Pengumuman PPPK Ditunda, Guru Honorer di Solo Pasrah

Guru honorer di Solo mengaku pasrah dengan adanya penundaan pengumuman seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

 Tes SKD melalui CAT tersebut diikuti sebanyak 28.090 peserta CASN 2021 dan 1.135 peserta CPPPK 2021 yang diselenggarakan mulai 15 September 2021 hingga 15 Oktober 2021 untuk CASN sedangkan CPPPK dilaksanakan 16-17 Oktober 2021. Pelaksanaan ujian SKD digelar dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 secara ketat. (Solopos/Nicolous Irawan)

SOLOPOS.COM - Tes SKD melalui CAT tersebut diikuti sebanyak 28.090 peserta CASN 2021 dan 1.135 peserta CPPPK 2021 yang diselenggarakan mulai 15 September 2021 hingga 15 Oktober 2021 untuk CASN sedangkan CPPPK dilaksanakan 16-17 Oktober 2021. Pelaksanaan ujian SKD digelar dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 secara ketat. (Solopos/Nicolous Irawan)

Solopos.com, SOLO — Guru honorer di Solo mengaku pasrah dengan adanya penundaan pengumuman seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang sedianya dilakukan Jumat (24/9/2021).

Mereka menilai, seleksi PPPK ini dalam kendali pemerintah sehingga sehingga semuanya juga dikembalikan kepada pemerintah. “Kalau saya sih pasrah saja. Mau diumumkan kapan itu terserah pemerintah,” ujar Bagus Ponco, salah satu guru honorer di SDN Cemara Dua, Solo, peserta seleksi PPPK.

Baca Juga: Solo Tuan Rumah Liga 2 Grup C, Komisi X DPR: Jangan Sampai Jadi Klaster Baru!

Meski pasrah, ia sangat berharap bisa diterima sebagai PPPK. “Saya sebenarnya ikut Tenaga Kerja dengan Perjanjian Kerja [TKPK] Pemkot Solo. Tapi harapannya saya tetap bisa diterima PPPK,” imbuh Bagus yang sudah mengabdi sejak 2014 di SD tersebut.

Sementara itu, Wakil Ketua PGRI Solo, Sugiyaryo mengatakan hal senada dengan Bagus. Menurutnya, seleksi PPPK dilakukan pemerintah pusat. Sehingga jika kemudian terjadi penundaan dalam pengumuman, pihaknya hanya bisa pasrah. “Pengumuman itu kan urusan pemerintah, jadi ya mangga saja mau diumumkan kapan,” ujarnya.

Baca Juga: Misteri Palang Joglo Solo, dari Pesugihan hingga Asmara Makhluk Halus

Namun Sugiyaryo masih berharap pemerintah memberikan perhatian lebih kepada para guru honorer yang hingga saat ini belum didapat dengan baik.

“PGRI masih punya keinginan guru yang sudah mengabdi sekian lama yang belum mendapat kenyamanan ini mestinya menjadi perhatian khusus. Meskipun pemerintah sudah memberikan kesempatan kepada pada guru K2 yang diprioritaskan,” ujarnya.


Berita Terkait

Berita Terkini

Sering Ditagih Pinjol Ilegal, Bupati Wonogiri: Kurang Ajar Betul!

Bupati Wonogiri, Joko Sutopo, ternyata juga sering ditagih nomor tak dikenal yang diduga kuat operator layanan pinjaman online (pinjol) ilegal.

Ratusan Penerima PKH di Klaten Ternyata Punya Mobil hingga Rumah Mewah

Sedikitnya 250 keluarga penerima manfaat (KPM) di Klaten diusulkan segera dinonaktifkan dari program keluarga harapan (PKH).

Asale Pusat Olahraga Terpadu di Sukoharjo Jadi Gedung Budi Sasono

Pemkab Sukoharjo berencana membangun gedung pertemuan Budi Sasono berkapasitas sekitar 2.500 orang.

Pesan Bupati Yuni ke Warga Sragen: Jangan Abai Prokes!

Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati, tak henti-hentinya mengingatkan warga agar tak abai terhadap protokol kesehatan.

Rajin Patroli Prokes, Tim Gabungan Weru Sukoharjo: Warga Jangan Lengah!

Tim gabungan di Kecamatan Weru Kabupaten Sukoharjo, tetap rajin melakukan patroli penerapan protokol kesehatan.

Akhir Pekan, Arus Lalu Lintas di Solo Padat Merayap

Arus lalu lintas di sejumlah lokasi di Kota Solo terpantau padat merayap saat libur akhir pekan.

Sopir Minibus Rombongan Guru SD Demak yang Ngglondor Tak Tahu Medan

Sopir minibus yang ngglondir di tanjakan Desa Girilayu, Matesih, Karanganyar, hanya mengandalkan Google Maps.

Minibus yang Terguling di Karanganyar Ternyata Bawa Rombongan Guru SD

Minibus yang ngglondor di Matesih, Karanganyar, mengangkut rombongan guru SD asal Demak yang beranggotakan 14 orang.

Sepakat dengan Istri, Bupati Wonogiri Hanya Ingin Punya Satu Anak

Saat meluncurkan buku karya anaknya, Bupati Wnogiri, Joko Sutopo, mengaku telah bersepakat dengan istrinya hanya ingin memiliki satu anak.

Penemuan Arca di Candi Sirih Sukoharjo, Tim Gali Tanah hingga 1 Meter

Dua arca ditemukan oleh tim peneliti Balai Arkeologi Yogyakarta di Candi Sirih Sukoharjo di kedalaman sekitar 1 meter.

Ternyata Waldjinah Tak Suka dan Enggan Menyanyikan Lagu Ini

Seumur hidup Waldjinah hanya sekali menyanyikan lagu berbahasa asing.

Akan Berusia 76 Tahun, Ini Keinginan Terpendam Ratu Keroncong Solo

Waldjinah akan genap berusia 76 tahun pada 7 November 2021 mendatang. Oleh anaknya Waldjinah tak boleh lagi bernyanyi untuk komersial.

Wow! 2 Arca Ditemukan di Candi Sirih Sukoharjo

Tim peneliti Balai Arkeologi Yogyakarta menemukan arca wisnu dan arca agastya saat proses eksvakasi lanjutan di situs bersejarah Candi Sirih Sukoharjo.

Pamsimas Gagal, Warga Tiga Desa di Sragen Alami Krisis Air Bersih

Tiga Desa di tiga Kecamatan di Sragen alami krisis air bersih karena kekeringan. Mereka mengandalkan bantuan air bersih dari Pemkab Sragen untuk mencukupi kebutuhan air bersih.

Rektor ISI Surakarta Mewisuda 278 Mahasiswa pada Gelombang II 2021

Rektor ISI Surakarta, I Nyoman Sukerna, mewisuda 278 orang mahasiswa lulusan program sarjana, magister, dan doktor pada Jumat (15/10/2021).