Survei Indikator: Kepercayaan Tertinggi Publik kepada TNI

Kepercayaan tertinggi responden kepada TNI sedangkan kepercayaan terendah kepada DPR dan partai politik.

 Anggota Bhabinkamtibmas Polresta Solo bersama anggota Babinsa TNI AD bersiap menyerahkan paket sembako dari Akabri 1996. (Solopos/Nicolous Irawan)

SOLOPOS.COM - Anggota Bhabinkamtibmas Polresta Solo bersama anggota Babinsa TNI AD bersiap menyerahkan paket sembako dari Akabri 1996. (Solopos/Nicolous Irawan)

Solopos.com, JAKARTA — Selain terhadap Presiden Jokowi, lembaga survei Indikator Politik juga melakukan survei kepercayaan publik atas kinerja sejumlah lembaga tinggi negara.

Hasilnya, kepercayaan tertinggi responden kepada TNI sedangkan kepercayaan terendah kepada DPR dan partai politik.

Terhadap hasil survei ini, Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI), Boyamin Saiman, meminta para legislator mawas diri.

Apalagi, kasus yang menimpa Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin yang terjerat kasus dugaan suap menambah buruk citra wakil rakyat di mata publik.

Baca Juga: Kepuasan Kinerja Jokowi Menurun, Ini Kata Direktur Indikator Politik 

Dalam rilis Indikator Politik yang dikutip detik.com, Minggu (26/9/2021), responden diminta menyebutkan tingkat kepercayaan kepada masing-masing lembaga.

Hasilnya, TNI jadi lembaga teratas yang dipercaya publik.

“TNI paling dipercaya, kemudian Presiden, Polri, KPK, Kejaksaan, MPR, DPD, DPR, dan partai politik,” demikian hasil survei Indikator itu.

Survei dilakukan pada 17-21 September 2021. Penarikan sampel menggunakan metode kontak telepon kepada responden.

Sangat Kompak

Selain itu, survei Indikator Indikator menanyakan ke responden soal kekompakan Polri-TNI.
Sebanyak 68,5 responden menyatakan Polri-TNI kompak menjaga keamanan selama masa wabah.

“Mayoritas menilai Polri dan TNI cukup atau sangat kompak dalam menjaga keamanan selama masa wabah,” tulis survei Indikator.

Hasil survei terhadap TNI

Sangat Kompak: 14,8
Cukup Kompak 68,5
Kurang Kompak: 7,9
Tidak Kompak Sama Sekali: 0,6
Tidak Tahu/Tidak Jawab: 8,2

Harus Berbenah

Koordinator MAKI, Boyamin Saiman, mengatakan partai politik harus berbenah.

Azis Syamsuddin menambah panjang daftar pimpinan DPR RI yang menjadi tersangka kasus korupsi di KPK.

Sebelum Azis Syamsuddin, Setya Novanto dan Taufik Kurniawan juga menghuni bui karena kasus korupsi.

Setya Novanto adalah Ketua DPR tahun 2016 sedangkan Taufik menjabat Wakil Ketua DPR.

Baca Juga: Kepuasan Publik Atas Kinerja Jokowi Menurun, Ini Angkanya 

“Saya tidak ingin menyalahkan yang sudah terjadi, saya harap dengan ditahan Pak Azis Syamsuddin, sebelumnya Alex Noerdin, dan Setya Novanto dulu, bisa jadi masih ada sisa-sisa, tapi saya berharap ke depannya ini parpol mengirimkan kader-kader terbaik untuk menduduki jabatan-jabatan di legislatif maupun eksekutif,” kata Koordinator MAKI, Boyamin Saiman, saat dihubungi detik.com, Sabtu (25/9/2021).

Boyamin yakin setiap partai politik memiliki kader yang berkualitas dan berintegritas.

Dia mengatakan parpol harus menyaring kadernya yang bakal dicalonkan untuk jabatan legislatif ataupun eksekutif.

“Kalau cara saringannya benar saya yakin setidaknya akan mendapatkan kader-kader terbaik dalam duduki jabatan dan emban amanah. Jadi sekali lagi itu bisa dilakukan saringan dengan cara ilmu pengetahuan, psikotes, profile assessment, cara track record dan cara pendidikan,” ucap Boyamin.

Kader Terbaik

Dia berharap keberadaan anggaran operasional parpol dari APBN segera terwujud.

Menurutnya, hal ini bisa memicu parpol mengirimkan kader-kader terbaik untuk duduk di jabatan publik.

“Nanti parpol yang standarnya paling bagus, demokrasinya hidup, sistem pengkaderan bagus, maka akan dapat anggaran 100 persen. Tapi, kalau sistem demokrasinya buruk, tidak ada mekanisme mahkamah partai dan tidak ada mekanisme penggantian ketum yang demokratis dan sebagainya maka akan dikurangi 20 persen,” ujarnya.

“Ini nantinya kita berharap parpol semakin profesional sehingga ketika kirim kader terbaik otomatis pasti bergaris lurus, sesuatu yang berbanding lurus, sehingga nantinya tidak akan ada lagi DPR menjadi kartu gilir untuk diproses oleh KPK atau penegak hukum lainya,” sambung Boyamin.

