Solopos Hari Ini: PNS Tak Bisa Bersantai, Bioskop Solo Boleh Buka Lagi

Koran Solopos hari ini menghadirkan berita utama mengenai adanya aturan baru tentang disiplin PNS. Aturan dalam bentuk PP itu mengatur lebih ketat kewajiban PNS.

 Koran Solopos edisi hari ini, Rabu (15/9/2021). (dok)

SOLOPOS.COM - Koran Solopos edisi hari ini, Rabu (15/9/2021). (dok)

Solopos.com, SOLO — Presiden Jokowi mengeluarkan peraturan pemerintah (PP) baru yang mengatur tentang disiplin pegawai negeri sipil. PP No. 94/2021 ini menggantikan PP lama dengan sejumlah ketentuan baru yang membuat PNS tak bisa “senyaman” dulu.

Berita soal perubahan aturan disiplin PNS ini jadi sajian utama Koran Solopos edisi  hari ini, Rabu (15/9/2021). Berikut cuplikan beritanya:

PNS Tak Bisa Bersantai

JAKARTA-Pegawai negeri sipil (PNS) kini tak bisa bersantai-santai. Mereka kini memiliki kewajiban melaporkan harta kekayaan hingga menghadapi ancaman pemecatan jika membolos kerja selama 10 hari berturut-turut.

Hal tersebut diatur dalam Peraturan Pemerintah No. 94/2021 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil yang diteken Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 31 Agustus 2021. Dalam beleid tersebut, PNS wajib menaati sejumlah kewajiban dan menghindari larangan. Salah satu kewajiban yang harus dilakukan PNS terkait adalah melaporkan harta kekayaannya.

Baca Juga: Gaji Dipotong Partai, Hendrawan Supratikno Kantongi Rp22 juta per Bulan

“PNS wajib melaporkan harta kekayaan kepada pejabat berwenang sesuai dengan ketentuan perundang undangan,” bunyi Pasal 4 Huruf (e) PP tersebut.

Bagi PNS yang tidak mengikuti ketentuan tersebut bisa mendapat hukuman disiplin sedang hingga berat. Tidak semua PNS dikenai kewajiban. Mereka yang wajib melaporkan harta kekayaannya adalah PNS yang menduduki jabatan fungsional dan PNS lain yang menduduki jabatan yang diwajibkan melaporkan harta kekayaan.

“Melaporkan harta kekayaan kepada pejabat yang berwenang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan sebagaimana dimaksud alam Pasal 4 Huruf e yang dilakukan pejabat administrator dan pejabat fungsional,” bunyi Pasal 10 Ayat (2) tentang hukuman disiplin sedang.

Sementara, cuplikan berita lain di Koran Solopos hari ini di antaranya:

Bioskop di Solo Boleh Buka Lagi

SOLO-Pemerintah Kota (Pemkot) Solo kembali memberikan pelonggaran pada Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3. Setelah mal, pusat perbelanjaan, dan destinasi wisata yang diizinkan buka, Pemkot akhirnya memberi lampu hijau untuk operasional bioskop.

Kebijakan itu tertuang dalam Surat Edaran (SE) Wali Kota No. 067/2899. Salah satu syaratnya, aplikasi PeduliLindungi mutlak digunakan bagi seluruh pengunjung bioskop maupun pegawai. Aturan lainnya, kapasitas maksimal 50% dan hanya pengunjung dengan kategori hijau dalam PeduliLindungi yang boleh masuk.

Baca Juga: KD Nyeplos Banyak Penerimaan Uang, Anggota DPR Membantah

Pengunjung yang berusia di atas 12 tahun dilarang masuk. Pengunjung juga dilarang makan dan minum

Sementara bioskop dilarang menjual makanan dan minuman di area tersebut. Poin berikutnya, bioskop wajib mengikuti protokol kesehatan yang diatur Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dan Kementerian Kesehatan.

“Daftar perusahaan yang akan mengikuti uji coba ini ditentukan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif,” tulis poin SE itu lagi.

Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, mengatakan sebelum benar-benar dibuka, bioskop wajib menggelar simulasi terlebih dahulu.

BEM Sesalkan Penangkapan Mahasiswa

SOLO-Meski mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo yang ditangkap aparat sudah dipulangkan, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) masih menyayangkan penangkapan itu. Sebanyak 10 mahasiswa UNS yang ditangkap dan dibawa ke Mapolresta Solo, Senin (13/9/2021) saat ada kunjungan Presiden Joko Widodo atau Jokowi itu langsung dipulangkan pada hari yang sama.

Ketua BEM UNS, Zakky Musthofa Zuhad, mengatakan penangkapan tersebut tidak seharusnya dilakukan aparat keamanan.

