Kebakaran Pasar Janglot Sragen: 50 Kios Kobong, Rp4,1 Miliar Melayang

Nilai kerugian akibat kebakaran di Pasar Janglot Sragen, Jawa Tengah, Minggu (26/9/2021) diperkirakan mencapai Rp4,1 miliar.

 Para warga dan pedagang melihat puing-puing material kios dan los yang ludes terbakar di Pasar Janglot, Katelan, Tangen, Sragen, Minggu (26/9/2021). (Istimewa/Dipesrindag Sragen)

SOLOPOS.COM - Para warga dan pedagang melihat puing-puing material kios dan los yang ludes terbakar di Pasar Janglot, Katelan, Tangen, Sragen, Minggu (26/9/2021). (Istimewa/Dipesrindag Sragen)

Solopos.com, SRAGEN — Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sragen mencatat kebakaran yang melanda Pasar Janglot, Tangen, mengakibatkan 43 petak los dan tiga kios ludes terbakar serta empat kios/los terdampak. Polres Sragen menaksir kerugian akibat kebakaran di Pasar Janglot tersebut mencapai Rp4,1 miliar.

Kapolres Sragen AKBP Yuswanto Ardi melalui Kasubbag Humas Polres Sragen AKP Suwarso saat dihubungi Solopos.com, Minggu (26/9/2021), menyampaikan kebakaran Pasar Janglot Tangen itu terjadai pada pukul 23.20 WIB. Dia menerangkan peristiwa kebakaran tersebut dilaporkan dari Lurah Pasar Janglot Jumali ke Mapolsek Tangen.

Suwarso menerangkan peristiwa itu berawal ada seorang warga Sukardi, 72, duduk-duduk di belakang rumahnya yang dekat dengan pasar dan melihat ada asap melambung tinggi bewarna hitam. Dia mengatakan saksi Sukardi itu langsung berlari lewat samping rumahnya karena dikira yang terbakar tokonya ternyata yang terbakar Pasar Janglot.

Baca juga: Ngeden Ternyata Memicu Pendarahan Otak, Waspada!

“Sukardi berteriak meminta tolong dan datang saksi kedua Kunto Cahyono, 37, bersama warga lainnya. Mereka berusaha memadamkan api. Kemudian ada delapan unit pemadam kebakaran yang datang dengan disuplai empat unit mobil tangka air. Api berhasil dipadamkan pada Minggu (26/9/2021) pukul 04.10 WIB. Kerugian akibat kebakaran diperkirakan mencapai Rp4,1 miliar,” ujar Suwarso berdasarkan laporan dari Kapolsek Tangen AKP Zaini.

Dia mengatakan tidak ada korban jiwa dalam musibah itu tetapi kerugian material cukup banyak, meliputi kios sebanyak tujuh unit, masing-masing berukuran 3 x 5 meter dengan dinding tembok, atap kayu dan genting. Selain itu, ujar dia, ada 50 los dengan ukuran 2 x 2 meter, dengan dinding papan kayu beratap seng. Puluhan los itu digunakan 57 orang pedagang.

“Masing-masing kios dan lo situ berisi barang dagangan yang mudah terbakar. Untuk kepastiannya masih menunggu Tim Identifikasi Polres Sragen. Penyebab kebakaran diduga karena korsleting,” ujarnya.

Baca juga: Pasar Janglot Tangen Sragen Terbakar, Puluhan Los Ludes

Sementara, Kabid Penataan Pasar Disperindag Sragen, Tommy Isharyanto, mencatat ada sebanyak 43 petak los dari empat deret los yang ludes dalam kebakaran di Pasar Janglot itu. Dia menerangkan masing-masing petak los berukuran 1,5 x 2 meter.

Dia juga mencatat ada empat kios yang terbakar dan ada tiga kios serta satu los yang terdampak kebakaran, yakni bagian atap rusak terbakar.

“Kami masih proses perhitungan kerugian. Jumlah los dan kios yang terbakar juga masih terus dalam perhitungan karena ada yang di luar los atau kios yang terkena dampak. Dari pedagang berharap ada perbaikan ke depan,” kata Tommy.

Warga Katelan, Tangen, Sri Wahono, berharap dengan peristiwa kebakaran Pasar Janglot, Pemkab Sragen segera membangunnya kembali. Dia mengatakan Pasar Janglot itu dibangun pada 1981 dan sampai sekarang belum dibangun.

