Ibu Positif Covid-19, Bolehkan Berikan ASI Eksklusif ke Buah Hati?

Diperlukan dukungan baik kepada ibu menyusui agar tetap memberikan ASI eksklusif kepada bayinya apa pun status kesehatan sang ibu.

 Ilustrasi ibu menyusui. (Freepik)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi ibu menyusui. (Freepik)

Solopos.com, SOLO — Sudah menjadi rahasia umum, pemberian air susu ibu atau ASI eksklusif punya banyak manfaat bagi bayi. Bahkan, seorang ibu yang positif Covid-19 tetap bisa memberikan ASI eksklusif kepada sang buah hati.

Diketahui, ASI dari ibu yang terkonfirmasi positif mengalir antibodi Imunoglobulin A dan G, Lactalbumin, dan Lactoferin yang secara spesifik menjadi benteng perlawanan terhadap SARS COV-2. Ini adalah imunisasi pasif alami dari ibu penyintas Covid-19 kepada bayinya.

ASI yang diberikan secara eksklusif dalam enam bulan pertama diyakini dapat meningkatkan kekebalan bayi terhadap virus corona. Diperlukan dukungan baik kepada ibu menyusui agar tetap memberikan ASI eksklusif kepada bayinya apa pun status kesehatan sang ibu.

Sebab, menyusui secara signifikan mampu meningkatkan derajat kesehatan, perlindungan maupun kesejahteraan untuk ibu, bayi, maupun keluarga.

Baca Juga: Mahasiswa UMY Ciptakan Kaus Pelancar ASI, Mantap Lur!

Hal itu menjadi perhatian Pelaksana tugas (Plt) Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan, Kartini Rustandi, dalam webinar beberapa waktu lalu.

Menurut Satuan Tugas Covid-19 Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Wiyarni Pambudi, ibu menyusui yang terkonfimasi positif virus SARS COV-2 tetap bisa memberikan ASI eksklusif kepada buah hatinya. Justru berdasarkan hasil penelitian, ASI pada ibu positif Covid-19 memiliki kandungan antibodi yang tinggi.

“Pada ASI ibu yang terkonfirmasi positif ternyata mengalir antibodi Imunoglobulin A dan G. Mengalir pula Lactalbumin, Lactoferin dan lain-lain yang secara spesifik merupakan benteng perlawanan terhadap SARS COV-2. Inilah yang disebut imunisasi pasif alami, yang diberikan ibu penyintas Covid-19 kepada bayinya,” kata Wiyarni sebagaimana dilansir dari indonesia.go.id.

Wiyarni menambahkan, antivitas antibodi sIgA spesifik SARS COV-2 dan IgG spesifik dalam air susu penyintas Covid-19 mampu bertahan selama 7–10 bulan pascainfeksi.

Peningkatan kekebalan tubuh, juga ditemukan pada ibu menyusui yang telah mendapatkan vaksinasi Covid-19. Bahkan, kadar antibodinya telah meningkat sejak 14 hari pascapenyuntikan pertama.

Baca Juga: Pandemi Boleh Terjadi, Menyusui Jangan Berhenti

“Pada ibu yang telah vaksinasi Covid-19 ditemukan kadar antibodi slgA spesifik SARS COV-2 dalam ASI meningkat pesat dalam waktu 14 hari pascavaksinasi dosis pertama, semakin kuat setelah minggu ke-4 dan terukur lebih tinggi pada minggu ke-5 dan ke-6,” terangnya.

Dalam dua kondisi tersebut, dukungan dan semangat terhadap ibu menyusui untuk memberikan ASI eksklusif kepada buah hatinya harus terus disuarakan terutama saat pandemi. Sebab, selain sebagai sumber makanan utama, ASI juga penting untuk melindungi bayi dari paparan Covid-19.

Satgas Covid-19 IDAI mencatat hingga akhir Juli 2021 sebanyak 447 anak berusia di bawah 1 tahun meninggal akibat Covid-19, yang mana 16 persen di antaranya adalah bayi baru lahir.

Oleh karenanya, aktivitas menyusui tidak boleh terputus kendati ibu menyusui adalah kontak erat maupun telah terkonfirmasi positif Covid-19. ASI dapat diberikan dengan tetap melakukan protokol kesehatan ketat dan tidak mengalami gejala yang berat, jadi ibu masih bisa menyusui langsung.

Baca Juga: Kenali Tanda-Tanda Ibu Sudah Siap Berhenti Menyusui

Apabila sang ibu merasa dirinya lemah dan tidak memiliki kekuatan untuk menyusui langsung, maka bayi dapat diberikan ASI perah (ASIP) baik oleh ibu maupun anggota keluarga yang lain.

