Unik! Ada Ormas Bernama Polokendho di Soloraya, Apa Saja Kegiatannya?

Organisasi kemasyarakatan atau ormas di Soloraya ini punya nama unik yakni Polokendho, anggotanya dari berbagai latar belakang profesi dan pekerjaan.

 Jajaran pengurus Ormas Polokendho seusai dilantik di Kantor Kecamatan Jaten, Karanganyar, Minggu (26/9/2021) siang. (Istimewa)

SOLOPOS.COM - Jajaran pengurus Ormas Polokendho seusai dilantik di Kantor Kecamatan Jaten, Karanganyar, Minggu (26/9/2021) siang. (Istimewa)

Solopos.com, SOLO — Organisasi sosial kemasyarakatan (ormas) yang bermarkas di Ngringo, Jaten, Karanganyar, ini memiliki nama yang cukup unik, Polokendho. Dalam bahasa Jawa, Polokendho biasanya diartikan otak kendur.

Ketua Ormas Polokendho, Cahyono Hudi Prasetyo, saat diwawancarai Solopos.com via ponsel, Minggu (26/9/2021), mengatakan Polokendho merupakan singkatan dari politik no, kendhuren oke. “Jadi bukan berarti otak kendhor,” ungkapnya.

Cahyono menjelaskan nama Ormas Polokendho beranggotakan 80 orang hingga 100 orang. Mereka berasal dari berbagai latar belakang profesi dan pekerjaan. Tidak hanya masyarakat biasa, di ormas ini ada sejumlah tokoh seperti Aji Pratama Heru yang merupakan eks Camat Jaten.

Baca Juga: Ada DPC PDIP di Jateng Dukung Ganjar, Ini Komentar Wawali Solo

Ada juga tokoh masyarakat Ngringo bernama Irawan Sasongko; pengusaha ayam petelur, Wahyu Driyanto, serta budayawan, Sarwono Bayu Aji yang masuk komunitas Polokendho. “Mereka adalah para pembina, termasuk ada yang saat ini menjadi anggota aktif kepolisian,” imbuhnya.

Sesuai filosofi namanya, Ormas Polokendho, menurut Cahyono, selama ini bergerak di bidang sosial kemasyarakatan. Sebelum pandemi Covid-19, komunitas ini lebih condong dalam kegiatan-kegiatan berkumpul dan bersosialisasi antaranggotanya.

Membantu Menanggulangi Covid-19

“Sesuai singkatan namanya politik no, kendhuren okey. Kita untuk yang berbau berat-berat, mikir politik, kami enggak. Tapi bila berbau kendhuren, senang-senang, bermanfaat, kami oke. Misalnya, makan-makan, ngobrol santai,” sambungnya.

Baca Juga: Selain Bhre-Paundra, Sosok Ini Dinilai Layak Pimpin Mangkunegaran Solo

Namun memasuki masa pandemi Covid-19 komunitas Polokendho ikut aktif membantu pemerintah melakukan penyemprotan cairan disinfektan. Aksi tersebut sudah dilakukan hingga 200 kali di Ngringo, Jaten, Karanganyar, serta Jumapolo.

Pada 6 Oktober 2021, organisasi ini juga akan menggelar vaksinasi Covid-19 dengan jumlah peserta hingga 600 orang. “Program utama saya sebagai ketua periode 2021-2026 membantu penanggulangan pandemi Covid-19,” urainya.

Baca Juga: Solo Tuan Rumah Liga 2, Ini Pesan Gibran untuk Suporter

Cahyono mengatakan masyarakat yang ingin bergabung dengan ormas Polokendho tidak perlu khawatir. Sebab ormas ini sudah dinaungi SK pengesahan dari Kemenkumham. Kepengurusan ormas ini dilantik Camat Jaten, Hari Purnomo, pada Minggu.

“Visi kami menjadi pemersatu di tengah keberagaman masyarakat melalui kegiatan di berbagai bidang, berorientasi kepada peningkatan nilai kehidupan. Misi kami menjalin kerja sama pemerintah dan swasta dalam program sosial,” paparnya.


