Tragis! Bocah Tunarungu di Grobogan Tertabrak KA

Bocah penderita tuna rungu dan tuna wicara tertabrak kereta api (KA) Argo Bromo Angrek di Desa Latak, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan.

 Polisi melakukan pemeriksaan tempat kejadian perkara bocah penderita tuna rungu tertabrak kereta api di Desa Latak, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, Rabu (13/10/2021). (Istimewa-Polsek Godong)

SOLOPOS.COM - Polisi melakukan pemeriksaan tempat kejadian perkara bocah penderita tuna rungu tertabrak kereta api di Desa Latak, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, Rabu (13/10/2021). (Istimewa-Polsek Godong)

Solopos.com, PURWODADI – Kejadian tragis dialami bocah penderita tuna rungu dan tuna wicara yang tertabrak kereta api (KA) Argo Bromo Angrek di jalur rel kereta api di Desa Latak, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, Rabu (13/10/2021).

Informasi yang dihimpun, bocah penderita tuna rungu dan tuna wicara itu bernama Fahad, berusia 8 tahun. Rumah korban tidak jauh dari lokasi kejadian, atau berada sekitar 500 meter dari rel kereta api.

Diduga korban siang itu bermain di rel kereta api, namun karena menderita tuna rungu, bocah laki-laki ini tidak mendengar adanya kereta api. Sehingga tubuhnya tertabrak KA Argo Bromo Angrek dan meninggal dunia di lokasi kejadian.

Baca juga: Mayat Perempuan Ditemukan di Hutan Grobogan, Terbungkus Plastik Hitam

Kejadian ini dilaporkan petugas Karangjati, Zaenal Arifin kemudian penjaga palang pintu kereta api di Desa Latak, Mangin melakukan pengecekan. Ternyata benar ada bocah laki-laki tertabrak kereta api dan sudah meninggal dengan luka parah.

Kejadian tersebut kemudian dilaporkan Masrokan, Kepala Dusun Latak, Desa Latak ke Polsek Godong. Anggota Polsek Godong bersama tim medis dari Puskesmas Godong II langsung mendatangi lokasi kejadian.

Baca juga: Antara Banteng dengan Celeng, Ganjar Pranowo Pilih Apa?

Dari hasil pemeriksaan tempat kejadian perkara lokasi korban ditemukan berada sekitar 100 meter dari awal tertabrak KA Argo Bromo Angrek. Korban menderita luka cukup parah di bagian kepala.

“Dari keterangan keluarganya, korban mengalami tuna rungu dan tuna wicara. Rumah korban dengan tempat kejadian perkara sekira 500 meter. Keluarga korban tidak menghendaki dilakukan autopsy dengan membuat surat pernyataan. Selanjutnya jenazah korban diserahkan ke keluarga untuk dimakamkan,” jelas Kapolsek Godong, Iptu Daryanto.

 

 


Berita Terkait

Berita Terkini

Wali Kota Gibran Hingga Slank Turut Beri Ucapan Selamat Ultah ke Ganjar

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, menerima ucapan selamat ulang tahun atau ultah mulai dari Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming, hingga personel grup musik Slank.

Ultah di Hari Sumpah Pemuda, Ganjar dapat Kado Topi Papua & Baju Adat

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, menerima kado ultah dari berbagai tokoh adat di rumah dinasnya.

Demo, Buruh di Jepara Minta UMK 2022 Sebesar Ini

Buruh yang tergabung dalam FSPMI di Kabupaten Jepara menggelar demo menuntut pemerintah menetapkan UMK Jepara 2022 naik 10%.

Selat Muria Hilang, Begini Sejarahnya

Selat Muria dulunya merupakan jalur transportasi dan perdagangan yang ramai dilalui karena merupakan penghubung masyarakat Jawa kuno dengan warga dari pulau-pulau lain.

Nikmatnya Moto Belong Khas Jepara, Dijamin Bikin Melotot

Kuliner khas Jepara bernama moto belong berbentuk menyerupai mata yang melotot.

BPJS Apresiasi Layanan JKN KIS 2 Faskes di Grobogan, Mana Saja?

BPJS Kesehatan Cabang Kudus memberikan apresiasi kepada dua faskes yang berkomitmen baik dalam pelayanan peserta JKN KIS di Kabupaten Grobogan.

Gubernur Ganjar Ajak Mahasiswa Aceh Perbaiki Makam Pocut Meurah Intan

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, mengajak mahasiswa Aceh untuk memperbaiki makam pahlawan perempuan Pocut Meurah Intan di Blora.

Dibakar Api Cemburu, Kepala Desa di Jepara Setrum Selingkuhan Istri

Seorang kepala desa di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah (Jateng) diduga melakukan penganiayaan terhadap pria yang dituding sebagai selingkuhan istrinya.

Dukung Jokowi 3 Periode, Ketua DPC PDIP Salatiga Mengundurkan Diri

Teddy Sulistio yang sempat menyatakan dukungan Jokowi 3 periode mengundurkan diri sebagai Ketua DPC PDIP Kota Salatiga dan anggota DPRD Kota Salatiga.

Buruh Minta UMR Jateng 2022 Naik 10%, Apindo Keberatan

Apindo Jateng berharap kenaikan UMR 2022 masih rasional dan tidak memberatkan kalangan pengusaha.

Misteri Sakoci & Larangan Pejabat Publik Masuk Wilayah Ini

Dayeuhluhur adalah salah satu kecamatan yang ada di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah yang kuat dengan mitos pejabat dilarang masuk.

Tanggul Sungai Jebol, Ratusan Rumah di Cilacap Diterjang Banjir Bandang

Ratusan rumah warga di tiga desa di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah (Jateng) diterjang banjir bandang akibat curah hujan tinggi yang sebabkan tanggul sungai jebol.

Rawa Pening Dikaitkan dengan Gempa Ambarawa, Cek Faktanya

Gempa yang terjadi di Salatiga, Banyubiru dan Ambarawa pada 23 Oktober 2021 menimbulkan pertanyaan besar yang mengkaitkan bencana tersebut dengan aktivitas vulkanik di Rawa Pening.

Undip Tambah 4 Guru Besar, Siapa Saja?

Universitas Diponegoro atau Undip Semarang menambah daftar guru besar di kala peringatan Hari Sumpah Pemuda.

Ini Penyebab Gempa Swarm di Ambarawa Semarang Sepekan Terakhir

Rentetan gempa swarm yang terjadi di wilayah Ambarawa, Banyubiru, serta Salatiga selama sepekan belakangan terjadi akibat aktivitas tiga sesar aktif.

Jual Beli Atlet PON, KONI: Asal Jateng Tapi Sumbang Emas ke Papua

KONI Jateng menyayangkan adanya praktik jual beli atlet PON di mana atlet asal Jateng justru menyumbangkan emas untuk kontingen Papua.