Waduh, Indeks Literasi Jateng Masuk 10 Besar Terendah di Indonesia

Indeks Literasi Jateng Masuk 10 Besar Terendah di Indonesia. Dari 34 Provinsi, indeks literasi Jateng menduduki peringkat 25 atau berada di level rendah.

 Istimewa

SOLOPOS.COM - Istimewa

Solopos.com, SOLO — Jawa Tengah menjadi salah satu lokasi pelaksanaan bimbingan teknis pemberdayaan komunitas literasi, Rabu (13/10/2021). Diharapkan ke depan indeks Aktivitas Literasi Membaca (Alibaca) di Jawa Tengah bisa lebih baik.

Berdasarkan indeks Alibaca yang diluncurkan 2019 lalu, Jawa Tengah masuk daftar 10 provinsi dengan indeks Alibaca terendah di Indonesia.

Berdasarkan indeks tersebut, dari 34 provinsi di Indonesia, sembilan provinsi masuk dalam kategori aktivitas literasi sedang, 24 provinsi masuk kategori rendah dan satu provinsi masuk kategori sangat rendah.

Baca Juga: Ini Cara Balai Bahasa Jateng Ajak Generasi Muda Melek Literasi Digital

Hal itu menunjukkan sebagian besar provinsi di Indonesia berada pada level aktivitas literasi rendah dan tidak satu pun provinsi termasuk ke dalam level aktivitas literasi tinggi.

Jawa Tengah merupakan satu dari 24 provinsi yang berada di level rendah tersebut.

“Latar belakang kegiatan bimbingan teknis untuk komunitas literasi ini adalah adanya hasil penelitian tentang indeks Alibaca di 34 provinsi tersebut,” kata Ketua Panitia Kegiatan dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemdikbud, Rabu.

Baca Juga: Omah Buku Nawala, Perpustakaan Konsep Outdoor Untuk Literasi Anak Muda

Kegiatan pembimbingan di Jawa Tengah atau Jateng digelar di Hotel Novotel, Solo. Pelaksanaan kegiatan dilakukan secara bergilir di sejumlah provinsi dengan sasaran 50 peserta mewakili 50 komunitas literasi di masing-masing provinsi.

“Harapannya para pegiat literasi di komunitas literasi di Indonesia dapat memberdayakan masyarakat di sekitarnya untuk giat berliterasi. Lokasi sasaran kami ada di 10 provinsi dengan peringkat terbawah,” kata dia.

Tujuan dari kegiatan tersebut adalah untuk mendorong provinsi yang ada di peringkat bawah untuk lebih baik lagi ke depannya dalam hal indeks literasi.

Baca Juga: Puluhan Mahasiswa Jateng Belajar Literasi Berita Bareng AMSI

Output dari kegiatan itu di antaranya adalah membantu para pegiat literasi agar bisa menyusun program kegiatan yang kreatif dan rekreatif di komunitasnya. Sekaligus menjalankan manajemen yang bagus di komunitasnya.

Materi pembimbingan di antaranya tentang manajemen dan penguatan pengelolaan komunitas literasi, praktik menyusun program kegiatan, cerdas dan bijak berdigital, menangkal hoaks, membaca dan menulis untuk kecakapan hidup, pembelajaran literasi dasar di komunitas, membaca nyaring dan sebagainya.

Berikut Indeks Alibaca Provinsi menurut peringkat dari tinggi ke rendah
1. DKI Jakarta
2. DIY
3. Kep. Riau
4. Kalimantan Timur
5. Bali
6. Kalimantan Utara
7. Kep. Bangka Belitung
8. Banten
9. Sulawesi Utara
10. Jawa Barat
11. Sulawesi Selatan
12. Riau
13. Sumatera Barat
14. Bengkulu
15. Jambi
16. Kalimantan Selatan
17. Sumatera Selatan
18. Sumatera Utara
19. Gorontalo
20. Sulawesi Tenggara
21. Aceh
22. Kalimantan Tengah
23. NTB
24. Maluku
25. Jawa Tengah
26. Jawa Timur
27. Sulawesi Barat
28. Sulawesi Tengah
29. Maluku Utara
30. Lampung
31. NTT
32. Kalimantan Barat
33. Papua Barat
34. Papua

Sumber: Indeks Alibaca


Berita Terkait

Berita Terkini

PKR Ingin Ramaikan Pemilu 2024, KPU Solo Jelaskan Syarat-Syaratnya

Ketua KPU Solo Nurul Sutarti menjelaskan syarat-syarat yang harus dipenuhi Partai Kedaulatan Rakyat atau PKR jika ingin ikut meramaikan Pemilu 2024.

