Polisi Ungkap Cara Pengedaran Upal Boyolali, Dijual hingga Modus Klenik

Pengedaran upal oleh komplotan yang tertangkap di Mojosongo, Boyolali, dilakukan dengan beberapa cara salah satunya modus klenik.

 Polres Boyolali dan Bank Indonesia menyampaikan pengungkapan kasus pembuatan dan pengedaran upal, di Mapolres Boyolali, Jumat (24/9/2021). (Solopos-Bayu Jatmiko Adi)

SOLOPOS.COM - Polres Boyolali dan Bank Indonesia menyampaikan pengungkapan kasus pembuatan dan pengedaran upal, di Mapolres Boyolali, Jumat (24/9/2021). (Solopos-Bayu Jatmiko Adi)

Solopos.com, BOYOLALI — Komplotan pembuat dan pengedar uang palsu atau upal yang tertangkap di Boyolali menggunakan beberapa cara untuk mengedarkan uang tersebut ke masyarakat.

Selain dengan cara dijual langsung, upal tersebut juga diedarkan dengan modus penipuan berbau klenik. Kapolres Boyolali, AKBP Morry Ermond, mengatakan dalam mengedarkan uang palsu, salah satu cara yang dilakukan para pelaku adalah dengan menjual.

“Mereka menjual 1:5. Jadi misal dijual Rp1 juta, nanti [pembeli] dapat Rp5 juta uang paslu,” katanya kepada wartawan belum lama ini.

Baca Juga: Harus Teliti! Ini Beda Upal Buatan Warga Boyolali dengan Uang Asli dari BI

Kegiatan jual beli uang palsu itu ada yang dilakukan secara online dan ada juga yang dilakukan secara langsung atau tatap muka. “Dari para pelaku ini ada yang tugasnya mencari pembeli,” lanjutnya.

Selain itu, ada cara lain yang dilakukan pelaku dalam mengedarkan upal di Boyolali, yakni dengan penipuan berkedok penggandaan uang. “Kalau orang Jawa bilang klenik. Hal-hal yang sifatnya mistis. Banyak masyarakat kita yang begitu melihat uang bisa dikeluarkan dalam satu kotak bisa menjadi banyak, seperti itu salah satunya,” lanjut Morry.

Penggandaan

Ia mengatakan informasi tersebut ia dapatkan dari pengakuan para tersangka pembuatan dan pengedaran uang palsu yang saat ini ditangani Polres Boyolali. Modus penggandaan uang yang dimaksud dilakukan di beberapa daerah di Jawa Tengah. “Tapi kami tidak dapat menyebutkan [daerahnya]. Detailnya masih dalam pengembangan,” jelasnya.

Baca Juga: Pengungkapan Kasus Upal Rp49 Juta di Boyolali Bermula dari Laporan Warga, Begini Kronologinya

Seperti diketahui, Jumat (24/9/2021), Polres Boyolali menggelar jumpa pers penangkapan sembilan tersangka kaus pembuatan dan pengedaran upal, yang lokasi pembuatannya di Mojosongo, Boyolali.

Barang bukti yang diamankan di antaranya adalah 8.516 lembar uang palsu. Kepala Unit Pengolahan Uang Rupiah Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Solo, Purwanto, mengatakan dari kualitasnya, uang palsu yang ditemukan di Boyolali masih jauh di bawah uang rupiah asli. Uang palsu itu masih dibedakan, namun butuh ketelitian.

“Biasanya peredaran seperti ini, yang dikhawatirkan [menyasar] ke pasar tradisional. Sasarannya orang tua, saat pagi atau malam,” katanya.


Berita Terkait

Berita Terkini

Jika Kondisi Darurat, Wonogiri Aktifkan Lagi Tempat Isoter

Pengaktifan kembali tempat isoter di Gedung PGRI menyesuaikan kasus Covid-19.

Tak Diizinkan Orang Tua, Sebagian Siswa SMP di Wonogiri Tak Ikuti PTM

Keikutsertaan siswa SMP dalam PTM terbatas tergantung keputusan siswa/orang tua/wali.

100.000-An Warga Solo Tak Punya Akta Kelahiran, Diduga Ini Penyebabnya

Ternyata masih banyak warga Solo yang belum memiliki akta kelahiran, jumlahnya mencapai 18% atau hampir 100.000 orang dari total penduduk Kota Bengawan.

Automatic Ozone Machine Bikin PTM di SDN II Butuhan Klaten Kian Nyaman

Dua siswa kelas V SDN II Butuhan, Delanggu, mampu membikin automatic ozone machine yang berfungsi membunuh virus dan bakteri dalam suatu ruangan (termasuk Covid-19).

Projo Fasilitasi 1.400 Dosis Vaksinasi di Banyudono Boyolali

 Banyudono dipilih menjadi lokasi sentra vaksinasi ini lantaran cakupan vaksinasi terbilang rendah.

Zona Hijau, Satgas Covid-19 Butuhan Klaten Tetap Gelar Operasi Yustisi

Operasi yustisi yang melibatkan pamong desa, polisi, sukarelawan, dan lainnya di Butuhan itu digelar setiap satu kali dalam sepekan.

Cerita Karyawan Pinjol Bikin IRT di Wonogiri Bunuh Diri: Gajinya Besar

Karyawan perusahaan pinjol ilegal yang diduga menyebabkan ibu-ibu di Wonogiri bunuh diri mengaku digaji besar dan mendapat fasilitas apartemen.

Mantap! Sukoharjo Ekspor Beras Mulai Tahun Depan

Pemkab Sukoharjo menargetkan bisa mulai ekspor beras yang ditanam menggunakan metode Indeks Pertanaman (IP) 400 pada 2022 mendatang.

Umbul Pelem Klaten Bayarkan Iuran BPJS Ketenagakerjaan Ratusan Warga

Umbul Pelem, Wunut, Klaten, membayarkan iuran jaminan sosial BPJS Ketenagakerjaan kepada 650 kepala keluarga.

Selter Pasar Ikan Sumbang Transaksi hingga Rp1 Miliar di SGS 2021

Merchant sektor kuliner khususnya selter Pasar Ikan menyumbang transaksi hingga Rp1 miliar pada event SGS 2021 hingga Kamis (21/10/2021).

Alun-Alun Wonogiri Dibuka, PKL Wajib Ingatkan Konsumen Tak Bermasker

Pemkab Wonogiri membolehkan pedagang kaki lima (PKL) berjualan lagi di kawasan alun-alun mulai Sabtu (16/10/2021) malam.

Diluncurkan di Solo, BNI Xpora Mudahkan Akses UMKM ke Pasar Ekspor

BNI meluncurkan program BNI XPora yang bertujuan membantu dan memudahkan akses kalangan UMKM menuju pasar global.

Evaluasi Oke, PTM SD di Boyolali akan Diperluas

Berdasarkan hasil evaluasi terhadap pelaksanaan PTM di 56 SD inti, Disdikbud menemukan tidak ada hal negatif termasuk tidak ada komplain dari masyarakat.

Serahkan Bantuan pada 5.680 PKL, Bupati-Dandim Ingatkan Prokes Covid-19

Bupati dan Dandim Karanganyar memanfaatkan momen penyerahan bantuan kepada 5.680 PKL untuk mengingatkan prokes Covid-19.

PPKM Level 2, Penerangan di 9 Ruas Jalan Sukoharjo Dinyalakan Lagi

Dishub Sukoharjo akhirnya menyalakan kembali lampu penerangan jalan umum (PJU) di sembilan ruas jalan menyusul turunnya PPKM ke level 2.