Ingat Pesilat Konvoi di Sragen Juli Lalu? Berikut Sanksi Mereka

Aksi konvoi pesilat di tengah pemberlakukan PPKM di Sragen Juli lalu berakhir dengan diversi.

Aksi konvoi yang dilakukan sejumlah pesilat di Sragen Juli lalu rupanya melibatkan sejumlah anak di bawah umur. Sebanyak 12 pesilat diketahui mengikuti aksi itu dan dinyatakan melanggar Pasal 14 ayat (1) UU No. 6/2006 tentang Karantina Kesehatan dengan ancaman hukuman satu tahun penjara.

Akan tetapi, proses hukum yang menjerat mereka akhirnya diselesaikan secara diversi. Proses hukum terhadap para pesilat yang tergabung dalam Ikatan Keluarga Silat Putra Indonesia (IKSPI) Kera Sakti itu diselesaikan secara diversi karena mereka masih di bawah umur. Hal itu disampaikan jajaran Polres Sragen kepada wartawan, Senin (30/8/2021).

Satreskrim Polres Sragen menyerahkan ke-12 anak yang berusia 14-17 tahun itu ke Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Solo di Mapolres Sragen. Penyerahan 12 anak ke Bapas itu didampingi orang tua mereka masih-masing.


Berita Terkait

Berita Terkini

Disuntik Dana Rp400 Juta, Begini Jadinya Wisata Bukit Sidoguro Klaten

Penampakan Bukit Sidoguro, Bayat, Klaten, sejak digelontor dana Rp400 juta.

Brang-Brong Naik Motor di Sukoharjo, Siap-Siap Kenalpot Dimusnahkan

Seratusan kenalpot brong dimusnahkan jajaran Satlantas Polres Sukoharjo

VIDEO: Pernyataan Lengkap FX Rudy Tanggapi Istilah "Kader Celeng"

Pernyataan lengkap Ketua DPC PDIP Solo FX Hadi Rudyatmo tanggapi istilah 'Kader Celeng'.

Tanpa Komando, Pasukan Pemburu Ikan Serbu Saluran Dam Colo

Warga serbu saluran air Dam Colo, Sukoharjo, untuk memburu ikan di saat saluran ditutup untuk pemeliharaan irigasi.

Wisata Candi Cetho Sudah Dibuka, Catat Syarat Masuknya

Bukti telah mendapat vaksin menjadi syarat masuk objek wisata Candi Cetho, Karanganyar.

Dampak Status PPKM Level 2 di Tawangmangu Karanganyar

Penurunan status PPKM ke level 2 langsung dirasakan di kawasan wisata Tawangmangu, Karanganyar.

Shopee Buka Kantor di Solo, Cek Cara Daftar Kerja di Shopee

Shopee buka kantor di Solo dan membuka lowongan kerja.

Penuhi Nazar, Guru Olahraga Jalan Klaten-Jogja

Guru olahraga di Klaten penuhi nazar diterima sebgai PPPK dengan jalan kaki 42 kilometer.

Gaya Kaesang Pangarep Susul Suporter di Kantor Polisi

Komisaris Persis Solo, Kaesang Pangarep susul ratusan pemuda diduga suporter di kantor polisi.

Excelsa, Kopi “Tumbal” Kopi dari Ampel Boyolali

Excelsa, jenis kopi dari varietas dewevrei yang punya riwayat dijadikan tumbal kopi robusta dan arabika dari serangan hama.

Brownies Motif Batik Klaten Penuhi Permintaan Pasar Nusantara

Brownies motif batik dikirim memenuhi pesanan dari Medan, Gorontalo dan lainnya.

Kisah Nabila, Anak Wonogiri yang Gigih Mewujudkan Mimpi

Kisah anak SD di Wonogiri yang berinisiatif berjualan cilok untuk membantu orang tua di tengah masa pembelajaran jarak jauh.

Viral 4 Bocah Nyelonong ke Tol Demi Konten Truk Oleng

Video Viral bocah nyelonong masuk Tol di Boyolali demi konten truk oleng.

Tikus Pithi, Benarkah Sekadar Boneka Politik?

Pimpinan Tikus Pithi, Tuntas Subagyo buka-bukaan tentang keberadaan barisannya di balik kontestasi politik selama ini.

Kompor Bikinan Lulusan SMP asal Klaten Laris di Pasar Online

Kompor khusus untuk memasak serabi bikinan warga Klaten diminati pasar melalui penjualan online.