Selamat! Sragen Raih Penghargaan Parahita Ekapraya dari Kemen PPPA

Piala dan piagam tersebut diserahkan kepada Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati di ruang kerjanya, Kamis (23/9/2021).

 Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati bersama Kepala Bappeda Litbang Zubaidi (kiri) dan Plt. Kepala DP2KBP3A Sragen Hargiyanto (kanan) berfoto dengan membawa penghargaan Parahita Ekapraya, Kamis (23/9/2021). (Istimewa/dok. DP2KBP3A Sragen)

SOLOPOS.COM - Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati bersama Kepala Bappeda Litbang Zubaidi (kiri) dan Plt. Kepala DP2KBP3A Sragen Hargiyanto (kanan) berfoto dengan membawa penghargaan Parahita Ekapraya, Kamis (23/9/2021). (Istimewa/dok. DP2KBP3A Sragen)

Solopos.com, SRAGEN — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen mendapatkan anugerah penghargaan Parahita Ekapraya 2020 dengan kategori utama dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA).

Penghargaan bergengsi dalam pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak itu merupakan bentuk apresiasi terhadap kebijakan responsif gender di Bumi Sukowati. Penghargaan tersebut ditandatangani Menteri PPPA I Gusti Ayu Bintang Darmawati pada 6 September 2021.

Piala dan piagam penghargaan itu baru diambil perwakilan Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Sragen di Semarang, Kamis (23/9/2021). Piala dan piagam tersebut diserahkan kepada Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati di ruang kerjanya, Kamis siang.

Baca juga: Buntut Temuan Klaster Covid-19 PTM di Jateng, Pelajar SMP Sragen akan Dites Antigen

Kabid Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) DP2KBP3A Sragen Siti Suharmi saat dihubungi Solopos.com, Kamis, menyampaikan penilaian Parahita Ekapraya 2020 baru dilakukan pada Maret 2021 karena sepanjang 2020 tidak memungkinkan mengingat pandemi Covid-19. Dia menerangkan penilaiannya dilakukan secara virtual dan hasilnya cukup memuaskan.

“Pada 2019 lalu, Parahita Ekapraya Sragen masih kategori madya dan sekarang naik menjadi kategori utama. Ke depan kami menargetkan bisa meraih kategori mentor seperti yang sudah diraih Kabupaten Rembang. Dari sisi kebijakan untuk mendukung Parahita Ekapraya itu ada peningkatan setiap tahunnya,” ujar Siti.

Regulasi Pengarusutamaan Gender

Kasi Pemberdayaan Perempuan dan Pengarus Utamaan Gender DP2KBP3A Sragen, Tiwi Hanimpuni, menambahkan daya ungkit dalam penilaian Parahita Ekapraya itu salah satunya terletak pada kelembagaan, yakni dengan diawali adanya kebijakan regulasi.

Baca juga: Warga Sragen Jual Obat Terlarang Hingga Ratusan Butir per Hari, Pembeli Mayoritas Anak SMA

Dia menerangkan pada 2018 kebijakan regulasi pengarusutamaan gender (PUG) masih berupa peraturan bupati. Kemudian pada 2019, kata Tiwi, DP2KBP3A Sragen mengajukan rancangan peraturan daerah (raperda) PUG lewat inisiatif DPRD Sragen. Akhirnya pada 2019 itu lahir Perda No. 9/2019 tentang PUG.

“Dengan Perda PUG itu menjadi pijakan awal dalam kelembagaan. Tahun depan lebih menekankan pada implementasi perda tersebut. Dengan regulasi itu ada kebijakan anggaran resposif gender yang ada di setiap OPD [organisasi perangkat daerah]. Kemudian dilakukan analisis gender pathway yang dimulai dengan data pembuka wawasan. Data itu dipilah antara laki-laki dan perempuan. Hal itu didukung dengan program di bidang kesehatan, pendidikan, ekonomi, hingga partisipasi publik untuk anak dan perempuan,” ujar Tiwi.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian, dan Pengembangan (Bappeda Litbang) Sragen, Zubaidi, menyampaikan ada tujuh indikator dalam penilaian Parahita Ekapraya. Yakni komitmen, kebijakan, kelembagaan, sumber daya manusia (SDM) dan anggaran, alat analisis gender, data gender dan data terpilah, serta partisipasi masyarakat.

Baca juga: Pasar Bahulak Sragen Raih Sertifikat CHSE dari Kemenparekraf, Apa Itu?

