Tutup Iklan

Pembangunan Sudah 60%, Ini Penampakan Masjid Agung Karanganyar

Batas waktu pengerjaan Masjid Agung Karanganyar masih mengacu pada kontrak yaitu 23 Desember 2021.

 Progres pembangunan Masjid Agung Karanganyar, Selasa (14/9/2021). (Solopos-Candra Mantovani)

SOLOPOS.COM - Progres pembangunan Masjid Agung Karanganyar, Selasa (14/9/2021). (Solopos-Candra Mantovani)

Solopos.com, KARANGANYAR — Pembangunan Masjid Agung Karanganyar terus berlangsung dan kini sudah separuh jalan. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar masih berupaya mengejar pembangunan masjid agar bisa rampung sebelum HUT Kabupaten Karanganyar pada pertengahan November 2021.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pembangunan Masjid Agung Karanganyar, Asihno Purwadi, mengatakan batas waktu pengerjaan Masjid Agung Karanganyar masih mengacu pada kontrak yaitu 23 Desember 2021.

Namun, sesuai permintaan Bupati Karanganyar, Juliyatmono, lanjut dia, pembangunan Masjid Agung Karanganyar bisa selesai sebelum HUT Kabupaten Karanganyar. Pihaknya berupaya untuk bisa menyelesaikan sesuai permintaan Bupati.

Baca juga: Cuma di Klodran Karanganyar Ada Soto Disajikan di Cangkir, Pernah Coba?

“Sampai saat ini kami pantau masih on the track. Jadi sesuai harapan kami. Sampai saat ini terpantau sudah sekitar 60 persen proses pembangunannya. Saat ini tahapnya masih mengerjakan kerangka baja untuk menara. Ada empat menara nanti, baru selesai satu,” jelas dia kepada Solopos.com, Selasa (14/9/2021).

Empat Menara dan Lift

Asihno menambahkan keempat menara memiliki fungsi berbeda. Tiga menara tersebut nantinya akan dilengkapi lift yang juga memiliki fungsi berbeda.

“Dua lift di sisi timur nanti yang utara dan selatan ditujukan untuk akses menuju lantai dua. Kalau yang barat nanti fungsinya untuk akses menuju menara pandang,” imbuh dia.

Baca juga: Pasar Mbatok di Desa Wisata Kemuning Karanganyar Belum Juga Buka, Ini Sebabnya

Selain menara, pekerja menurut Asihno juga sedang mengerjakan rangka kubah masjid. Sementara itu beberapa ornamen dan payung mekanik yang akan di tempatkan di masjid dikerjakan di luar Karanganyar.

“Untuk payung dengan sistem otomatis dan ornamen kuningan tidak bisa dikerjakan sendiri. Jadi dibuat di Tangerang dan Boyolali. Nanti kalau sudah jadi tinggal dibawa ke sini [masjid] dan tinggal dipasang,” jelas dia.

Sebagai informasi, Masjid Agung Karanganyar menjadi megaproyek salah satu masjid termegah di Karanganyar. Masjid Agung Karanganyar dibangun menghabiskan anggaran senilai Rp89 miliar.

“Awalnya Rp101 miliar. Dikurangi biaya DED, konsultan, dan biaya lainnya jadinya total untuk pembangunannya Rp89 miliar,” beber dia.

Baca juga: Baru 8 Jam Melahirkan, Guru asal Sragen Nekat Ikut Ujian PPPK di Karanganyar

Berita Terkait

Berita Terkini

320 Petani Milenial Klaten Diusulkan Ikut Pelatihan di Kementan

Pemkab Klaten mengusulkan ratusan petani milenial yang umurnya di bawah 40 tahun ikut pelatihan dari Kementerian Pertanian.

Apa Kabar Rencana Gedung RSUD Sukoharjo di Bekas Terminal Kartasura?

Saat pemerintahan Bupati Wardoyo Wijaya, lahan bekas Terminal Kartasura diproyeksikan untuk gedung unit II RSUD Ir Soekarno Sukoharjo.

Tak Sanggup, Pengelola Serahkan Rusunawa Begalon I ke Wali Kota Solo

Pengelola Rusunawa Begalon I Solo menyerahkan pengelolaan rusunawa tersebut ke Wali Kota Solo karena sudah tidak sanggup.

Populasi Kucing Jalanan Soloraya Naik saat Pandemi Corona, Mau Adopsi?

Pegiat komunitas pencinta kucing, Rudimeong, mengajak masyarakat untuk mengadopsi kucing jalanan ketimbang membeli.

Sebelum Terbakar, Pasar Janglot Sragen Pernah Hampir Direvitalisasi

Pasar Janglot, Tangen, Sragen, yang terbakar pada Sabtu malam hingga Minggu dini hari pernah hampir direvitalisasi beberapa tahun lalu.

Sudah Ada PJU, Warga Karangasem Sukoharjo Tak Perlu Takut Keluar Malam

Belasan lampu PJU bertenaga surya kini menerangi jalan Desa Karangasem, Kecamatan Bulu, Sukoharjo, bantuan dari Kementerian ESDM.

Pertandingan Pembuka Liga 2 di Stadion Manahan Solo Dijaga 350 Polisi

Pertandingan pembuka kejuaraan sepak bola Liga 2 di Stadion Manahan Solo, Minggu sore, dijaga ratusan aparat kepolisian.

Brankas Berisi Rp300 Juta Selamat dari Kebakaran Pasar Janglot Sragen

Brankas berisi uang Rp300 juta selamat dari kebakaran Pasar Janglot, Tangen, Sragen, yang menghanguskan puluhan kios dan los.

Unik! Ada Ormas Bernama Polokendho di Soloraya, Apa Saja Kegiatannya?

Organisasi kemasyarakatan atau ormas di Soloraya ini punya nama unik yakni Polokendho, anggotanya dari berbagai latar belakang profesi dan pekerjaan.

Innalillahi, Warga Solo Meninggal Mendadak Saat Piknik di Karangpandan

Warga Sangkrah, Solo, meninggal dunia secara mendadak saat hendak makan sambil menikmati pemandangan di Karangpandan, Karanganyar.

Polisi Ungkap Cara Pengedaran Upal Boyolali, Dijual hingga Modus Klenik

Pengedaran upal oleh komplotan yang tertangkap di Mojosongo, Boyolali, dilakukan dengan beberapa cara salah satunya modus klenik.

Penganut Hindu Klaten Minta Bangunan Tol Solo-Jogja Tak Tutupi Yoni

Penganut Hindu di Klaten meminta agar bangunan tol Solo-Jogja tak berada tempat di atas atau menutup yoni di tengah sawah Keprabon.

4 Jam Api Membara, Puluhan Los-Kios Pasar Janglot Sragen Jadi Arang

Kebakaran yang berlangsung selama empat jam menghanguskan puluhan los dan kios di Pasar Janglot, Kecamatan Tangen, Sragen.

Ada DPC PDIP di Jateng Dukung Ganjar, Ini Komentar Wawali Solo

Wawali Solo Teguh Prakoso yang juga Sekretaris DPC PDIP Solo menanggapi ihwal dukung mendukung Ganjar Pranowo di Pilpres 2024.

Selain Bhre-Paundra, Sosok Ini Dinilai Layak Pimpin Mangkunegaran Solo

Selain Bhre dan Paundra yang merupakan putra Mangkunagoro IX, ada sosok lain yang dianggap layak memimpin Pura Mangkunegaran Solo.