Tak Seperti Akidi Tio yang Ngeprank, Nenek Ini Sumbangkan Ambulans dari Duit Tabungan

Seorang wanita tua asal Bantul menguras tabungannya untuk membeli ambulans yang kemudian diwakafkan untuk penanganan Covid-19.

 Tuginem berpose di depan mobil ambulans yang diwakafkannya. (Istimewa)

SOLOPOS.COM - Tuginem berpose di depan mobil ambulans yang diwakafkannya. (Istimewa)

Solopos.com, BANTUL — Tindakan mulia dilakukan oleh Tuginem, warga RT 59, Padukuhan Diro, Pendowoharjo, Sewon, Bantul. Perempuan 86 tahun ini mewakafkan mobil ambulans untuk penanganan Covid-19 kepada Muhammadiyah Covid-19 Comand Center (MCCC) Sewon Selatan.

Tuginem bukanlah keluarga mendiang Akidi Tio yang nge-prank ngasih bantuan Rp2 triliun. Bantuan yang diberikan Tuginem ada wujudnya.

Ditemui di rumahnya, Tuginem mengatakan dirinya mewakafkan satu unit Suzuki APV yang kemudian disulap menjadi ambulans kepada MCCC Sewon Selatan. Hal itu dilakukan setelah dirinya melihat selama ini MCCC Sewon Selatan baru memiliki satu unit ambulans. Padahal, banyak warga yang membutuhkan pelayanan berupa mobil ambulans.

Baca Juga: 7 Bocah Kehilangan Orang Tua dalam Kecelakaan Maut di Tebing Breksi Sleman

“Kan, tiap hari saya duduk di situ [samping kantor Lazis Mu Sewon Selatan yang sekaligus jadi kantor MCC Sewon Selatan]. Dan, setelah melihat banyak yang butuh ambulans, maka saya mewakafkan uang saya untuk dibelikan ambulans,” katanya, Senin (6/9/2021).

Untuk wakaf satu unit ambulans, Tuginem yang tidak memiliki putra dan tinggal bersama keponakannya, harus merogoh uang senilai Rp110 juta. Besaran uang itu untuk membeli satu unit Suzuki APV, dan melengkapinya dengan perlengkapan yang dibutuhkan.

“Duitnya dari tabungan saya. Hasil panen pertanian. Memang tidak saya kerjakan sendiri lahan pertaniannya. Tapi uangnya didapatkan dari biaya penyewa dan penggarap sawah saya,” jelas Tuginem.

Baca Juga: Mengungkap Misteri Asal-Usul Wajan dan Rantai Raksasa Kuno di Bantul

Keponakan Tuginem sekaligus bendahara Lazis Mu Sewon Selatan, Fauzan, 39, menyebut mobil ambulans wakaf Tuginem akan dimanfaatkan sebagai pengangkut pasien Covid-19 dan jenazah. “Bantuan ini akan sangat membantu kami,” ucapnya.


Berita Terkait

Berita Terkini

Warga Gunungkidul Bebas Pilih Vaksin, Ini Jenis yang Paling Diminati

Pemerintah Kabupaten Gunungkidul memberikan kebebasan bagi warganya untuk memilih jenis vaksin Covid-19.

Kabar Baik! Tak Ada Zona Merah di Jogja, Tinggal Satu Oranye

Wakil Wali kota Jogja, Heroe Poerwadi, mengumumkan tidak ada lagi kelurahan di Kota Jogja yang masuk zona merah, dan tersisa satu yang zona oranye.

Gelar Workshop Kewirausahaan, ITNY Jogja Siap Cetak Technopreneur Muda

Institut Teknologi Nasional Yogyakarta (ITNY) menyelenggarakan workshop pengembangan kewirausahaan, Sabtu (16/10/2021).

Kemiskinan Kulonprogo Tembus 18,1 Persen, DPRD Minta Ada Evaluasi

Tingginya angka kemiskinan di Kulonprogo menjadi sorotan DPRD setempat. Legislatif ingin ada Pemkab mengevaluasi program pengentasan kemiskinan.

Pemkot Jogja Ingin Seluruh Wisata di DIY Bolehkan Anak 12 Tahun Masuk

Pemerintah Kota atau Pemkot Jogja berharap seluruh tempat wisata di Yogyakarta diizinkan untuk memperbolehkan anak usia di bawah 12 tahun masuk ke kawasan wisatanya.

Ternyata... Gaji Debt Collector Pinjol Ilegal di Sleman Setara UMR

Debt collector salah satu kantor pinjol ilegal di ruko lantai 3, Jalan Prof Herman Yohanes, Depok, Sleman, DIY digaji sesuai UMR Yogyakarta.

Pemkot Jogja Tidak Lagi Gunakan Metode Swab untuk Tes Covid-19, Lalu?

Pemerintah Kota Jogja tidak akan lagi menggunakan metode swab dalam pengambilan sampel tes Covid-19.

Bertambah, Pasien Covid-19 Klaster Senam Sehat di Bantul Jadi 14 Orang

Jumlah pasien Covid-19 dari klaster senam di Mbelan, Sidomulyo, Bambanglipuro, Kabupaten Bantul terus bertambah hingga Kamis (14/10/2021), tercatat 14 orang.

Ini Daftar Wisata Terbaru di Yogyakarta yang Instagramable

Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki beragam destinasi wisata terbaru yang layak dikunjungi.

Wisata Pantai di Gunungkidul Kapan Buka?

Inilah penjelasan kenapa sampai saat ini objek wisata pantai di Gunungkidul tak kunjung dibuka.

Jual ke Penyedia Nikah Siri, Komplotan Pencuri Buku Nikah Diringkus

Aparat Polres Gunungkidul meringkus komplotan pencurian spesialis buku nikah dan akta nikah untuk dijual lagi ke penyedia jasa nikah siri dan kawin kontrak.

Tabrakan Pikap dan Scoopy Di Kulonprogo, Dua Orang Tewas di TKP

Dua orang meninggal dunia seketika di tempat kejadian perkara (TKP) kecelakaan antara pikap dan Scoopy di Kulonprogo.

Gempa 4,9 Magnitudo Goyang Yogyakarta, Warga Berhamburan Keluar Gedung

Gempa bumi berkekuatan 4,9 Magnitudo yang terjadi di Pacitan, Jawa Timur, turut dirasakan warga Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

7 Warga Positif Covid-19 dari Klaster Tilik Bantul Dipindahlan ke RSLKC

Warga yang terpapar Covid-19 dari klaster tilik di Srigading, Saden, Bantul mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Lapangan Khusus Covid (RSLKC) Bambanglipuro Bantul.

Gempa Kekuatan Magnitudo 4,9 Guncang Yogyakarta Siang Ini

Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) diguncang gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,9 di ke kedalaman 10 kilometer (km) dan pusat gempa di perairan selatan Jawa.