Baca Juga: Tok! Jokowi Sahkan Aturan Seluruh PNS Wajib Laporkan Harta Kekayaan

“Teman-teman sudah dipulangkan sorenya [Senin]. Seharusnya tidak perlu ada penangkapan. Kami hanya ingin menyampaikan aspirasi, penyampaiannya juga sopan, tidak ada kata-kata sarkas, dan kami juga melakukannya tidak secara massal,” ujarnya pada Selasa (14/9/2021).

Berbagai berita pilihan yang dimuat di Koran Solopos Hari Ini bisa Anda simak di Espos Premium.


Berita Terkait

Berita Terkini

COP26 Sangat Strategis untuk Bersama-Sama Menyelamatkan Dunia

Pertemuan ini khusus membicarakan perubahan iklim dan strategi serta rencana negara-negara di dunia untuk menanggulangi.

Solopos Hari Ini: Meminta Keadilan untuk Gilang, Klaster PTM Capai 99

Harian Solopos Edisi Selasa (26/10/2021) mengangkat headline terkait meninggalnya salah satu mahasiswa UNS setelah mengikuti diklat di kampusnya.

Ultah Terakhir Putri Mako Sebagai Anggota Kekaisaran Jepang

Putri Mako merayakan ulang tahunnya yang ke-30 pada hari Sabtu (23/10), menandai ulang tahun terakhir yang dia miliki sebagai anggota keluarga kekaisaran Jepang.

Kudeta Militer, Perdana Menteri Sudan Diculik ke Tempat Rahasia

Pejabat senior pemerintahan Sudan ditangkap dan dibawa ke tempat rahasia yang tak diketahui. Salah satu yang ditangkap adalah Perdana Menteri Abdallah Hamdok.

Wali Kota Makassar: Nakes Pembuat Surat Vaksinasi Palsu Akan Dipecat

Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto memastikan tenaga kesehatan atau nakes pembuat surat vaksinasi Covid-19 palsu bakal dipecat.

Jasa Raharja Kini Terintegrasi ke E-Tilang

Aplikasi JRKu bisa dimanfaatkan oleh Korlantas Polri untuk mengecek data serta masa pajak kendaraan bermotor apakah telah dibayarkan atau belum.

Haedar Nashir: Yang Klaim Lembaga Negara Miliknya Belum Akil Baligh

Haedar mengutip pidato Sukarno pada 1 Juni 1945 dalam sidang BPUPKI yang menyatakan bahwa pendirian negara Indonesia adalah untuk semua.

Awas! Penyakit Polio Intai Indonesia, Ini Penjelasan Satgas IDAI

Penyakit polio dikatakan Satgas Imunisasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) masih mengintai Indonesia karena vaksinasi terhenti akibat pandemi.

PDIP Beri Beasiswa Penelitian Perbandingan Era SBY dan Jokowi

Hasto mencontohkan, mengapa dalam era demokrasi dengan kompetisi yang sangat ketat, pada tahun 2009 ada parpol yang mencapai kenaikan perolehan suara 300 persen.

Sejarah Hari Ini : 26 Oktober 2010, Gunung Merapi Meletus Dahsyat

Letusan dahsyat Gunung Merapi yang menewaskan ratusan orang menjadi salah satu peristiwa bersejarah yang terangkum dalam Sejarah Hari Ini, 26 Oktober.

Kapolres Nunukan Sempat Berencana Mutasi Anak Buah yang Dihajar

Dearystone mengatakan telegram rahasia mutasi tersebut sudah sempat dibuat oleh Kapolres Nunukan namun akhirnya dibatalkan Kapolda Kalimantan Utara.

Bikin Mrinding! Pinjol Ilegal Ancam Kirim Santet Saat Tagih Utang

Pekerja pinjaman online atau pinjol ilegal tak segan mengancam saat menagih hutang, salah satunya mengirim santet ke korban.

Kapolres Nunukan Aniaya Anak Buah, Kompolnas: Polisi Kok Militeristik?

Menurut Poengky, jika betul anggota bersalah masih ada cara pembinaan yang humanis antara lain dengan melakukan teguran dan hukuman yang mendidik.

LRT Kecelakaan di Jakarta, Pengujian 31 Trainset Jalan Terus

INKA akan bertanggung jawab karena status rangkaian LRT Jabodebek yang mengalami kecelakaan tersebut masih pengujian dan belum beroperasi resmi.

Keren, Warga NU Punya Aplikasi Basis Data Bernama NUChat

Keunggulan NUChat bisa berkomunikasi dengan jaringan yang tak stabil dengan otomatis pesan beralih ke SMS.

Ini Penyebab Kapolres Nunukan Mengamuk dan Hajar Anak Buah

Syaiful Anwar marah-marah karena saat zoom meeting dengan Mabes Polri beberapa saat sebelumnya wajahnya tidak muncul di layar.