Sudah 3 Bulan Warga Tawang Sukoharjo Bergantung pada Bantuan Air Bersih

Masyarakat dua dusun di Desa Tawang, Weru, Sukoharjo, mengandalkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari.

 Ilustrasi air bersih. (Reuters)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi air bersih. (Reuters)

Solopos.com, SUKOHARJO — Warga Desa Tawang, Kecamatan Weru, Sukoharjo, sudah tiga bulan ini menggantungkan hidup dengan bantuan air bersih. Daerah mereka mengalami krisis air bersih gegara kemarau.

Pemerintah desa setempat sudah berencana menambah sumur bor penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat (pamsimas) untuk mengatasi krisis air. Namun, rencana itu kemungkinan baru terwujud pada 2022.

Saat ini, enam sumur bor Pamsimas tak memadai untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat. Desa Tawang termasuk daerah rawan kekeringan saat musim kematau. Warga yang kesulitan mendapatkan air bersih berdomisili di Dusun Tawang dan Dusun Babalan.

Baca Juga: Pandemi Covid-19, Aset Bank Sukoharjo Justru Melesat Jadi Rp125 Miliar

Letak kedua dusun itu di lereng Gunung Taruwongso. Jumlah warga Tawang, Sukoharjo, yang membutuhkan bantuan karena mengalami krisis air bersih sebanyak 147 keluarga. Mereka kesulitan mendapatkan air bersih lantaran debit sumur bor Pamsimas mulai menyusut pada awal Juli.

Kepala Desa Tawang, Maryanto, mengatakan debit sumur Pamsimas tak mampu memenuhi kebutuhan air bersih warga sehari-hari. Pemerintah desa lantas mengirim surat permohonan bantuan air bersih kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sukoharjo.

“Sudah lebih dari tiga bulan, masyarakat Dusun Tawang dan Dusun Babalan mengandalkan bantuan air bersih dari pemerintah maupun organisasi kemasyarakatan. Bantuan air bersih dikirim setiap dua hari,” katanya saat ditemui Solopos.com di kantornya, Selasa (12/10/2021).

Baca Juga: Jembatan Dibangun, Desa Terbelah Sungai di Sukoharjo Akhirnya Terhubung

Sumber Utama

Di Desa Tawang, Sukoharjo, ada enam sumur Pamsimas yang menjadi sumber air utama masyarakat yang tersebar di empat dusun.

Masing-masing dusun memiliki satu-dua sumur Pamsimas. Satu sumur Pamsimas dimanfaatkan sekitar enam rukun tetangga (RT) atau sekitar 300 keluarga.

Idealnya, setiap dusun memiliki minimal dua sumur Pamsimas untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat sehari-hari.

Baca Juga: Biaya Umrah Naik sampai Rp8 Juta, Biro Travel Sukoharjo Tunggu Regulasi

“Kami berencana menambah sumur bor Pamsimas untuk mengatasi krisis air bersih. Skala prioritas di Dusun Tawang dan Dusun Babalan yang menjadi daerah langganan krisis air bersih saat musim kemarau,” ujarnya.

Maryanto bakal berkoordinasi dengan pengurus Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Tawang ihwal rencana pengeboran sumur Pamsimas. Apabila disetujui BPD Tawang maka pengeboran sumur Pamsimas dilakukan pada 2022.

Kepala Pelaksana BPBD Sukoharjo, Sri Maryanto, mengatakan pengiriman bantuan air bersih dilakukan secara rutin ke daerah kekeringan.

Baca Juga: Warga Sukoharjo Belum Vaksin Covid-19? Bisa Mendaftar di Link Ini

Wilayah Sukoharjo bagian selatan seperti Kecamatan Weru, Bulu, dan Tawangsari menjadi daerah langganan krisis air bersih saat musim kemarau.

Namun demikian, krisis air bersih di wilayah Sukoharjo bagian selatan tak seperti pada tahun-tahun sebelumnya. “Saat ini, memasuki musim pancaroba atau peralihan dari musim kemarau ke musim penhujan,” katanya.


