Hari Pertama Kebun Binatang Gembira Loka Diuji Coba, Banyak Pengunjung Kecewa

Sejumlah pengunjung Kubun Binatang Gembira Loka atau Gembira Loka Zoo belum diiizinkan masuk karena masih uji coba.

 Sejumlah wisatawan berkunjung ke GL Zoo di masa uji coba operasional wisata seiring dengan pemberlakuan PPKM level 3, Senin (13/9/2021). (Harian Jogja/Yosef Leon)

SOLOPOS.COM - Sejumlah wisatawan berkunjung ke GL Zoo di masa uji coba operasional wisata seiring dengan pemberlakuan PPKM level 3, Senin (13/9/2021). (Harian Jogja/Yosef Leon)

Solopos.com, JOGJA — Kebun Binatang Gembira Loka atau Gembira Loka Zoo mulai hari ini, Senin (13/9/2021), kembali dibuka namun secara terbatas. Pembukaan ini masih dalam tahap uji coba untuk penerapan protokol kesehatannya setelah ditutup lama akibat pandemi Covid-19.

Karena masih uji coba, jumlah pengunjung yang boleh masuk pun dibatasi. Akibatnya banyak pengunjung yang kecewa lantaran tidak bisa masuk kebun binatang.

Salah satunya adalah Hikmah, 42. Ia bersama rombongan keluarganya dari Makassar terpaksa harus puas berswafoto di depan pintu masuk Gembira Loka Zoo. Pengelola tak mengizinkan anak-anak di bawah usia 12 tahun berkunjung. Padahal, Hikmah mengajak putranya yang baru berusia 2,5 tahun. Akhirnya rombongannya memiliki untuk tidak masuk kebun binatang tersebut.

Baca Juga: Hore! Gembira Loka Zoo Jogja Segera Dibuka Lagi

“Saya dari Makassar ya kecewa karena bawa anak tidak boleh masuk. Padahal dari tadi malam sudah rencana dan bakalan liat satwa. Anak saya juga sangat senang kalau liat satwa jadi antusias sekali. Masalah vaksin kan sudah oke, naik pesawat kan juga sudah diperbolehkan, cuma usia di bawah 12 tahun kenapa tidak bisa, padahal kan di sini luar ruangan semua. Bebas dan tidak berdesakan. Masih banyak jarak lah. Jadi saya rasa kurang bagus kebijakannya,” kata ibu dua anak ini.

Hikmah menilai, aturan tidak memperbolehkan anak usia 12 tahun ke bawah untuk masuk ke wahana wisata edukasi kurang tepat. Pemerintah mestinya membuat pelonggaran atau pengecualian untuk anak-anak di bawah usia 12 tahun. Sebab, menurutnya wisata edukasi memang diperuntukkan bagi pembelajaran anak di usia dini. Sehingga, belajar sambil bermain dan mengenalkan beragam satwa bisa dilakukan dengan cara yang asyik.

“Karena masih di bawah 12 tahun jadi tidak bisa masuk. Pas memindai vaksin yang untuk saya tidak masalah karena sudah semua dan punya. Cuman anak kan ga boleh masuk dan kita ke sini penginnya kenalin dan edukasi anak soal satwa, yang mau lihat kan juga anak, orang dewasa cuman nemenin, makanya kecewa ya,” ujar Hikmah.

Baca Juga: Bayi Orangutan Kalimantan Lahir di Gembira Loka Zoo

Wajib PeduliLindungi

Pemerintah dan pengelola wisata memang menyepakati aturan yang ketat pada operasional di masa PPKM ini. Pemindai melalui aplikasi Pedulilindungi menjadi suatu hal yang wajib bagi pengunjung saat datang ke berbagai lokasi termasuk area wisata. Selain itu, pembatasan pengunjung dan batas usia juga diperhatikan. Jika pengunjung telah memenuhi syarat, baru diperbolehkan untuk masuk ke destinasi wisata.

Manajer Pemasaran GL Zoo, Yosi Hermawan menyebut, pembukaan wahana wisata itu telah dipersiapkan sejak beberapa waktu lalu. Selain telah menyelesaikan vaksinasi kepada para karyawan, pihaknya juga telah mengantongi sertifikat CHSE dan mendapatkan alat pemindai pengunjung melalui aplikasi Pedulilindungi.

