Terdampak Tol Solo-Jogja di Klaten, Yoni Ternyata Simbol Seks

Yoni yang terdampak tol Solo-Jogja di Klaten ternyata merupakan simbol seksual yang melambangkan alat kelamin perempuan.

 Yoni berbentuk kepala hewan yang berada di lahan terdampak tol Solo-Jogja di sawah Desa Keprabon, Kecamatan Polanharjo, Klaten, diduga benda cagar budaya (BCB). (Solopos/Taufiq Sidik Prakoso)

SOLOPOS.COM - Yoni berbentuk kepala hewan yang berada di lahan terdampak tol Solo-Jogja di sawah Desa Keprabon, Kecamatan Polanharjo, Klaten, diduga benda cagar budaya (BCB). (Solopos/Taufiq Sidik Prakoso)

Solopos.com, KLATEN — Artefak berupa yoni di tengah sawah Desa Keprabon, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, dipastikan tidak digusur meski berada di jalur Tol Solo-Jogja. Artefak berupa batu dengan bentuk menyerupai kepala kura-kura itu dikenal dengan nama Candi Asu oleh warga setempat.

Yoni tersebut berada di salah satu dari 71 bidang lahan di Desa Keprabon yang terdampak proyek Tol Solo-Jogja. Petugas dari Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Klaten serta Balai Pelestari Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah sudah melakukan pendataan dan mengecek ke lokasi.

Sebelumnya, ada opsi memindahkan yoni tersebut ke lahan kas desa sebelum proyek tol dimulai. Namun, rencana itu urung dilakukan. Hal itu berkaca pada pengalaman sesepuh Desa Keprabon yang pernah berupaya memindahkan yoni tersebut.

“Dulu pernah sudah dipinggirkan. Tetapi ketika sudah dipinggirkan, yoni itu balik lagi ke lokasi semula. Informasinya nanti akan dibuatkan semacam terowongan sehingga yoni itu akan berada di bawah jalan tol,” kata Gunawan saat ditemui di kantor Desa Keprabon, Selasa (21/9/2021).

Baca juga: Desain Unik Tol Solo-Jogja di Klaten: Rest Area Terbelah – Jalan Melayang

Tahukah Anda apa yang dimaksud dengan yoni?

Dihimpun Solopos.com dari berbagai sumber, Kamis (23/9/2021), yoni merupakan istilah dalam bahasa Sansakerta yang memiliki arti tempat atau kandungan untuk melahirkan. Yoni juga disebut sebagai objek pemujaan penting dalam agama Hindu yang melambangkan Dewa Parwati, istri Dewa Siwa.

Oleh sebab itu yoni biasanya dibuat berpasangan dengan lingga yang melambangkan Dewa Siwa. Pasangan lingga dan yoni biasanya dihubungkan dengan kehadiran candi.

baca juga: Bentuknya Mirip Kura-Kura, Yoni di Tengah Sawah Tol Solo-Jogja Klaten Namanya Candi Asu

Simbol Seksual

Selain itu keduanya merupakan lambang dari kejantanan dan kesuburan. Lingga diibaratkan sebagai phallus dan yoni sebagai vagina. Apabila keduanya menyatu, maka akan terlahir kehidupan.

Dilansir situs Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, lingga dimaknai sebagai pilar cahaya, simbol benih dari segala sesuatu yang ada di alam semesta. Dewa Siwa kerap digambarkan sebagai sosok lingga yang mengandung energi penciptaan dan simbol organ maskulin. Namun, energi tersebut akan berfungsi apabila disatukan dengan shakti yang disimbolkan dalam wujud yoni, simbol organ feminin.

Dengan demikian, penyatuan antara lingga sebagai organ maskulin dengan yoni yang merupakan simbol organ feminin akan menghasilkan energi penciptaan, yang merupakan dasar dari semua penciptaan.

Baca juga: Diledek Kaesang, Segini Hlo Gaji Gibran Jadi Wali Kota Solo

Makna lingga dan yoni yang berkaitan dengan simbol seks juga dijelaskan dalam penelitian M. Dwi Cahyo bertajuk Makna dan Fungsi Simbol Seks dalam Ritus Kesuburan Masa Majapahit. Energi shakti yang merupakan simbol yoni bernama Uma atau Parwati. Dengan demikian, penyatuan lingga dan yoni dipercaya menghasilkan kekuatan tertinggi.

Lingga dan yoni biasa dipakai dalam ritual pemujaan kepada Dewa Siwa yang dilakukan umat Hindu. Adaun media yang dipakai berbentuk phallus atau kelain laki-laki. Air yang dialirkan pada lingga dan kemudian mengalir pada cerat yoni akan dianggap sebagai air suci dan dapat digunakan untuk ritual keagamaan.

