Pembatasan Mobilitas Masyarakat Memperbaiki Kualitas Udara

Pemberlakuan pembatasan kegiatan dan mobilitas masyarakat pada masa pandemi Covid-19 di sejumlah wilayah berpengaruh baik terhadap kualitas lingkungan.

 Ilustrasi pembatasan aktivitas (Sarah Killian/Unsplash)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi pembatasan aktivitas (Sarah Killian/Unsplash)

Solopos.com, SOLO – Jumlah warga tertular Covid-19 yang sempat melonjak sejak pertengahan Juni 2021 lalu membuat pemerintah menerapkan pembatasan kegiatan dan mobilitas masyarakat di Jawa dan Bali.

Pembatasan yang berlaku sejak 3 Juli 2021 itu masih berlaku hingga pekan ini. Kini memang telah ada pelonggaran di beberapa sektor, namun pembatasan mobilitas dan kegiatan masih dilakukan di banyak sektor lainnya.

Espos Premium merupakan layanan khusus dari Solopos.com yang lebih relevan dan memiliki diferensiasi dibandingkan free content. Untuk membaca artikel ini selengkapnya silahkan login atau daftar di SoloposID.

Terpopuler Hari Ini

2 Mahasiswa Sempat Datangi Rumah Ortu Korban Diklat UNS Dini Hari

Dua mahasiswa UNS Solo sempat mendatangi rumah orangtua Gilang Endi S, korban meninggal saat diklat, di Karangpandan, Karanganyar. Mereka tak langsung memberi tahu kondisi Gilang yang meninggal.

Mahasiswa UNS Meninggal saat Diklat, Keluarga: Ada Luka di Tubuh Korban

Pihak keluarga almarhum mengungkapkan bahwa di tubuh Gilang Endi S. mahasiswa UNS yang meninggal saat ikuti diklat terdapat luka lebam dan darah.

Ini Penyebab Kapolres Nunukan Mengamuk dan Hajar Anak Buah

Syaiful Anwar marah-marah karena saat zoom meeting dengan Mabes Polri beberapa saat sebelumnya wajahnya tidak muncul di layar.

Persis Solo Lawan PSCS Cilacap, Ini Pesan Gibran

Persis Solo bakal menutup putaran pertama melawan pemuncak klasemen Grup C PSCS Cilacap pada Selasa (26/10/2021) pukul 15.15 WIB.

Terungkap, Mahasiswa UNS Solo yang Meninggal Ternyata Ikut Diklat Menwa

Gilang Endi S, mahasiswa UNS Solo meninggal dunia setelah mengikuti diklat Resimen Mahasiswa (Menwa) UNS Solo.

Mahasiswa UNS Solo Gilang Disebut Sempat Kesurupan dan Dirukiah

Ayah korban menerima informasi Gilang Endi S sempat dirukiah karena kesurupan. Namun ia melihat ada kejanggalan karena di tubuh anaknya terdapat luka-luka.

Persis Solo vs PSCS Cilacap, Pelatih: Wajib Menang!

Persis Solo bakal bertemu dengan PSCS Cilacap yang merupakan pemuncak Grup C Liga 2 Indonesia di Stadion Manahan pada Selasa (26/10/2021).

Cerita Giyatno, Bos Jasa Penagihan Layani 46 Lembaga Pembiayaan di Solo

Bos jasa penagihan utang Solo, Giyatno, menceritakan bagaimana ia mengelola perusahaan dengan 100-an petugas penagih dan 46 lembaga yang menjadi kliennya.

Mahasiswa UNS Meninggal saat Diklat Menwa, Apa Itu Menwa?

Apa itu Menwa alias Resimen Mahasiswa? UKM di UNS Solo yang menggelar diklat dan menelan korban jiwa seorang mahasiswa.

Mahasiswa UNS Solo Dikabarkan Meninggal seusai Diklat, Ini Kata Polisi

Seorang mahasiswa UNS Solo dikabarkan meninggal dunia seusia mengikuti diklat salah satu organisasi kemahasiswaan, polisi masih menyelidiki.

Kenangan Terakhir Gilang, Potong Rambut dan Minta Disiapkan Sepatu PDL

Ayah Gilang Endi Saputra, Sunardi, menyebut anaknya potong rambut agar terlihat lebih rapi. Ternyata Gilang menyiapkan itu untuk bertemua Yang Kuasa.

Mengaku Ikhlas, Ayah Gilang: Tolong Jelaskan Sebab Kematian Anak Saya

Pihak keluarga meminta kejelasan penyebab kematian Gilang Endi S, mahasiswa UNS Solo yang meninggal dalam diklat Menwa.

Mahasiswa UNS Solo Meninggal seusai Diklat Menwa, BEM SV: Usut Tuntas!

BEM SV UNS Solo menuntut kampus, kepolisian dan Menwa segera mengusut tuntas kasus mahasiswa bernama Gilang Endi yang meninggal seusai diklat.

Owner Banana Garden Resto Sukoharjo Bantah Tudingan Soal Kera Liar

Pemilik Banana Garden Resto membantah kera liar di permukiman penduduk Desa Laban, Mojolaban, Sukoharjo, berasal dari kebun binatang mini di resto itu.

Buntut Mahasiswa Meninggal, UNS Solo Bekukan Sementara Kegiatan Menwa

UNS Solo membekukan sementara kegiatan Resimen Mahasiswa (Menwa) setelah ada satu mahasiswa yang meninggal seusai diklat Menwa.

Geger Jenazah Sejoli di Tasikmalaya, Polisi Sebut Luka Tembak 1 Pistol

Warga Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat geger penemuan jenazah dua sejoli dalam kamar kontrakan, Sabtu (23/10/2021) yang disebut polisi meninggal akibat luka tembak dari satu pistol.