Sepekan Berjalan, SGS 2021 Bukukan Transaksi Rp100 Miliar

Panitia Solo Great Sale 2021 membukukan transaksi senilai Rp100 miliar pada sepekan pertama penyelenggaraan agenda tersebut.

 Sejumlah pejabat daerah dan pusat menghadiri pembukaan Solo Great Sale 2021 di Stadion Manahan Solo, Jumat (1/10/2021). (Solopos/Nicolous Irawan)

SOLOPOS.COM - Sejumlah pejabat daerah dan pusat menghadiri pembukaan Solo Great Sale 2021 di Stadion Manahan Solo, Jumat (1/10/2021). (Solopos/Nicolous Irawan)

Solopos.com, SOLO — Event Solo Great Sale (SGS) 2021 sudah berjalan sepekan sejak 1 Oktober 2010 lalu. Selama kurun waktu tersebut, panitia membukukan transaksi antara merchants dengan pembeli dengan nilai total Rp100 miliar.

Masyarakat juga mulai menukarkan bukti transaksi mereka dengan poin SGS. Public Relation Solo Grand Mall (SGM), Ni Wayan Ratrina, mengatakan sejak hari pertama SGS, awal Oktober 2021, sudah ada sejumlah konsumen yang datang langsung ke customer service SGM guna menukarkan poin transaksi.

Ia mengatakan total transaksi yang ditukarkan poin di customer service ada sekitar Rp10.127.000. Penyumbang tertinggi perolehan poin itu adalah transaksi pembelian komputer dan emas. “Jadi itu dalam sehari saja, kemarin [Kamis, 7/10/2021], ada transaksi di tenant komputer dan tenant emas, total ada sekitar Rp7.150.800,” katanya, Jumat (8/10/2021).

Baca Juga: Hiburan Malam Solo Kembali Beroperasi, DPRD: Jangan Euforia Berlebihan!

Nilai itu terdiri dari transaksi pembelian komputer dengan nilai sekitar Rp6,7 juta dan emas sekitar Rp762.000. Sementara untuk nilai transaksi konsumen yang menukarkan poin di customer servis sejak hari pertama pelaksanaan Solo Great Sale 2021 ada sekitar Rp10.127.000.

“Itu data yang langsung datang ke customer service. Kemungkinan untuk nilai transaksi secara keseluruhan lebih, sebab dari konsumen sendiri kemungkinan ada yang memasukkan langsung dan menukar poin sendiri lewat aplikasi,” katanya.

Lima Kategori dengan Transaksi Tertinggi

Dia menyebutkan secara keseluruhan tenant di SGM masuk sebagai merchant SGS. Transaksi yang saat ini sudah terjadi selama SGS berlangsung beragam, mulai dari produk elektronik, emas, pakaian, makanan dan sebagainya.

Baca Juga: Gibran dan Sandiaga Uno Mesra di Acara Apresiasi Kreasi Indonesia

Sementara itu berdasarkan data panitia, untuk transaksi Solo Great Sale 2021 dalam waktu sepekan terakhir sementara sudah sekitar Rp100 miliar. Ada lima kategori yang menempati transaksi tertinggi yakni transportasi, hotel dan restoran, pasar tradisional, ritel dan pertokoan dan mal.

Sekretaris Panitia SGS 2021, M David R Wijaya, mengatakan pada SGS tahun ini panitia juga bekerja sama dengan pusat-pusat perbelanjaan untuk menyediakan tempat penukaran poin SGS.

Baca Juga: GOR Manahan Solo Tak Rugikan Negara, Politikus PKS: Pemkot yang Rugi

Meski sudah ada aplikasi Solo Sale Go yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk memasukkan data transaksi dan secara otomatis menukarkan poin, panitia juga menyiapkan tempat penukaran poin tersebut. Tujuannya agar konsumen yang belum dapat mengakses aplikasi tetap bisa mengikuti program SGS.

“Ada beberapa lokasi tempat menukarkan poin itu. Pertama pusatnya ada di Kantor Kadin selama jam kerja. Kemudian di 44 pasar tradisional, kemudian di mal dan pusat perbelanjaan,” katanya.