Ritual keagamaan tersebut saat ini jarang ditemukan di Indonesia, namun sangat umum di India.

Meski demikian, pemuja Siwa di India tidak selalu mengamini mereka berhadapan dengan simbol seksual. Pasalnya, mayoritas lingga-yoni tidak digambarkan secara natural sebagai organ seks, melainkan energi penciptaan alam semesta.


Berita Terkait

Berita Terkini

Intensitas Hujan Masih Rendah, Petani Boyolali Diminta Tunda Masa Tanam

Meski sempat dikabarkan terjadi kemarau basah tahun ini, pada Oktober hujan masih jarang terjadi di Boyolali sehingga para petani diminta menunda musim tanam.

Terminal Karangpandan Karanganyar Diubah Jadi Makutoromo Tourism Center

Terminal Wisata Makutoromo yang berlokasi di Karangpandan diubah dengan nama Makutoromo Tourism Center (MTC) untuk mendukung pengoptimalan potensi wisata di Karanganyar.

Kebun Raya Indrokilo Boyolali Dibuka, Pengunjung Wajib Sudah Divaksin

Pengunjung wajib menunjukkan sertifikat vaksinasi minimal satu kali dosis untuk masuk ke KRIB.

Penipuan Arisan Online Rp300 Juta Terbongkar, Ibu-Ibu Mojolaban Diciduk

Aparat Polres Sukoharjo menangkap ibu rumah tangga asal Cangkol, Mojolaban, berinisial ASR, yang melakukan penipuan berkedok arisan online.

Perlintasan KA Bedowo Sragen Akan Dilengkapi Palang Pintu Otomatis

Pembangunan palang pintu otomatis di perlintasan KA Bedowo, Desa Jetak, Sidoharjo, Sragen, itu akan direalisasikan pada tahun depan.

Klaster PTM Muncul di Solo, DPRD Desak Vaksinasi Anak SD Disegerakan

Kalangan anggota DPRD Solo mendesak agar vaksinasi bagi siswa SD atau anak usia 12 tahun ke bawah disegerakan agar PTM bisa berjalan lancar.

Soal Capres 2024, Rudy: PDIP Solo Tegak Lurus Instruksi Megawati!

Ketua DPC PDIP Solo, F.X. Hadi Rudyatmo menyatakan tegak lurus terhadap instruksi Ketua Umum [Megawati Soekarno Putri] merupakan keharusan yang tidak bisa ditawar-tawar lagi oleh semua kader PDIP Solo.

Dana Desa Sukoharjo Sudah Terserap 89,05 Persen, Sebagian untuk BLT

Serapan dana desa di Sukoharjo yang mencapai 89,05 persen hingga Oktober 2021 ini dinilai bagus, sebagian untuk BLT.

Usai Raih Emas PON, Mustakim Klaten Ingin Bantu Ortu Bertani di Sawah

Aktivitas yang dijalani Mustakim usai meraih emas di PON ialah ingin membantu orang tua bertani di sawah dan beternak.

Palsukan KTP Warga Solo untuk Utang ke Bank, 2 Orang Dibekuk Polisi

Dua orang ditangkap aparat Polresta Solo karena memalsukan kartu tanda penduduk atau KTP dan KK warga Solo untuk utang ke bank.

Wanita Sragen Jadi Penagih Pinjol Pakai Konten Porno, Gajinya Rp3 Juta

Seorang wanita asal Sragen diketahui bekerja sebagai penagih di perusahaan pinjol ilegal di Jogja yang menagih utang dengan mengedit konten porno peminjam.

Waspada, Sebagian Air KPSPAMS Karanganyar Mengandung Bakteri E. Coli

“Memang berdasarkan pemeriksaan [air di KPSPAMS] kami lakukan sebagian masih mengandung bakteri E. Coli [Escherichia Coli] yang tidak baik untuk kesehatan.”

Muncul Klaster PTM, Satpol PP Solo Sisir Lokasi Nongkrong Pelajar

Satpol PP Kota Solo memperketat pemantauan prokes di sekolah dan menyisir tempat nongkrong pelajar menyusul adanya klaster Covid-19 PTM.

Waduh, Gibran Pergoki Siswa SD Solo Keluyuran Beli Es Kapal Seusai PTM

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka mengaku memergoki siswa SD keluyuran dan jajan es kapal sepulang PTM di sekolah.

Mustakim Klaten Ternyata Pernah Batal Ikut Seleksi Polisi Karena Ini

Kakak Mustakim membenarkan adiknya yang meraih emas di PON pernah berniat mendaftar menjadi polisi, namun, dia urung ikut seleksi lantaran ada satu syarat yang belum bsia dipenuhi kala itu.