“Pasar itu sudah saatnya dibangun. Pada 2019 ada wacana pembangunan tetapi sampai sekarang belum terealisasi,” ujarnya.


Berita Terkait

Berita Terkini

PKR Ingin Ramaikan Pemilu 2024, KPU Solo Jelaskan Syarat-Syaratnya

Ketua KPU Solo Nurul Sutarti menjelaskan syarat-syarat yang harus dipenuhi Partai Kedaulatan Rakyat atau PKR jika ingin ikut meramaikan Pemilu 2024.

Kasus Menwa UNS Solo, BEM SV: Evaluasi Jangan sampai Ancam UKM Lain

BEM SV UNS Solo meminta agar evaluasi menyeluruh terhadap unit kegiatan mahasiswa atau UKM sebagai dampak kasus Menwa tidak mengancam UKM lain.

Gibran Soroti Ramainya Pengunjung Objek Wisata Solo Saat Akhir Pekan

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka meminta pengelola objek wisata menerapkan strategi untuk mencegah kerumunan saat pengunjung membeludak.

Karanganyar akan Ada 2 PT, Terbaru Universitas Muhammadiyah Jawa Tengah

Kabupaten Karanganyar akan memiliki dua universitas dalam waktu dekat, terbaru universitas yang cukup besar milik Persyarikatan Muhammadiyah yakni Universitas Muhammadiyah Jawa Tengah.

Ngaku Tak Kenal Tuntas Subagyo, Gibran Komentar Begini soal PKR

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka mengaku tak kenal Tuntas Subagyo, Ketua Tikus Pithi Hanata Baris yang mengusung Bajo di Pilkada 2020.

Megah! Kantor DPC PDIP Solo bakal Dibangun 4 Lantai

DPC PDIP Solo akan merobohkan bangunan kantor mereka saat ini dan menggantikan dengan gedung berlantai empat di lahan yang sama.

Satlantas Sukoharjo Bentuk Kelompok Sadar Lalu Lintas, Apa Tugasnya?

Satlantas Polres Sukoharjo memberikan pelatihan dan membentuk kelompok sadar tertib lalu lintas kepada para supeltas dan driver ojek ojol.

Komitmen dan Kesetiaan Sahabat Kawal Kasus Gilang Mahasiswa UNS Solo

Para sahabat Gilang Endi Saputra berkomitmen mengawal kasus mahasiswa UNS Solo yang meninggal saat mengikuti diklat Menwa, Minggu (24/10/2021).

Percepat Digitalisasi, Tawangsari Boyolali Punya 1.400 Pengguna QRIS

 Jumlah itu menyumbangan sekitar 7,36 persen dari total pengguna QRIS di Boyolali yang mencapai 19.000 pengguna.

Ini yang Pemkab Sragen Lakukan Atasi Covid-19 sehingga Diapresiasi BNPB

Bupati Sragen mengklaim melakukan inovasi luar biasa dalam mempercepat program vaksinasi Covid-19.

Jadi Desa Digital, Tawangsari Pertama Gunakan QRIS di Boyolali

Butuh pendekatan khusus agar masyarakat mau beralih ke transaksi non tunai.

Sragen Masuk 30 Besar Anugerah Tangguh Adhiwarsana BNPB, Apa Itu?

Penanganan pandemi Covid-19 di Sragen mendapat apresiasi dari BNPB.

Soal Tuntutan Pembubaran Menwa, Ini Tanggapan Konas Menwa Indonesia

Kepala Staf Konas Menwa Indonesia menanggapi banyaknya tuntutan pembubaran Menwa menyusul kasus dugaan kekerasan terhadap salah satu peserta diklat di UNS Solo.

Gugatan Ditolak PTUN, Praja Ajukan Banding Soal Masa Kerja Perdes

Praja Sragen akan mengajukan banding atas ditolaknya gugatan mereka oleh PTUN Semarang terkait pemangkasan masa kerja perangkat desa.

Desa Tawangsari Boyolali Deklarasikan Diri sebagai Desa Digital

Digitalisasi ini terlihat dari perubahan transaksi perdagangan di desa itu yang semula tunai kini menjadi nontunai.