Berita Terkait

Berita Terkini

PKR Ingin Ramaikan Pemilu 2024, KPU Solo Jelaskan Syarat-Syaratnya

Ketua KPU Solo Nurul Sutarti menjelaskan syarat-syarat yang harus dipenuhi Partai Kedaulatan Rakyat atau PKR jika ingin ikut meramaikan Pemilu 2024.

Kasus Menwa UNS Solo, BEM SV: Evaluasi Jangan sampai Ancam UKM Lain

BEM SV UNS Solo meminta agar evaluasi menyeluruh terhadap unit kegiatan mahasiswa atau UKM sebagai dampak kasus Menwa tidak mengancam UKM lain.

Gibran Soroti Ramainya Pengunjung Objek Wisata Solo Saat Akhir Pekan

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka meminta pengelola objek wisata menerapkan strategi untuk mencegah kerumunan saat pengunjung membeludak.

Karanganyar akan Ada 2 PT, Terbaru Universitas Muhammadiyah Jawa Tengah

Kabupaten Karanganyar akan memiliki dua universitas dalam waktu dekat, terbaru universitas yang cukup besar milik Persyarikatan Muhammadiyah yakni Universitas Muhammadiyah Jawa Tengah.

Ngaku Tak Kenal Tuntas Subagyo, Gibran Komentar Begini soal PKR

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka mengaku tak kenal Tuntas Subagyo, Ketua Tikus Pithi Hanata Baris yang mengusung Bajo di Pilkada 2020.

Megah! Kantor DPC PDIP Solo bakal Dibangun 4 Lantai

DPC PDIP Solo akan merobohkan bangunan kantor mereka saat ini dan menggantikan dengan gedung berlantai empat di lahan yang sama.

Satlantas Sukoharjo Bentuk Kelompok Sadar Lalu Lintas, Apa Tugasnya?

Satlantas Polres Sukoharjo memberikan pelatihan dan membentuk kelompok sadar tertib lalu lintas kepada para supeltas dan driver ojek ojol.

Komitmen dan Kesetiaan Sahabat Kawal Kasus Gilang Mahasiswa UNS Solo

Para sahabat Gilang Endi Saputra berkomitmen mengawal kasus mahasiswa UNS Solo yang meninggal saat mengikuti diklat Menwa, Minggu (24/10/2021).

Percepat Digitalisasi, Tawangsari Boyolali Punya 1.400 Pengguna QRIS

 Jumlah itu menyumbangan sekitar 7,36 persen dari total pengguna QRIS di Boyolali yang mencapai 19.000 pengguna.

Ini yang Pemkab Sragen Lakukan Atasi Covid-19 sehingga Diapresiasi BNPB

Bupati Sragen mengklaim melakukan inovasi luar biasa dalam mempercepat program vaksinasi Covid-19.

Jadi Desa Digital, Tawangsari Pertama Gunakan QRIS di Boyolali

Butuh pendekatan khusus agar masyarakat mau beralih ke transaksi non tunai.

Sragen Masuk 30 Besar Anugerah Tangguh Adhiwarsana BNPB, Apa Itu?

Penanganan pandemi Covid-19 di Sragen mendapat apresiasi dari BNPB.

Soal Tuntutan Pembubaran Menwa, Ini Tanggapan Konas Menwa Indonesia

Kepala Staf Konas Menwa Indonesia menanggapi banyaknya tuntutan pembubaran Menwa menyusul kasus dugaan kekerasan terhadap salah satu peserta diklat di UNS Solo.

Gugatan Ditolak PTUN, Praja Ajukan Banding Soal Masa Kerja Perdes

Praja Sragen akan mengajukan banding atas ditolaknya gugatan mereka oleh PTUN Semarang terkait pemangkasan masa kerja perangkat desa.

Desa Tawangsari Boyolali Deklarasikan Diri sebagai Desa Digital

Digitalisasi ini terlihat dari perubahan transaksi perdagangan di desa itu yang semula tunai kini menjadi nontunai.