Litto Kantongi Surat Kesesuaian Tata Ruang, Begini Sikap DPRD Bantul

DPRD Bantul akan meminta kejelasan dan duduk perkara, terkait berdirinya hotel dan restoran Little Tokyo di RT 5 Gunung Cilik, Muntuk, Dlingo, Bantul, yang diduga belum mengantongi izin.

 Nuansa Jepang di kawasan wisata Little Tokyo di Muntuk, Dlingo, Bantul, DIY. (Istimewa)

SOLOPOS.COM - Nuansa Jepang di kawasan wisata Little Tokyo di Muntuk, Dlingo, Bantul, DIY. (Istimewa)

Solopos.com, BANTUL — Dua Kepala Dinas di Lingkungan Pemkab Bantul, yakni Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang (Dispertaru) serta Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) dijadwalkan akan bertemu dengan Komisi C DPRD Bantul, Senin (27/9/2021).

Pertemuan di Gedung DPRD Bantul tersebut dilakukan sebagai upaya dari Komisi C mendapatkan kejelasan dan duduk perkara, terkait berdirinya hotel dan restoran Little Tokyo di RT 5 Gunung Cilik, Muntuk, Dlingo, Bantul, yang diduga belum mengantongi izin.

“Kami akan tanya mengenai proses pembuatan izinnya. Bagaimana? kok bisa pembangunan hampir selesai, Litto belum memiliki izin Amdal, dan IMB,” kata Ketua Komisi C DPRD Bantul Dwi Kristiantoro, Minggu (26/9/2021) seperti dikutip dari Harian Jogja.

Dwi mengungkapkan, pihaknya sengaja memanggil kepala Dispertaru Bantul, untuk menanyakan secara khusus, terkait rekomendasi kesesuaian tata ruang yang dikeluarkan oleh Dispertaru Bantul.

Baca Juga: Capaian Vaksinasi Di Bantul Dinilai Rendah, Ini Penjelasan Dinkes

Alhasil, atas adanya rekomendasi dari Dispertaru tersebut, mau tidak mau Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu (DPMPT) harus mengeluarkan Izin Penggunaan dan Pemanfaatan Tanah (IPPT) dari pertanian menjadi nonpertanian.

“Dan ini akan kami klarifikasi. Kok bisa Dispertaru mengeluarkan rekomendasi?” jelasnya.

Sementara untuk DPUPKP, klarifikasi dilakukan terkait dengan uji kelayakan yang harus dilakukan terhadap bangunan Litto. Sebab, jika tidak layak secara struktur, seharusnya DPUPKP tidak mengeluarkan sertifikat layak fungsi. “Untuk itu kami panggil mereka,” ungkapnya.

Sebelumnya dalam inspeksi mendadak (sidak) yang digelar oleh Komisi A dan Komisi B DPRD Bantul, ke Litto, Kamis (23/9/2021), GM Litto Ari Setyawan mengaku telah mendapatkan informasi dari owner Litto jika perizinan belum ada.

Baca Juga: Musim Kemarau Basah, Sejumlah Wilayah Di Bantul Alami Kekeringan

Owner Berdomisili di Jakarta

Padahal, proses pembangunan Litto telah dimulai sejak 2019. Manajemen Litto sendiri baru terbentuk pada awal 2021. “Jadi soal pembangunan kami tidak tahu. Tahunya setelah owner kami mengakui kepada jika masih ada persoalan perizinan,” katanya.

Lebih lanjut Ari mengatakan, jika owner dari Litto ada sekitar 5 orang, dan berdomisili di Jakarta. Meski demikian, mereka sejatinya berasal dari Jogja. Karena mereka adalah alumni SMA N 1 Kota Jogja.

Adapun dua dari lima owner Litto tersebut adalah Kwin dan Irma Devita Purnamasari. Irma diketahui sejak awal tercatat dalam proses pengajuan izin pada 2020 lalu. Bahkan, Irma Devita yang diketahui adalah notaris di Jakarta Utara tersebut telah mengantongi izin prinsip yang ditandatangani oleh Bupati Bantul saat itu, yakni Suharsono.

Baca Juga: Kebijakan Ganjil Genap Objek Wisata Bantul Dievaluasi

Surat izin prinsip sendiri tercatat dikeluarkan pada 8 Mei 2020. Selain itu di tanggal yang sama yakni 8 Mei 2020, telah dikeluarkan surat kesesuaian tata ruang yang ditandatangani oleh Kepala Dinas Tata Ruang Bantul Suprianto.