Berikut hasil survei tingkat kepercayaan publik terhadap lembaga negara:

TNI
Sangat/cukup Percaya: 90
Sedikit percaya: 7
Tidak percaya sama sekali: 0
Tidak Tahu/Tidak Jawab: 3

Presiden
Sangat/cukup Percaya: 82
Sedikit percaya: 15
Tidak percaya sama sekali: 1
Tidak Tahu/Tidak Jawab: 2

Polri
Sangat/cukup Percaya: 71
Sedikit percaya: 24
Tidak percaya sama sekali: 1
Tidak Tahu/Tidak Jawab: 3

KPK
Sangat/cukup Percaya: 65
Sedikit percaya: 26
Tidak percaya sama sekali: 4
Tidak Tahu/Tidak Jawab: 5

Kejaksaan
Sangat/cukup Percaya: 61
Sedikit percaya: 25
Tidak percaya sama sekali: 5
Tidak Tahu/Tidak Jawab: 9

MPR
Sangat/cukup Percaya: 57
Sedikit percaya: 30
Tidak percaya sama sekali: 5
Tidak Tahu/Tidak Jawab: 8

DPD
Sangat/cukup Percaya: 52
Sedikit percaya: 34
Tidak percaya sama sekali: 6
Tidak Tahu/Tidak Jawab: 8

DPR
Sangat/cukup Percaya: 50
Sedikit percaya: 36
Tidak percaya sama sekali: 9
Tidak Tahu/Tidak Jawab: 6

Partai Politik
Sangat/cukup Percaya: 48
Sedikit percaya: 37
Tidak percaya sama sekali: 9
Tidak Tahu/Tidak Jawab: 6

 


Berita Terkait

Espos Premium

Berita Terkini

Ini Bukti Van der Wijck, Titanic-nya Indonesia Ditemukan di Lamongan!

Keyakinan itu bangkai Van der Wicjk berdasarkan berbagai bukti serta kesaksian dari masyarakat di sekitar wilayah itu.

Lava Gunung Api Cumbre Vieja Hanguskan 800 Hektare Lahan di Spanyol

Lebih dari 7.000 orang dari total populasi 85.000 di La Palma, Spanyol telah dievakuasi dari rumah mereka sejak dimulainya letusan pada 19 September 2021. 

Perlu Integrasi Mitigasi Perubahan Iklim dan Pemulihan Dampak Covid-19

Perubahan iklim mendorong peningkatan frekuensi, intensitas, dan durasi kejadian kekeringan, mengancam ketahanan air, sanitasi, dan produktivitas pangan, serta meningkatkan risiko kebakaran hutan dan paparan polutan.

Tiga Kemungkinan Alasan Vaksin Booster Layak Diberikan Menurut WHO

Menurut Direktur Departemen Imunisasi, Vaksin dan Biologi World Health Organization (WHO) Dr. Katherine O'Brien, terdapat tiga kemungkinan alasan vaksin booster bisa diberikan kepada warga.

Terkuak! Begini Cara Pinjol Ilegal di Sleman Cari Nasabah

Perusahaan pinjol ilegal di Kabupaten Sleman, DIY menggunakan layanan SMS blast dan aplikasi Get Contact untuk mencari nasabah.

Kasus Varian Baru Covid Muncul di Rusia, Lebih Menular dari Delta

Pemerintah Rusia melaporkan sejumlah infeksi Covid-19 varian baru yang diyakini lebih menular dari varian Delta.

 WHO: Pandemi Covid-19 Lanjut sampai 2022

WHO menyatakan bahwa pandemi Covid-19 kemungkinan akan berlangsung lebih lama sampai 2022 karena vaksinasi lambat.

Kenapa Hari Santri Nasional Diperingati 22 Oktober 2021?

Jatuh pada besok, Jumat, kenapa Hari Santri Nasional diperingati pada 22 Oktober 2021? Begini sejarah selengkapnya.

Audit Sosial di Antara Kebutuhan Publik dan Resistensi Otoritas

Audit sosial sangat strategis untuk menjamin pelibatan masyarakat atau partisipasi publik dalam program-program pemerintah, khususnya pemerintah daerah.

HUT ke-57 Partai Golkar, Airlangga Minta Kader Makin Kompak dan Solid

Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto mengajak seluruh kader untuk semakin kompak dan solid menuju tahun Pemilu 2024.

Krisis Kemanusiaan di Afghanistan, Rusia Desak Bantuan Internasional

Rusia menyerukan mobilisasi bantuan internasional untuk mendukung Afghanistan guna mencegah krisis kemanusiaan yang dikuasai Taliban itu.

Solopos Hari Ini: Klaster Sekolah Meluas, Korban Pinjol Tak Harus Bayar

Temuan klaster penularan Covid-19 di sekolah tempat penyelenggaraan pembelajaran tatap muka (PTM) di Kota Solo meluas hingga ke jenjang SMP.

Universitas Ruang Paling Moderat untuk Mencegah Radikalisme Ekstrem

Universitas adalah salah satu institusi paling penting untuk menjadi penengah tanpa kepentingan ideologis. Kurikulum dan tim pengajar menjadi kunci mewujudkan moderasi di universitas.

10 Berita Terpopuler: Atap Serambi Masjid Runtuh dan Kabar Persis Solo

Kabar atap serambi Masjid Besar Al Furqon Nguter di Jalan Sukoharjo-Wonogiri tiba-tiba ambruk, Rabu (20/10/2021) dan Persis Solo menjadi berita terpopuler di Solopos.com, Kamis (21/10/2021).

Dimutasi Setelah Picu Kontroversi, Aipda Ambarita: Satya Haprabu!

Aksi Ambarita menuai banyak kritik, salah satunya dari Kompolnas yang menyebut menggeledah tanpa surat perintah keliru.