“Secara khusus pada hari ini kami memang belum buka, tapi tidak menutup kemungkinan kalau ada pengunjung tetap kita terima kalau sesuai dengan persyaratan, misalnya harus vaksin dan wajib sehat, dua itu merupakan syarat utama ya dan anak usia 12 tahun ke bawah belum bisa masuk,” ujar Yosi.


Berita Terkait

Berita Terkini

Warga Gunungkidul Bebas Pilih Vaksin, Ini Jenis yang Paling Diminati

Pemerintah Kabupaten Gunungkidul memberikan kebebasan bagi warganya untuk memilih jenis vaksin Covid-19.

Kabar Baik! Tak Ada Zona Merah di Jogja, Tinggal Satu Oranye

Wakil Wali kota Jogja, Heroe Poerwadi, mengumumkan tidak ada lagi kelurahan di Kota Jogja yang masuk zona merah, dan tersisa satu yang zona oranye.

Gelar Workshop Kewirausahaan, ITNY Jogja Siap Cetak Technopreneur Muda

Institut Teknologi Nasional Yogyakarta (ITNY) menyelenggarakan workshop pengembangan kewirausahaan, Sabtu (16/10/2021).

Kemiskinan Kulonprogo Tembus 18,1 Persen, DPRD Minta Ada Evaluasi

Tingginya angka kemiskinan di Kulonprogo menjadi sorotan DPRD setempat. Legislatif ingin ada Pemkab mengevaluasi program pengentasan kemiskinan.

Pemkot Jogja Ingin Seluruh Wisata di DIY Bolehkan Anak 12 Tahun Masuk

Pemerintah Kota atau Pemkot Jogja berharap seluruh tempat wisata di Yogyakarta diizinkan untuk memperbolehkan anak usia di bawah 12 tahun masuk ke kawasan wisatanya.

Ternyata... Gaji Debt Collector Pinjol Ilegal di Sleman Setara UMR

Debt collector salah satu kantor pinjol ilegal di ruko lantai 3, Jalan Prof Herman Yohanes, Depok, Sleman, DIY digaji sesuai UMR Yogyakarta.

Pemkot Jogja Tidak Lagi Gunakan Metode Swab untuk Tes Covid-19, Lalu?

Pemerintah Kota Jogja tidak akan lagi menggunakan metode swab dalam pengambilan sampel tes Covid-19.

Bertambah, Pasien Covid-19 Klaster Senam Sehat di Bantul Jadi 14 Orang

Jumlah pasien Covid-19 dari klaster senam di Mbelan, Sidomulyo, Bambanglipuro, Kabupaten Bantul terus bertambah hingga Kamis (14/10/2021), tercatat 14 orang.

Ini Daftar Wisata Terbaru di Yogyakarta yang Instagramable

Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki beragam destinasi wisata terbaru yang layak dikunjungi.

Wisata Pantai di Gunungkidul Kapan Buka?

Inilah penjelasan kenapa sampai saat ini objek wisata pantai di Gunungkidul tak kunjung dibuka.

Jual ke Penyedia Nikah Siri, Komplotan Pencuri Buku Nikah Diringkus

Aparat Polres Gunungkidul meringkus komplotan pencurian spesialis buku nikah dan akta nikah untuk dijual lagi ke penyedia jasa nikah siri dan kawin kontrak.

Tabrakan Pikap dan Scoopy Di Kulonprogo, Dua Orang Tewas di TKP

Dua orang meninggal dunia seketika di tempat kejadian perkara (TKP) kecelakaan antara pikap dan Scoopy di Kulonprogo.

Gempa 4,9 Magnitudo Goyang Yogyakarta, Warga Berhamburan Keluar Gedung

Gempa bumi berkekuatan 4,9 Magnitudo yang terjadi di Pacitan, Jawa Timur, turut dirasakan warga Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

7 Warga Positif Covid-19 dari Klaster Tilik Bantul Dipindahlan ke RSLKC

Warga yang terpapar Covid-19 dari klaster tilik di Srigading, Saden, Bantul mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Lapangan Khusus Covid (RSLKC) Bambanglipuro Bantul.

Gempa Kekuatan Magnitudo 4,9 Guncang Yogyakarta Siang Ini

Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) diguncang gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,9 di ke kedalaman 10 kilometer (km) dan pusat gempa di perairan selatan Jawa.