Polres Boyolali Bekuk 9 Tersangka Kasus Pembuatan dan Peredaran Upal

Penangkapan awal dilakukan terhadap sebagian tersangka yang berada di rumah tersangka DS di Mojosongo, Boyolali pada Minggu (12/9/2021).

 Polres Boyolali dan Bank Indonesia menyampaikan pengungkapan kasus pembuatan dan pengedaran upal, di Mapolres Boyolali, Jumat (24/9/2021). (Solopos-Bayu Jatmiko Adi)

SOLOPOS.COM - Polres Boyolali dan Bank Indonesia menyampaikan pengungkapan kasus pembuatan dan pengedaran upal, di Mapolres Boyolali, Jumat (24/9/2021). (Solopos-Bayu Jatmiko Adi)

Solopos.com, BOYOLALI — Sembilan tersangka diamankan Polres Boyolali terkait kasus pembuatan dan peredaran uang palsu (upal), Jumat (24/9/2021). Polisi juga mengamankan 8.516 lembar upal yang jika dilihat dari pecahan uang yang dipalsukan senilai Rp49.030.000.

Kesembilan tersangka yang diamankan di antaranya adalah DS, 39, warga Wates, Desa Mojosongo, Kecamatan Mojosongo, Kabupaten Boyolali; MF, 41, warga Ciseureuh, Kecamatan Pegol, Kota Bandung; CA, 37, warga Cepu, Kabupaten Blora; AB, 46, warga Ngestiharjo, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul; EDH, 53, warga Margorejo, Kecamatan Wonocolo, Surabaya.

Kemudian HS, 25, warga Darmo, Kecamatan Wonokromo, Surabaya; ABW, 46, warga Prayungan, Lengkong, Nganjuk; AS, 49, warga Kertajaya, Kecamatan Gubeng, Surabaya dan SD, 34, warga Karanggebang, Kecamatan Jetis, Kabupaten Ponorogo.

Baca juga: Jemput Rezeki, 6 Dalang Boyolali Ngamen Bareng dari Rumah ke Rumah Warga

Penangkapan awal, dilakukan terhadap sebagian tersangka yang berada di rumah tersangka DS di Mojosongo, Kabupaten Boyolali pada Minggu (12/9/2021) pukul 04.00 WIB.

“Awalnya kami mendapat informasi tentang dugaan tindak pidana pembuatan dan pengedaran uang palsu di daerah Mojosongo. Dari informasi tersebut, kami tindak lanjuti. Setelah memastikan kebenaran informasi tersebut, kemudian pada Minggu [12/9/2021] pukul 04.00 WIB, petugas melakukan penggerebekan di sebuah rumah di Mojosongo dan mengamankan tiga pelaku,” kata Morry saat menyempatkan keterangan kepada wartawan di Polres Boyolali, Jumat (24/9/2021).

Ketiga pelaku yang ditangkap adalah DS, MF dan CA. Ketiga pelaku berperan sebagai pembuat dan pengedar upal. Setelah dilakukan pengembangan, kemudian Polisi menangkap pelaku lain.

Baca juga: Kompak, Bawaslu Boyolali Gandeng Pramuka Awasi Pemilu

Empat pelaku di antaranya yang berperan sebagai penyedia bahan baku kertas untuk upal, yakni AB, EDH, HS dan ABW. Kemudian dua pelaku lain lagi yakni AS dan SD yang berperan sebagai pengedar upal.

Barang Bukti

Sedangkan barang bukti yang diamankan adalah 8.516 lembar upal. Upal terdiri dari pecahan Rp100.000 emisi 2016 sebanyak 1.605 lembar, pecahan Rp50.000 emisi 2016 sebanyak 6.577 lembar dan pecahan Rp20.000 emisi 2016 sebanyak 334 lembar.

Selain upal, polisi juga mengamankan empat plat sablon, money detector, printer, komputer, pisau pemotong, beberapa bendel kertas aluminium foil berbagai warna, laptop, mesin pres laminator, pengering rambut, satu bendel kertas puyer warna putih, kertas HVS dan sebagainya.

Baca juga: Warga Lereng Merapi-Merbabu Jadi Sasaran Vaksinasi, Segini Kuotanya

Atas perbuatan memproduksi upal, pelaku dikenai pasal 36 ayat 1 UU No. 7/2011 tentang Mata Uang Jo pasal 244 KUHP dengan ancaman pidana 15 tahun.

Kemudian untuk kegaiatan mengedarkan upal dikenakan pasal 36 ayat 3 UU No. 7/2011 tentang Mata Uang Jo pasal 245 KUHP dengan ancaman pidana 15 tahun.

