Masyarakat Bantul Diminta Jangan Pilih-pilih Merk Vaksin Ya

Berdasarkan data-data yang ada, seluruh vaksin memiliki daya proteksi terhadap Covid-19. Sehingga warga tak perlu pilih-pilih

 Suasana vaksin pelaku wisara dan masyarakat umun di Grand Puri Water Park Bantul pada Selasa (14/9).(Harian Jogja/Catur Dwi Janati)

SOLOPOS.COM - Suasana vaksin pelaku wisara dan masyarakat umun di Grand Puri Water Park Bantul pada Selasa (14/9).(Harian Jogja/Catur Dwi Janati)

Solopos.com, BANTUL — Di tengah upaya percepatan vaksinasi oleh pemerintah, masyarakat diminta untuk tidak pilih-pilih merk vaksin yang diberikan. Semua vaksin dinilai halal, aman dan sehat serta memiliki kebermanfaatan.

Panewu (Camat) Bantul, Fauzan Muarifin menuturkan memang ada beberapa warga yang memilih-milih jenis vaksin. Menurutnya fenomena tersebut dilandasi akan keyakinan vaksin satu lebih baik ketimbang vaksin lainnya. “Sekarang memang ada, enggak banyak tapi ada fenomena warga pilih-pilih vaksin,” ujarnya pada Rabu (15/9).

“Wah kalau  Sinovac kurang mandi, kurang sip. Ketika ada Moderna enggak jadi ikut Sinovac, ikut yang Moderna, padahal sudah entry data,” imbuhnya.

Baca juga: Vaksinasi Pelajar SMP di Bantul Bakal Digencarkan

Dijelaskan Fauzan berdasarkan data-data yang ada, seluruh merek vaksin memiliki daya proteksi terhadap Covid-19. Sehingga warga tak perlu pilih-pilih saat difasilitasi vaksin pemerintah secara gratis. “Warga tidak usah membeda-bedakan ketika ada kesempatan vaksin ya langsung ikut vaksin,” tambahnya.

Menurut Fauzan, dengan stok yang fluktuatif jumlahnya alangkah baiknya warga sesegera mungkin melakukan vaksinasi tanpa memilih jenis vaksinnya. “Apalagi vaksin ini kan terbatas, kita tidak tahu sejauh mana stok yang nanpu disediakan negara, meskipun harapannya bisa 100 persen,” tuturnya.

Di sisi lain Fauzan mewanti-wanti masyarakat, penggunaan merek vaksin apa pun harus tetap diikuti pola hidup sehat dan penerapan prokes yang baik. “Tetap prokes, karena vaksin itu hanya meningkatkan kekebalan bukan untuk menghindari Covid-19,” ujarnya.

“Baik sudah vaksin atau belum, kalau memang tidak prokes bisa terpapar. Cuma ketika sudah vaksin, ketika terpapar kan sudah mempunyai kekebalan, jadi lebih kuat ketahanan tubuhnya,” tandasnya.

Baca juga: BPUM Untuk 1.126 Pelaku UKM Jogja Cair, Segini Nilainya

Semua Jenis Vaksin Baik

Kepala Dinas Kesehatan Bantul, Agus Budi Raharja secara tegas menyampaikan bahwa tidak ada dekotomi merek vaksin. “Jadi vaksin yang terbaik adalah vaksin yang tersedia hari ini,” ungkapnya.

“Kami pun mendistribusikan vaksin sesuai ketersediaan. Bukan sesuai dengan merek vaksin masing-masing. Kecuali memang ada alokasi khusus,” ujarnya.

Alokasi khusus yang dimaksud Agus menyasar kelompok tertentu. Contohnya untuk vaksin difabel dialokasikan dengan merek Sinophram dan booster ketiga nakes dengan Moderna. “Itu saja, yang lain semuanya sama. Nanti pada saatnya kita dapat Johnson and Johnson ya kita distribusikan. Pada saatnya nanti kita dapat vaksin Sputnik ya kita distribusikan, dapat pfizer ya kita distribusikan,” tandasnya.

Baca juga: Hore! Warga Margokaton Sleman Bersiap Jadi Milader

Menanggapi ada fenomena lain warga yang memilih vaksin jenis tertentu untuk menghindari merek vaksin yang dinilai memiliki efek yang kuat pasca vaksin, semua gejala tiap orang dinilai Agus akan berbeda-beda. “Kami menjamin bahwa kalau pun ada KIPI ringan ada efek samping dari itu, itu adalah bagian dari reaksi antibodi yang memang akan muncul pada saat ada vaksinasi,” tandasnya.