“Menyusui tidak boleh terputus apa pun status ibu. Apabila kondisisnya tidak memungkinkan, ibu yang positif dan dirawat harus didukung agar bisa memerah ASI. Jika ibu masih kuat, lanjutkan dengan tetap mengikuti protokol pencegahan Covid-19,” pesannya.


Berita Terkait

Berita Terkini

Manfaat Menonton Film Horor Bisa Melepaskan Stres dan Kecemasan

Selain mendatangkan manfaat, film horor dapat berdampak negatif pada beberapa orang, terutama mereka yang lebih sensitif terhadap kecemasan.

6 Langkah Cegah Gelombang 3 Covid-19

Pemerintah menyiapkan enam strategi khusus untuk mengantisipasi gelombang ketiga Covid-19.

Tak Kuat Cuaca Esktrem, Perempuan di Bekasi Mandi dengan Air Es

Seorang perempuan melakukan hal unik untuk mendapatkan kesegaran di cuaca yang panas, yakni dengan mandi dengan air es.

Begini Cara Memacu Kualitas Belajar Si Kecil

Untuk meningkatkan kualitas belajar Si Kecil dan memaksimalkan memori otak serta tumbuh kembang anak, pemberian nutrisi terbaik juga perlu diperhatikan. Mulai dari makanan pokok, camilan, hingga asupan tambahan seperti susu anak.

Resep Cara Membuat Pancake Teflon dan Pakai Takaran Sendok

Berikut ini terdapat resep dan cara membuat pancake dengan teflon dan hanya pakai takaran sendok. Hasilnya lembut dan enak!

Bos Indomaret Tabrakan di Tol Cipularang, yang Dikenal Jalan Terangker

Lokasi kecelakaan Bos Indomaret, Yan Bastian, di Tol Cipularang ternyata dikenal angker dan menyimpan kisah misteri.

Doa Mimpi Buruk dan Hal yang Harus Dilakukan dalam Islam

Selain doa, berikut ini terdapat hal yang harus dilakukan kalau mengalami mimpi buruk dalam ajaran Islam, sesuai disarankan Nadhlatul Ulama (NU).

Hasil Penelitian: Tak Perlu 10.000 Langkah per Hari Agar Panjang Umur

Penelitian baru dari para ilmuwan di Amerika Serikat menyimpulkan tidak perlu 10.000 langkah per hari untuk bisa panjang umur.

Waduh Seram! Penumpang Becak Mendadak Hilang Misterius

Pemilik akun lainnya memberikan cerita lebih lengkap kejadian penumpang becak mendadak hilang secara misterius itu lantaran terjadi di sekitar tempat tinggalnya.

Pulang ke Rumah Seperti Tukul, Begini Cara Rawat Pasien Stroke di Rumah

Tata laksana rawat pasien stroke di rumah memang tidak mudah, namun jangan menyerah.

Trending Topic di Twiter, Ini Penyebab Satpam BCA Selalu Ramah

Warganet pun ramai-ramai membuat cuitan tentang topik ini, hingga kata Satpam BCA pun menjadi trending di Twitter.

Hasil Penelitian: 3 Vaksin Ini Tidak Butuh Booster Hingga 8 Bulan

Para peneliti menemukan tanda yang menunjukkan ketiga vaksin menghasilkan perlindungan kuat dan tahan lama dari risiko keparahan penyakit sehingga tidak perlu booster.

Kenali Kram Otot Seperti Dialami Pebulutangkis Denmark Anders Antonsen

Olahraga dalam waktu yang lama atau aktivitas fisik, terutama dalam cuaca panas, dapat menyebabkan kram otot.

Keren! Bocah 15 Tahun Ini Bisa Mainkan Musik DJ dan Wayang Bersamaan

Meski berumur 15 tahun, Lionel pandai bermain piringan hitam dan mampu mengombinasikan dengan permianan wayang.

Inil Bacaan Doa Saat Ziarah Kubur dan Tata Caranya

Inilah doa yang dipanjatkan ketika berziarah kubur lengkap dengan arti dan tata caranya.

Hari Pangan Sedunia 2021: Sudah Tepatkah Kita Memperlakukan Pangan?

Peringatan Hari Pangan Sedunia bertujuan untuk mempromosikan kesadaran dan tindakan global terhadap kelaparan serta untuk menyoroti perlunya memastikan pola makan yang sehat untuk semua.