Kasus Menwa UNS Solo, BEM SV: Evaluasi Jangan sampai Ancam UKM Lain

BEM SV UNS Solo meminta agar evaluasi menyeluruh terhadap unit kegiatan mahasiswa atau UKM sebagai dampak kasus Menwa tidak mengancam UKM lain.

Gibran Soroti Ramainya Pengunjung Objek Wisata Solo Saat Akhir Pekan

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka meminta pengelola objek wisata menerapkan strategi untuk mencegah kerumunan saat pengunjung membeludak.

Karanganyar akan Ada 2 PT, Terbaru Universitas Muhammadiyah Jawa Tengah

Kabupaten Karanganyar akan memiliki dua universitas dalam waktu dekat, terbaru universitas yang cukup besar milik Persyarikatan Muhammadiyah yakni Universitas Muhammadiyah Jawa Tengah.

Ngaku Tak Kenal Tuntas Subagyo, Gibran Komentar Begini soal PKR

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka mengaku tak kenal Tuntas Subagyo, Ketua Tikus Pithi Hanata Baris yang mengusung Bajo di Pilkada 2020.

Megah! Kantor DPC PDIP Solo bakal Dibangun 4 Lantai

DPC PDIP Solo akan merobohkan bangunan kantor mereka saat ini dan menggantikan dengan gedung berlantai empat di lahan yang sama.

Satlantas Sukoharjo Bentuk Kelompok Sadar Lalu Lintas, Apa Tugasnya?

Satlantas Polres Sukoharjo memberikan pelatihan dan membentuk kelompok sadar tertib lalu lintas kepada para supeltas dan driver ojek ojol.

Komitmen dan Kesetiaan Sahabat Kawal Kasus Gilang Mahasiswa UNS Solo

Para sahabat Gilang Endi Saputra berkomitmen mengawal kasus mahasiswa UNS Solo yang meninggal saat mengikuti diklat Menwa, Minggu (24/10/2021).

Percepat Digitalisasi, Tawangsari Boyolali Punya 1.400 Pengguna QRIS

 Jumlah itu menyumbangan sekitar 7,36 persen dari total pengguna QRIS di Boyolali yang mencapai 19.000 pengguna.

Ini yang Pemkab Sragen Lakukan Atasi Covid-19 sehingga Diapresiasi BNPB

Bupati Sragen mengklaim melakukan inovasi luar biasa dalam mempercepat program vaksinasi Covid-19.

Jadi Desa Digital, Tawangsari Pertama Gunakan QRIS di Boyolali

Butuh pendekatan khusus agar masyarakat mau beralih ke transaksi non tunai.

Sragen Masuk 30 Besar Anugerah Tangguh Adhiwarsana BNPB, Apa Itu?

Penanganan pandemi Covid-19 di Sragen mendapat apresiasi dari BNPB.

Soal Tuntutan Pembubaran Menwa, Ini Tanggapan Konas Menwa Indonesia

Kepala Staf Konas Menwa Indonesia menanggapi banyaknya tuntutan pembubaran Menwa menyusul kasus dugaan kekerasan terhadap salah satu peserta diklat di UNS Solo.

Gugatan Ditolak PTUN, Praja Ajukan Banding Soal Masa Kerja Perdes

Praja Sragen akan mengajukan banding atas ditolaknya gugatan mereka oleh PTUN Semarang terkait pemangkasan masa kerja perangkat desa.

Desa Tawangsari Boyolali Deklarasikan Diri sebagai Desa Digital

Digitalisasi ini terlihat dari perubahan transaksi perdagangan di desa itu yang semula tunai kini menjadi nontunai.