Namun dalam perkembangannya, proses perizinan mengalami kendala. Ari menyatakan jika proses perizinan berhenti di BPN. Sebab, tanah yang dibeli ternyata masih letter C. Padahal untuk kepengurusan izin mendirikan bangunan status tanah harus sudah Sertifikat Hak Milik (SHM).

“Dari dinas perizinan mintanya status tanah harus SHM. Ini yang lama, karena kami harus menunggu dari BPN,” jelasnya.


Berita Terkait

Berita Terkini

Aplikasi Disiapkan, Jalan-Jalan di Malioboro Bakal Dibatasi 2 Jam

Pemkot Jogja tengah menyiapkan penerapan aplikasi Sugeng Rawuh untuk membatasi jam kunjungan wisatawan saat jalan-jalan di Malioboro.

Ini Target Waktu Pembebasan Lahan Tol Jogja Solo Seksi 1

Proses pembebasan lahan jalan tol Jogja Solo di Purwomartani, Kalasan sudah menyerap anggaran Rp344 miliar.

Cinta Ditolak, Pemuda Ini Sebar Foto Bugil ABG Gebetan di Medsos

Seorang pemuda tega menyebarkan foto bugil ABG gebetannya di media sosial karena cintanya ditolak.

Waduh! Niat Cari Kerja, ABG di Sleman Jadi Korban Pencabulan Pelaku LSL

Seorang ABG atau remaja di Sleman menjadi korban pencabulan pelaku homoseks laki suka laki atau LSL yang mengiming-imingi pekerjaan.

Misteri Jenazah Mularti di Muara Sungai Opak Bantul, Korban Pembunuhan?

Polisi menyelidiki kematian Mularti, 56, yang ditemukan meninggal di muara Sungai Opak Bantul, Senin (25/10/2021) pukul 11.30 WIB dalam kondisi luka di muka.

Gempa Bantul Pagi Ini, Hanya Terasa 5 Detik

Gempa magnitudo 3,2 di tenggara Kabupaten Bantul hanya dirasakan selama lima detik.

Gempa Bumi M 3,2 di Tenggara Bantul, Pusat Gempa di Darat

Gempa bumi magnitudo 3,2 terjadi di sebelah tenggara Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Selasa (26/10/2021).

GSST Gunungkidul Diselenggarakan dengan Menerapkan Prokes Ketat

Kabupaten Gunungkidul menyelenggarakan GSST mulai Minggu (24/10/2021) hingga Rabu (3/11/2021) di masa pandemi Covid-19 dengan menerapkan protokol kesehatan.

Longgarkan Aktivitas Masyarakat, Pemkab Gunungkidul Ingatkan Prokes

Pemkab Gunungkidul menghimbau masyarakat untuk selalu taat protokol kesehatan dan menggunakan aplikasi PeduliLindungi karena pemerintah sudah melonggarkan aktivitas.

Ngeri! Wisatawan Di Bantul Temukan Bangkai Penyu Tanpa Kepala

Seekor penyu cukup besar yang ditemukan mati gegerkan Warga di sekitar Pantai Pandansari, Gadingsari, Sanden, Bantul

Desa Srigading Bantul Perbolehkan Hajatan, Tapi Hanya 50 Orang Tamu

Desa Srigading, Kapanewon Sanden, Kabupaten Bantul, DIY menerapkan aturan tertentu untuk mencegah persebaran Covid-19 dari klaster hajatan, yakni membatasi 50 orang tamu.

Dugaan Penyebab Kematian Pemuda Madiun Tinggalkan Pesan di Indekos

Seorang pemuda asal Kota Madiun, Jawa Timur (Jateng) ditemukan meninggal dunia di kamar indekos di Kabupaten Sleman dengan meninggalkan pesan di secarik kertas.

Pemuda Madiun Ditemukan Meninggal di Indekos Sleman, Begini Pesannya

Seorang pemuda asal Madiun ditemukan meninggal dunia di kamar indekos yang belokasi di Kabupaten Sleman, Yogyakarta.

Polresta Jogja Ambil Alih Kasus Pelemparan Bus Arema FC

Polresta Jogja mengambil alih proses penanganan dan pengusutan kasus pelemparan bus Arema FC dari Polsek Gondokusuman yang terjadi beberapa waktu lalu.

Objek Wisata Kulonprogo Buka Terbatas, Pengelola Diminta Bentuk Satgas

Dinas Pariwisata Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) resmi menguji coba 31 objek wisata untuk dibuka secara terbatas pada Sabtu (23/10/2021).

Hasil Swab PCR, 1 Siswa di Sleman Positif Covid-19

Sesuai kebijakan Bupati Sleman, pembelajaran tatap muka di sekolah siswa yang positif Covid-19 ditutup sementara waktu.