“Ya tujuannya vaksinasi untuk memicu munculnya antibodi agar memerangi kalau ada virus yang masuk. Jadi enggak usah khawatir dan sampai hari ini kita tidak menemukan, tidak ada laporan KIPI yang berarti karena vaksinasi. Biasalah, saya juga divaksin gregesi dua tiga hari, enggak apa-apa tetap sambil bekerja,” pungkasnya.

 


Berita Terkait

Berita Terkini

Kabar Baik! Tak Ada Zona Merah di Jogja, Tinggal Satu Oranye

Wakil Wali kota Jogja, Heroe Poerwadi, mengumumkan tidak ada lagi kelurahan di Kota Jogja yang masuk zona merah, dan tersisa satu yang zona oranye.

Gelar Workshop Kewirausahaan, ITNY Jogja Siap Cetak Technopreneur Muda

Institut Teknologi Nasional Yogyakarta (ITNY) menyelenggarakan workshop pengembangan kewirausahaan, Sabtu (16/10/2021).

Kemiskinan Kulonprogo Tembus 18,1 Persen, DPRD Minta Ada Evaluasi

Tingginya angka kemiskinan di Kulonprogo menjadi sorotan DPRD setempat. Legislatif ingin ada Pemkab mengevaluasi program pengentasan kemiskinan.

Pemkot Jogja Ingin Seluruh Wisata di DIY Bolehkan Anak 12 Tahun Masuk

Pemerintah Kota atau Pemkot Jogja berharap seluruh tempat wisata di Yogyakarta diizinkan untuk memperbolehkan anak usia di bawah 12 tahun masuk ke kawasan wisatanya.

Ternyata... Gaji Debt Collector Pinjol Ilegal di Sleman Setara UMR

Debt collector salah satu kantor pinjol ilegal di ruko lantai 3, Jalan Prof Herman Yohanes, Depok, Sleman, DIY digaji sesuai UMR Yogyakarta.

Pemkot Jogja Tidak Lagi Gunakan Metode Swab untuk Tes Covid-19, Lalu?

Pemerintah Kota Jogja tidak akan lagi menggunakan metode swab dalam pengambilan sampel tes Covid-19.

Bertambah, Pasien Covid-19 Klaster Senam Sehat di Bantul Jadi 14 Orang

Jumlah pasien Covid-19 dari klaster senam di Mbelan, Sidomulyo, Bambanglipuro, Kabupaten Bantul terus bertambah hingga Kamis (14/10/2021), tercatat 14 orang.

Ini Daftar Wisata Terbaru di Yogyakarta yang Instagramable

Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki beragam destinasi wisata terbaru yang layak dikunjungi.

Wisata Pantai di Gunungkidul Kapan Buka?

Inilah penjelasan kenapa sampai saat ini objek wisata pantai di Gunungkidul tak kunjung dibuka.

Jual ke Penyedia Nikah Siri, Komplotan Pencuri Buku Nikah Diringkus

Aparat Polres Gunungkidul meringkus komplotan pencurian spesialis buku nikah dan akta nikah untuk dijual lagi ke penyedia jasa nikah siri dan kawin kontrak.

Tabrakan Pikap dan Scoopy Di Kulonprogo, Dua Orang Tewas di TKP

Dua orang meninggal dunia seketika di tempat kejadian perkara (TKP) kecelakaan antara pikap dan Scoopy di Kulonprogo.

Gempa 4,9 Magnitudo Goyang Yogyakarta, Warga Berhamburan Keluar Gedung

Gempa bumi berkekuatan 4,9 Magnitudo yang terjadi di Pacitan, Jawa Timur, turut dirasakan warga Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

7 Warga Positif Covid-19 dari Klaster Tilik Bantul Dipindahlan ke RSLKC

Warga yang terpapar Covid-19 dari klaster tilik di Srigading, Saden, Bantul mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Lapangan Khusus Covid (RSLKC) Bambanglipuro Bantul.

Gempa Kekuatan Magnitudo 4,9 Guncang Yogyakarta Siang Ini

Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) diguncang gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,9 di ke kedalaman 10 kilometer (km) dan pusat gempa di perairan selatan Jawa.

Antisipasi Gelombang Tiga, Dinkes Sleman Jemput Bola Vaksinasi Covid-19

Kepala Dinkes Kabupaten Sleman, Cahya Purnama, menyampaikan penurunan level PPKM berdampak pada pelonggaran aktivitas dan mobilitas masyarakat.