Berita Terkait

Berita Terkini

Jika Kondisi Darurat, Wonogiri Aktifkan Lagi Tempat Isoter

Pengaktifan kembali tempat isoter di Gedung PGRI menyesuaikan kasus Covid-19.

Tak Diizinkan Orang Tua, Sebagian Siswa SMP di Wonogiri Tak Ikuti PTM

Keikutsertaan siswa SMP dalam PTM terbatas tergantung keputusan siswa/orang tua/wali.

100.000-An Warga Solo Tak Punya Akta Kelahiran, Diduga Ini Penyebabnya

Ternyata masih banyak warga Solo yang belum memiliki akta kelahiran, jumlahnya mencapai 18% atau hampir 100.000 orang dari total penduduk Kota Bengawan.

Automatic Ozone Machine Bikin PTM di SDN II Butuhan Klaten Kian Nyaman

Dua siswa kelas V SDN II Butuhan, Delanggu, mampu membikin automatic ozone machine yang berfungsi membunuh virus dan bakteri dalam suatu ruangan (termasuk Covid-19).

Projo Fasilitasi 1.400 Dosis Vaksinasi di Banyudono Boyolali

 Banyudono dipilih menjadi lokasi sentra vaksinasi ini lantaran cakupan vaksinasi terbilang rendah.

Zona Hijau, Satgas Covid-19 Butuhan Klaten Tetap Gelar Operasi Yustisi

Operasi yustisi yang melibatkan pamong desa, polisi, sukarelawan, dan lainnya di Butuhan itu digelar setiap satu kali dalam sepekan.

Cerita Karyawan Pinjol Bikin IRT di Wonogiri Bunuh Diri: Gajinya Besar

Karyawan perusahaan pinjol ilegal yang diduga menyebabkan ibu-ibu di Wonogiri bunuh diri mengaku digaji besar dan mendapat fasilitas apartemen.

Mantap! Sukoharjo Ekspor Beras Mulai Tahun Depan

Pemkab Sukoharjo menargetkan bisa mulai ekspor beras yang ditanam menggunakan metode Indeks Pertanaman (IP) 400 pada 2022 mendatang.

Umbul Pelem Klaten Bayarkan Iuran BPJS Ketenagakerjaan Ratusan Warga

Umbul Pelem, Wunut, Klaten, membayarkan iuran jaminan sosial BPJS Ketenagakerjaan kepada 650 kepala keluarga.

Selter Pasar Ikan Sumbang Transaksi hingga Rp1 Miliar di SGS 2021

Merchant sektor kuliner khususnya selter Pasar Ikan menyumbang transaksi hingga Rp1 miliar pada event SGS 2021 hingga Kamis (21/10/2021).

Alun-Alun Wonogiri Dibuka, PKL Wajib Ingatkan Konsumen Tak Bermasker

Pemkab Wonogiri membolehkan pedagang kaki lima (PKL) berjualan lagi di kawasan alun-alun mulai Sabtu (16/10/2021) malam.

Diluncurkan di Solo, BNI Xpora Mudahkan Akses UMKM ke Pasar Ekspor

BNI meluncurkan program BNI XPora yang bertujuan membantu dan memudahkan akses kalangan UMKM menuju pasar global.

Evaluasi Oke, PTM SD di Boyolali akan Diperluas

Berdasarkan hasil evaluasi terhadap pelaksanaan PTM di 56 SD inti, Disdikbud menemukan tidak ada hal negatif termasuk tidak ada komplain dari masyarakat.

Serahkan Bantuan pada 5.680 PKL, Bupati-Dandim Ingatkan Prokes Covid-19

Bupati dan Dandim Karanganyar memanfaatkan momen penyerahan bantuan kepada 5.680 PKL untuk mengingatkan prokes Covid-19.

PPKM Level 2, Penerangan di 9 Ruas Jalan Sukoharjo Dinyalakan Lagi

Dishub Sukoharjo akhirnya menyalakan kembali lampu penerangan jalan umum (PJU) di sembilan ruas jalan menyusul turunnya PPKM ke level 2.