Sedangkan untuk kegiatan menyediakan bahan baku pembuatan upal dikenakan pasal 37 ayat 2 UU No. 7/2011 tentang Mata Uang dengan ancaman pidana paling lama seumur hidup.


Berita Terkait

Berita Terkini

Awas! Curah Hujan Jateng Diprediksi Sangat Tinggi pada Akhir Tahun

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo meminta masyarakat di wilayah rawan bencana bersiap siaga menghadapi kemungkinan bencana akibat curah hujan tinggi akhir tahun ini.

Dosen UGM Komentari Kasus Menwa UNS Solo: Hapus Militerisme di Kampus!

Pengajar senior yang juga Kepala Pusat Studi Keamanan dan Perdamaian UGM, Najib Azca, ikut mengomentari kasus Menwa UNS Solo.

Solo Youth Edutech Festival 2021 Digelar Model Hybrid, Begini Konsepnya

YRP Solo mengadakan Solo Youth Edutech Festival 2021 mulai Selasa hingga Jumat menggunakan konsep hybrid, yakni secara virtual dan tatap muka langsung.

Ke Mal di Sukoharjo, Ganjar Nonton Film Bioskop tentang Eks Napiter

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menonton film dokumenter tentang eks napiter yang berusaha kembali ke masyarakat saat berkunjung ke Sukoharjo.

PLTSa Putri Cempo Solo, Puluhan Kontainer Material Mulai Berdatangan

Investor pembangunan PLTSa Putri Cempo Solo mendatangkan puluhan kontainer material dari India, China, dan Austria.

Pekan Terakhir Solo Great Sale 2021, Banjir Promo Diskon hingga 50%

Sejumlah merchant memberikan beragam promo hingga diskon 50% pada pekan terakhir penyelenggaraan Solo Great Sale (SGS) 2021.

Warga Lansia dan ODGJ Gandekan Solo Disasar Vaksinasi Covid-19 Keliling

Pemerintah Kelurahan Gandekan, Jebres, Solo, bersama petugas Puskesmas Purwodiningratan melakukan vaksinasi Covid-19 keliling dengan sasaran warga lansia dan ODGJ.

Tips Hindari Teror Debt Collector Pinjol ala Bos Jasa Penagihan Solo

Bos perusahaan jasa penagihan Solo Giyatno membagikan tips cara agar terhindar dari teror debt collector pinjol yang dikenal kerap melakukan intimidasi.

Dari Olahan Singkong, Pengusaha Muda Ini Raup Omzet Ratusan Juta Rupiah

Pria asal Desa Mranggen, Kecamatan Jatinom itu memulai usaha olahan singkong ketika masih kuliah di Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (UGM) pada 2006.

Bupati Sukoharjo: Kartu Vaksin seperti KTP, ke Mana pun Wajib Dibawa

Bupati Sukoharjo Etik Suryani menyebut fungsi kartu vaksin Covid-19 saat ini sudah seperti KTP, ke mana pun wajib dibawa karena menjadi syarat akses ke berbagai tempat.

Apel Siaga Bencana, Bupati Boyolali Waspadai Bencana Alam dan Covid-19

 Said menekan pentingnya disiplin protokol kesehatan (prokes) kepada semua masyarakat guna menghadapi pandemi ini.

Mudah, Cukup Lakukan Ini Untuk Cegah Tertular Leptospirosis

Ada beberapa langkah mudah untuk mencegah terinfeksi leptospirosis. Utamanya adalah pola hidup bersih.

Gelap Gulita saat Malam, Jembatan Nambangan Wonogiri Butuh Penerangan

Jembatan senilai Rp12,952 miliar yang baru selesai dibangun itu tidak diberi lampu penerangan sehingga gelap gulita saat malam.

Kenali Bahaya Leptospirosis yang Tewaskan 3 Warga Karanganyar

Leptospirosis seringkali diagnosisnya disalahartikan dengan penyakit lain. Namun, pada beberapa orang yang terinfeksi, gejalanya bisa tidak terdeteksi.

Sri Mulyani Minta Produk UMKM Tampilkan Logo Klaten

Sri Mulyani meminta agar produk UMKM di Klaten menampilkan logo Kabupaten Klaten untuk mempromosikan produk unggulan daerah.

Jateng Empat Kali Jadi Provinsi Paling Informatif, Ini Komentar Ganjar

Ganjar menilai keterbukaan informasi publik ini tak sekadar hak namun juga bisa dijadikan pedoman.