Dia menerangkan anggaran responsif gender bukan sekadar anggaran untuk perempuan tetapi anggaran kegiatan lain, seperti anggaran untuk penanganan HIV/AIDS, penanganan korban kekerasan, dan seterusnya.

“Sebenarnya masing-masing OPD itu sudah memiliki kebijakan anggaran responsif gender tetapi terkandang mereka tidak mengetahuinya. Kadang kala kebijakan anggaran responsif gender ini masih dianggap tidak penting, padahal penting. Dalam penilaian Parahita Ekapraya ini memang menguras banyak energi tetapi hasilnya memuaskan,” katanya.


Berita Terkait

Berita Terkini

Objek Wisata Dibuka, Desa Conto Wonogiri Ramai Didatangi Wisatawan

Kali terakhir objek wisata ini banyak didatangi pengunjung pada momen libur Hari Maulid Nabi Muhammad SAW, Rabu (20/10/2021).

Uji Petik Digelar Lagi, Tak Ada Klaster Covid-19 Sekolah di Klaten

Uji petik dilakukan dengan sasaran 10 siswa dan dua guru di setiap kecamatan.

Satgas Klaten Tepis Anggapan Vaksinasi hanya Syarat ke Objek Wisata-Mal

Edukasi terkait vaksinasi masih perlu dilakukan meski capaian vaksinasi di Klaten secara umum sekitar 76,84 persen.

Batasan Usia Dicabut, Ini Poin-Poin Aturan SE Terbaru Wali Kota Solo

Pemkot Solo menerbitkan SE Wali Kota terbaru yang meniadakan aturan pembatasan usia anak-anak boleh mengunjungi mal, tempat wisata, dan tempat umum lainnya.

Jokowi Minta Bupati Awasi Pembelajaran Tatap Muka

Berkaca dari pengalaman negara lain, kasus Covid-19 kembali meningkat saat PTM kembali digelar.

Round Up: Atap Masjid Besar Nguter Sukoharjo Ambrol, Salah Konstruksi?

Polisi menduga ada kesalahan konstruksi pada rangka atap serambi Masjid Besar Al Furqon, Nguter, Sukoharjo, yang ambrol pada Rabu (20/10/2021).

Henry Indraguna Ajak Kader Partai Golkar Rapatkan Barisan Menuju 2024

Anggota Dewan Pakar DPP Partai Golkar Henry Indraguna mengajak kader mendukung Airlangga Hartarto sebagai calon presiden pada Pilpres 2024.

Tabuh Kentungan, Petugas Pasar Nusukan Solo Keliling Pantau Prokes

Petugas Pasar Nusukan, Solo, rutin melakukan ronda masker untuk mengingatkan pedagang maupun pembeli agar selalu taat prokes selama beraktivitas di dalam pasar.

Akhir Pekan Ini TSTJ Solo Buka Wahana Permainan dan Atraksi Binatang

Pengelola objek wisata TSTJ Solo mempersiapkan wahana permainan dan atraksi interaksi dengan binatang yang akan dibuka mulai akhir pekan ini.

Mi Seblak Ada di Tambongwetan Klaten, Rasa Kencurnya Menggugah Selera

Mi seblak bikinan Teh Nita dinilai sangat kuat dengan citarasa ala Jawa Barat (Jabar), yakni kuat dengan resep kencurnya.

Boyolali Genjot Vaksinasi Pelajar, Berharap PTM Digelar Penuh

Cakupan vaksinasi di Kabupaten Boyolali berdasarkan data kartu tanda penduduk (KTP) mencapai 80,14 persen.

DLH Boyolali Dorong Penanganan Sampah Rampung di RT

RT bisa mengelola sampah melalui bank sampah atau membikin galian kecil yang biasa disebut jugangan untuk menampung sampah organik.

9.000 PKL dan Warung di Wonogiri Dapat Bantuan Rp10,8 Miliar

Polres Wonogiri dan Kodim 0728/Wonogiri menjamin penyaluran bantuan senilai Rp1,2 juta/penerima itu tepat sasaran.

Dana Insentif Pemkot Solo Anjlok, dari Rp78 Miliar Jadi Rp21 Miliar

Dana insentif daerah (DID) yang diterima Pemkot Solo sebagai bentuk penghargaan atas raihan opini WTP tahun ini malah anjlok drastis.

Anggota Tikus Pithi Se-Jawa Dilatih Jurnalistik oleh Solopos Institute

Puluhan anggota Tikus Pithi Hanata Baris dari sejumlah wilayah di Jawa mengikuti pelatihan jurnalistik bersama Solopos Institute di Solo.