SD di Jepara, Disdikpora: Sudah Damai

Masalah aksi bullying siswa SD di Jepara yang vidoenya viral dinyatakan sudah selesai oleh Disdikpora Jepara.