Nekat! Pria & Wanita Ini Kerja Sama Gasak Ponsel di Kantor Ekspedisi Mojayan Klaten

Dua orang yang terdiri dari pria dan wanita bekerja sama menggasak ponsel di kantor ekspedisi di wilayah Mojayan, Klaten.

SOLOPOS.COM - Panduan Informasi dan Inspirasi

Solopos.com, KLATEN – Aksi nekat dipertontonkan dua maling, pria dan wanita di depan kantor jasa pengiriman barang, J&T Express Mojayan, Klaten Tengah, Klaten, Senin (6/9/2021) pukul 16.40 WIB. Selain dilakukan di lokasi yang dianggap ramai, aksi pencurian itu juga terekam kamera closed circuit television (CCTV) milik J&T Express Mojayan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Solopos.com, aksi pencurian itu dilakukan seorang pria dan wanita yang berboncengan mengendarai sepeda motor jenis matik warna putih. Pelaku wanita berperan sebagai pengendara sepeda motor, sedangkan pelaku pria berperan sebagai eksekutor.

Sebelum beraksi di depan J&T Express Mojayan, duo pelaku itu sempat ingin beraksi di depan gudang pakan ternk tak jauh dari J&T Mojayan. Di depan gudang pakan ternak, pelaku laki-laki sempat memasuki mobil yang diparkir di lokasi tersebut.

Baca juga: Wow, Ada Bulus Jumbo di Terowongan Kuno Trucuk Klaten

Kuat dugaan, lantaran tak menemukan barang berharga, duo pelaku pencurian beralih ke kantor J&T Mojayan. Di lokasi ini, pelaku pria langsung masuk ke tempat jok driver di bagian depan. Di lokasi ini, pelaku menggasal satu unit ponsel dan tas milik seorang transporter (driver), Aji.

Setelah itu, pelaku laki-laki membonceng pelaku wanita untuk melarikan diri dengan berboncengan mengendarai sepeda motor jenis matik. Aksi duo pelaku itu sempat terekam kamera CCTV milik jasa pengiriman barang di Klaten tersebut. Saat kejadian, lokasi di depan J&T Express Mojayan sering dilintasi kendaraan.

“Kasus itu baru kali pertama. Kami buka di sini sejak tiga bulan terakhir. Saat kejadian, sebenarnya ada orang di belakang mobil. Tapi, enggak melihat aksi itu. Pelaku yang laki-laki itu mengambil ponsel dan tas yang ditaruh di dashboard mobil. Kejadiannya cuman sekitar satu menit [waktu pencurian]. Kemarin, Mas Aji sempat mencari hingga Terminal Ir. Soekarno Klaten. Tapi, enggak ketemu,” kata salah seorang karyawan di J&T Express Mojayan, Klaten Tengah, yakni Syaiful, 25, saat ditemui di kantornya, Selasa (7/9/2021).

Baca juga: Hiii Plengkung Pitu di Sudimoro Klaten Dulu Runggut dan Dikenal Singup

Syaiful mengatakan gerak-gerik duo pelaku pencurian sempat dilihat seorang tukang tambal ban tak jauh dari J&T Express Mojayan, Klaten Tengah. Para karyawan J&T Express mengetahui ada aksi pencurian setelah diberi tahu tukang tambal. Setelah itu, karyawan J&T Express baru membuka rekaman kamera CCTV.

“Kami sudah melaporkan kejadian itu ke polisi. Semoga, pelakunya segera ditangkap,” katanya.

Terpisah, salah seorang tukang tambal ban di Mojayan, Antok, 38, mengaku sempat melihat gerak-gerik duo pelaku pencurian yang mencurigakan sebelum beraksi mengambil ponsel milik seorang transporter J&T Express.

“Saya lihat, dua orang itu mondar-mandir. Sempat berhenti di depan gudang pakan ternak. Lalu, bergeser ke J&T Express. Saya sempat berpikiran, pelaku itu temannya yang di kantor J&T Express. Saat di depan gudang, kedua pelaku itu seperti udreg-udregan. Sepertinya ribut siapa yang harus mengambil [mencuri],” kata Antok.


