Tutup Iklan

Geregetan Banyak Hajatan Langgar Prokes, Sekda Sragen Keluarkan SE

Dalam surat edaran itu, Sekda mensyaratkan tujuh hal yang wajib dipatuhi warga masyarakat yang hendak menggelar hajatan.

 Sekretaris Daerah Sragen Tatag Prabawanto (tengah) menjelaskan tentang masa kerja perdes di Aula Sukowati Setda Sragen, Selasa (2/2/2021). (Solopos/Tri Rahayu)

SOLOPOS.COM - Sekretaris Daerah Sragen Tatag Prabawanto (tengah) menjelaskan tentang masa kerja perdes di Aula Sukowati Setda Sragen, Selasa (2/2/2021). (Solopos/Tri Rahayu)

Solopos.com, SRAGEN — Sekretaris Daerah (Sekda) Sragen Tatag Prabawanto geregetan dengan banyaknya pelanggaran protokol kesehatan dalam pelaksanaan hajatan di masyarakat. Sekda pun langsung mengeluarkan Surat Edaran No. 360/409/038/2021 tentang Pedoman Pelaksanaan Hajatan di Masyarakat Pada Saat PPKM Level 3 di Kabupaten Sragen, Selasa (14/9/2021).

SE tentang pedoman pelaksanaan hajatan tersebut disampaikan kepada pimpinan satuan kerja perangkat daerah (SKPD), pimpinan badan usaha milik negara (BUMN) atau badan usaha milik daerah (BUMD), camat, kades atau lurah, pimpinan instansi atau perusahaan swasta se-Kabupaten Sragen. Satuan tugas tingkat kecamatan sampai desa juga mendapatkan tembusan surat itu sebagai pedoman dalam pengawasan di lapangan.

“Dengan adanya SE itu agar masyarakat patuh karena banyak warga yang melanggar protokol kesehatan saat menggelar hajatan. SE ini sekaligus sebagai upaya antisipasi potensi pelanggaran protokol kesehatan di kemudian hari,” ujar Sekda saat dihubungi Solopos.com, Rabu (15/9/2021).

Baca juga: Banyak Warga Sragen Ajukan Izin Hajatan, Ini Aturannya Sesuai Instruksi Bupati

Dalam surat itu, Sekda mensyaratkan tujuh hal yang wajib dipatuhi warga masyarakat yang hendak menggelar hajatan. Pertama, warga yang hendak menggelar hajatan harus mengurus surat keterangan kesanggupan mematuhi protokol kesehatan ke kantor desa atau kantor kelurahan.

Kedua, jumlah tamu yang hadir pada sata hajatan dibatasi maksimal 20 orang dan wajib menerapkan protokol kesehatan minimal 3M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak) secara ketat.

Pelaksanaan Maksimal 2,5 Jam

Ketiga, penyelenggaran hajatan membentuk tik protokol kesehatan dengan melibatkan petugas kesehatan setempat. Keempat, durasi waktu pelaksanaan resepsi hajatan maksimal 2,5 jam dan selama hajatan dilarang membuka masker dengan alasan merokok, makan, minum, atau alasan apa pun dengan tujuan untuk mencegah penularan Covid-19.

Baca juga: Kisah Radio Umum Sragen, Primadona Warga yang Kini Terpinggirkan

Kelima, tidak boleh menyajikan rampatan makanan dan minuman secara langsung tetapi makanan dan minuman dikemas dalam paket tertentu untuk dibawa pulang dengan sistem drive thru.

Keenam, tidak boleh menggelar hiburan yang dapat menimbulkan kerumunan, jogetan, atau pesta minuman keras, tetapi hiburan yang tertib dan tidak menimbulkan hal-hal tersebut diperbolehkan dengan pengawasan ketat.

Sekda menjelaskan SE itu sebagai upaya mengingatkan kepada Satgas di tingkat kecamatan dan desa untuk melakukan law enforcement dengan harapan agar tidak terjadi klaster baru untuk Covid-19.