Berita Terkait

Berita Terkini

PKR Ingin Ramaikan Pemilu 2024, KPU Solo Jelaskan Syarat-Syaratnya

Ketua KPU Solo Nurul Sutarti menjelaskan syarat-syarat yang harus dipenuhi Partai Kedaulatan Rakyat atau PKR jika ingin ikut meramaikan Pemilu 2024.

Kasus Menwa UNS Solo, BEM SV: Evaluasi Jangan sampai Ancam UKM Lain

BEM SV UNS Solo meminta agar evaluasi menyeluruh terhadap unit kegiatan mahasiswa atau UKM sebagai dampak kasus Menwa tidak mengancam UKM lain.

Gibran Soroti Ramainya Pengunjung Objek Wisata Solo Saat Akhir Pekan

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka meminta pengelola objek wisata menerapkan strategi untuk mencegah kerumunan saat pengunjung membeludak.

Karanganyar akan Ada 2 PT, Terbaru Universitas Muhammadiyah Jawa Tengah

Kabupaten Karanganyar akan memiliki dua universitas dalam waktu dekat, terbaru universitas yang cukup besar milik Persyarikatan Muhammadiyah yakni Universitas Muhammadiyah Jawa Tengah.

Ngaku Tak Kenal Tuntas Subagyo, Gibran Komentar Begini soal PKR

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka mengaku tak kenal Tuntas Subagyo, Ketua Tikus Pithi Hanata Baris yang mengusung Bajo di Pilkada 2020.

Megah! Kantor DPC PDIP Solo bakal Dibangun 4 Lantai

DPC PDIP Solo akan merobohkan bangunan kantor mereka saat ini dan menggantikan dengan gedung berlantai empat di lahan yang sama.

Satlantas Sukoharjo Bentuk Kelompok Sadar Lalu Lintas, Apa Tugasnya?

Satlantas Polres Sukoharjo memberikan pelatihan dan membentuk kelompok sadar tertib lalu lintas kepada para supeltas dan driver ojek ojol.

Komitmen dan Kesetiaan Sahabat Kawal Kasus Gilang Mahasiswa UNS Solo

Para sahabat Gilang Endi Saputra berkomitmen mengawal kasus mahasiswa UNS Solo yang meninggal saat mengikuti diklat Menwa, Minggu (24/10/2021).

Percepat Digitalisasi, Tawangsari Boyolali Punya 1.400 Pengguna QRIS

 Jumlah itu menyumbangan sekitar 7,36 persen dari total pengguna QRIS di Boyolali yang mencapai 19.000 pengguna.

Ini yang Pemkab Sragen Lakukan Atasi Covid-19 sehingga Diapresiasi BNPB

Bupati Sragen mengklaim melakukan inovasi luar biasa dalam mempercepat program vaksinasi Covid-19.

Jadi Desa Digital, Tawangsari Pertama Gunakan QRIS di Boyolali

Butuh pendekatan khusus agar masyarakat mau beralih ke transaksi non tunai.

Sragen Masuk 30 Besar Anugerah Tangguh Adhiwarsana BNPB, Apa Itu?

Penanganan pandemi Covid-19 di Sragen mendapat apresiasi dari BNPB.

Soal Tuntutan Pembubaran Menwa, Ini Tanggapan Konas Menwa Indonesia

Kepala Staf Konas Menwa Indonesia menanggapi banyaknya tuntutan pembubaran Menwa menyusul kasus dugaan kekerasan terhadap salah satu peserta diklat di UNS Solo.

Gugatan Ditolak PTUN, Praja Ajukan Banding Soal Masa Kerja Perdes

Praja Sragen akan mengajukan banding atas ditolaknya gugatan mereka oleh PTUN Semarang terkait pemangkasan masa kerja perangkat desa.

Desa Tawangsari Boyolali Deklarasikan Diri sebagai Desa Digital

Digitalisasi ini terlihat dari perubahan transaksi perdagangan di desa itu yang semula tunai kini menjadi nontunai.