Berita Terkait

Espos Premium

Berita Terkini

Terungkap, Ini Penyebab Atap Serambi Masjid Nguter Sukoharjo Ambruk

Atap serambi Masjid Nguter yang terbuat dari konstruksi baja ringan diduga tak kuat menahan beban genting sehingga ambruk.

Bruuuk. Atap Serambi Masjid Nguter Sukoharjo Tiba-Tiba Ambruk!

Atap serambi Masjid Nguter Sukoharjo tiba-tiba ambruk beberapa jam selepas digunakan para jamaah untuk menunaikan Salat Subuh.

Acara Wisuda dengan Prokes Ketat, Stikes Estu Utomo Lepas 132 Wisudawan

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Estu Utomo Boyolali melaksanakan wisuda 132 mahasiswa di Hallroom Lorin Hotel, Karanganyar, Rabu (6/10/2021).

Sebulan Kosong, Fasilitas Isoter Gedung Wanita Karanganyar Dibongkar

Fasilitas isoter Gedung Wanita Karanganyar mulai dibongkar setelah tidak dipakai pasien OTG Covid-19 sejak September.

Raih Emas PON, Tali Asih Mustakim Klaten Rp12,5 Juta, Besar Apa Kecil?

Tali asih yang diterima Mustakim setelah meraih medali emas dari PON XX Papua senilai Rp12,5 juta dari Pemkab Klaten.

10 Jalan di Soloraya Jadi Ajang Balap Liar, Salah Satu Jadi Arena Judi!

Sebanyak 10 jalan raya di Soloraya kerap jadi lokasi balap liar, bahkan ada balap liar yang dijadikan arena judi.

Sudah Renggut 4 Nyawa, Ini Langkah Dinkes Klaten Tangani DBD

Sejumlah langkah dilakukan Dinkes Klaten untuk mewaspadai DBD yang sudah merenggut empat nyawa selama 2021.

Round Up: Peraih Emas PON, Mustakim Ingin Bantu Ortu Bertani di Sawah

Khoirudin Mustakim, atlet silat asal Klaten peraih medali emas di PON XX Papua berencana membantu orang tua bertani di sawah selama berada di rumah.

Asyik, 3.500 PKL dan Pemilik Warung Wonogiri Cairkan Bantuan Rp1,2 Juta

Sebanyak 3.500 pedagang kaki lima (PKL) dan pemilik warung di Wonogiri bisa mencairkan bantuan uang tunai dari pemerintah pusat senilai Rp1,2 juta melalui Polres Wonogiri.

Bupati Sragen: Akses Layanan Pemerintah Harus Tunjukkan Bukti Vaksin!

Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati mewajibkan syarat kepada warga yang ingin mendapatkan layanan pemerintahan dengan menunjukkan kartu vaksin.

BTN Syariah Solo Hibahkan Ambulans ke RS Ortopedi

PT Bank Tabungan Negara (Persero),Tbk terus berkomitmen dan bertanggung jawab terhadap masyarakat melalui program CSR.

Dapat Teror Pinjol, Wong Solo Diminta Lapor Satgas Khusus Polresta

Kapolresta mengimbau wong Solo yang merasa mendapat teror atau intimidasi dari dept collector atau penagih utang pinjol bisa melapor ke satgassus melalui call center.

Round Up Klaster Covid-19 PTM Solo, Pukulan Berat di Tengah Pelonggaran

Klaster Covid-19 PTM di sekolah Kota Solo menjadi pukulan berat di tengah berbagai pelonggaran dan upaya pemulihan kehidupan masyarakat.

Terbaik Se-Soloraya, Pemkot Solo Raih Penghargaan WTP Kali Ke-11

Pemkot Solo mendapat plakat penghargaan atas raihan opini WTP kali ke-11 atas laporan pengelolaan keuangan daerah tahun 2020.

Kenaikan Jenjang, 12 Anggota Specta UIN Surakarta Jelajahi Sumatra

Tim ekspedisi yang berjumlah 12 anggota menempuh perjalanan sekitar 13 hari dengan jarak tempuh ±1000 km dari UIN Raden Mas Said Surakarta menggunakan bus.