Baca juga: Warga 5 Desa di Sragen Ini Antusias Ikuti Vaksinasi Covid-19

Berita Terkait

Berita Terkini

320 Petani Milenial Klaten Diusulkan Ikut Pelatihan di Kementan

Pemkab Klaten mengusulkan ratusan petani milenial yang umurnya di bawah 40 tahun ikut pelatihan dari Kementerian Pertanian.

Apa Kabar Rencana Gedung RSUD Sukoharjo di Bekas Terminal Kartasura?

Saat pemerintahan Bupati Wardoyo Wijaya, lahan bekas Terminal Kartasura diproyeksikan untuk gedung unit II RSUD Ir Soekarno Sukoharjo.

Tak Sanggup, Pengelola Serahkan Rusunawa Begalon I ke Wali Kota Solo

Pengelola Rusunawa Begalon I Solo menyerahkan pengelolaan rusunawa tersebut ke Wali Kota Solo karena sudah tidak sanggup.

Populasi Kucing Jalanan Soloraya Naik saat Pandemi Corona, Mau Adopsi?

Pegiat komunitas pencinta kucing, Rudimeong, mengajak masyarakat untuk mengadopsi kucing jalanan ketimbang membeli.

Sebelum Terbakar, Pasar Janglot Sragen Pernah Hampir Direvitalisasi

Pasar Janglot, Tangen, Sragen, yang terbakar pada Sabtu malam hingga Minggu dini hari pernah hampir direvitalisasi beberapa tahun lalu.

Sudah Ada PJU, Warga Karangasem Sukoharjo Tak Perlu Takut Keluar Malam

Belasan lampu PJU bertenaga surya kini menerangi jalan Desa Karangasem, Kecamatan Bulu, Sukoharjo, bantuan dari Kementerian ESDM.

Pertandingan Pembuka Liga 2 di Stadion Manahan Solo Dijaga 350 Polisi

Pertandingan pembuka kejuaraan sepak bola Liga 2 di Stadion Manahan Solo, Minggu sore, dijaga ratusan aparat kepolisian.

Brankas Berisi Rp300 Juta Selamat dari Kebakaran Pasar Janglot Sragen

Brankas berisi uang Rp300 juta selamat dari kebakaran Pasar Janglot, Tangen, Sragen, yang menghanguskan puluhan kios dan los.

Unik! Ada Ormas Bernama Polokendho di Soloraya, Apa Saja Kegiatannya?

Organisasi kemasyarakatan atau ormas di Soloraya ini punya nama unik yakni Polokendho, anggotanya dari berbagai latar belakang profesi dan pekerjaan.

Innalillahi, Warga Solo Meninggal Mendadak Saat Piknik di Karangpandan

Warga Sangkrah, Solo, meninggal dunia secara mendadak saat hendak makan sambil menikmati pemandangan di Karangpandan, Karanganyar.

Polisi Ungkap Cara Pengedaran Upal Boyolali, Dijual hingga Modus Klenik

Pengedaran upal oleh komplotan yang tertangkap di Mojosongo, Boyolali, dilakukan dengan beberapa cara salah satunya modus klenik.

Penganut Hindu Klaten Minta Bangunan Tol Solo-Jogja Tak Tutupi Yoni

Penganut Hindu di Klaten meminta agar bangunan tol Solo-Jogja tak berada tempat di atas atau menutup yoni di tengah sawah Keprabon.

4 Jam Api Membara, Puluhan Los-Kios Pasar Janglot Sragen Jadi Arang

Kebakaran yang berlangsung selama empat jam menghanguskan puluhan los dan kios di Pasar Janglot, Kecamatan Tangen, Sragen.

Ada DPC PDIP di Jateng Dukung Ganjar, Ini Komentar Wawali Solo

Wawali Solo Teguh Prakoso yang juga Sekretaris DPC PDIP Solo menanggapi ihwal dukung mendukung Ganjar Pranowo di Pilpres 2024.

Selain Bhre-Paundra, Sosok Ini Dinilai Layak Pimpin Mangkunegaran Solo

Selain Bhre dan Paundra yang merupakan putra Mangkunagoro IX, ada sosok lain yang dianggap layak memimpin Pura Mangkunegaran Solo.