Simpan 500 Butir Obat-Obatan Berbahaya, Pemuda Kampung Terpencil Sragen Diciduk Polisi

Seorang warga yang tinggal di daerah terpencil Sragen dibekuk polisi karena menyimpan dan hendak mengedarkan obat-obatan berbahaya.

 Ilustrasi pil. (Freepik)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi pil. (Freepik)

Solopos.com, SRAGEN — Aparat Satuan Narkorba Polres Sragen kembali menangkap seorang pengedar obat-obatan berbahaya. Pelaku diketahui Suris, 29, warga Dukuh/Desa Galeh, RT 01, Kecamatan Tangen, Sragen.

Galeh tinggal di salah satu desa terpencil Kabupaten Sragen yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Grobogan. Informasi yang dihimpun Solopos.com dari Mapolres Sragen, Senin (13/9/2021), penangkapan Suris itu dilakukan pada Sabtu (11/9/2021) siang.

Baca Juga: Waduh! Sudah 3 Hari Gas Melon Langka di Sragen, Warga Pusing

Penangkapan Suris bermula dari laporan masyarakat terkait adanya penjual obat berbahaya di dukuh terpencil itu. Mendapati laporan itu, polisi kemudian mengembangkan penyelidikan.

Polisi menggelar patroli dan menggali informasi dari masyarakat. Informasi yang dihimpun polisi menguatkan dugaan bila penjual obat-obatan berbahaya di Sragen itu adalah Suris.

Baca Juga: Warga 5 Desa di Sragen Ini Antusias Ikuti Vaksinasi Covid-19

Polisi kemudian mendatangi rumah Suris pada Sabtu siang. Suris tidak bisa berkutik saat aparat menggeledah isi kamarnya. Benar saja, dari balik lemari pakaian, Suris kedapatan menyimpan 500 butir obat berbahaya jenis Trihexyphenidyl yang dibungkus plastik warna hitam.

“Tersangka mendapatkan obat berbahaya itu dengan cara membeli di toko herbal melalui Facebook. Rencananya, obat itu mau dipakai sendiri. Sisanya mau dijual lagi ke teman-temannya dengan maksud mendapat keuntungan,” papar Kasi Humas Polres Sragen, AKP Suwarso, mewakili Kapolres Sragen, AKBP Yuswanto Ardi, kepada Solopos.com.

Baca Juga: Duh… Atap Kelas Ambruk, Siswa SD Inpres di Patihan Sragen Belajar di Musala

Selanjutnya polisi membawa tersangka berikut 500 butir obat terlarang dan sebuah ponsel sebagai barang bukti ke Mapolres Sragen.

Tersanga dijerat dengan Pasal 196 atau Pasal 197 UU No 36/2009 tentang Kesehatan dengan ancaman pidana paling lama 15 tahun dan denda maksimal Rp1,5 juta.


Berita Terkait

Berita Terkini

Akhir Pekan Ini TSTJ Solo Buka Wahana Permainan dan Atraksi Binatang

Pengelola objek wisata TSTJ Solo mempersiapkan wahana permainan dan atraksi interaksi dengan binatang yang akan dibuka mulai akhir pekan ini.

Mi Seblak Ada di Tambongwetan Klaten, Rasa Kencurnya Menggugah Selera

Mi seblak bikinan Teh Nita dinilai sangat kuat dengan citarasa ala Jawa Barat (Jabar), yakni kuat dengan resep kencurnya.

Boyolali Genjot Vaksinasi Pelajar, Berharap PTM Digelar Penuh

Cakupan vaksinasi di Kabupaten Boyolali berdasarkan data kartu tanda penduduk (KTP) mencapai 80,14 persen.

DLH Boyolali Dorong Penanganan Sampah Rampung di RT

RT bisa mengelola sampah melalui bank sampah atau membikin galian kecil yang biasa disebut jugangan untuk menampung sampah organik.

9.000 PKL dan Warung di Wonogiri Dapat Bantuan Rp10,8 Miliar

Polres Wonogiri dan Kodim 0728/Wonogiri menjamin penyaluran bantuan senilai Rp1,2 juta/penerima itu tepat sasaran.

Dana Insentif Pemkot Solo Anjlok, dari Rp78 Miliar Jadi Rp21 Miliar

Dana insentif daerah (DID) yang diterima Pemkot Solo sebagai bentuk penghargaan atas raihan opini WTP tahun ini malah anjlok drastis.

Anggota Tikus Pithi Se-Jawa Dilatih Jurnalistik oleh Solopos Institute

Puluhan anggota Tikus Pithi Hanata Baris dari sejumlah wilayah di Jawa mengikuti pelatihan jurnalistik bersama Solopos Institute di Solo.

Kebakaran di Klandungan Sragen Menimpa Dapur Rumah Warga

Kebakaran yang terjadi di Desa Klandungan, Kecamatan Ngrampal Sragen, menimpa dapur warga yang berdekatan dengan lokasi penyimpanan jerami. Kerugian ditaksir Rp10 juta.

SGS 2021 Jadi Harapan Pusat Perbelanjaan Solo untuk Dongkrak Transaksi

Pengelola pusat perbelanjaan di Kota Solo sangat berharap para event Solo Great Sale atau SGS 2021 bisa mendongkrak jumlah kunjungan dan transaksi di mal.

Peralihan Musim, BMKG Jateng: Waspadai Puting Beliung di Soloraya!

BMKG Jateng mengimbau warga wilayah Soloraya termasuk Sukoharjo untuk mewaspadai potensi bencana angin kencang saat peralihan musim kemarau penghujan.

Picu Kerumunan, Padang Rumput Tegalharjo Wonogiri Ditutup

Padang rumput luas di wilayah Desa Tegalharjo ini ramai dikunjungi warga setelah viral di media sosial Instagram.

Hujan Abu Tipis di Selo Boyolali, Aktivitas Warga Tetap Normal

Gunung Merapi mengeluarkan awan panas pada Selasa malam pukul 19.41 dan 19.48 WIB.

11 Siswanya Terpapar Covid-19, Ini Penjelasan Kepala SMPN 8 Solo

Klaster penularan Covid-19 di sekolah yang menggelar PTM di Solo meluas ke jenjang SMP, yakni SMPN 8 dan SMPN 4 dengan total 12 siswa positif.

Tangkarkan Benih Padi, Pria Asal Kajen Klaten Raup Omzet Rp1 M/Tahun

Dalam setahun, omzet yang diperoleh Suwono, 70, bisa mencapai Rp1 miliar dengan pendapatan bersih sekitar Rp500 juta.

Awas Nabrak Lur! Ada Tiang Listrik di Tengah Jalan Depan TSTJ Solo

Warga berharap tiang listrik di tengah jalan depan objek TSTJ, Jebres, Solo, bisa digeser ke tepi jalan agar tidak membahayakan pengguna jalan.