Watu Lumbung Diminta Dihapus dari Objek Wisata Percontohan, Ada Apa Ini

DPRD Bantul desak pemerintah merevisi objek wisata Watu Lumbung Culture Resort sebagai objek wisata percontohan.

 Komisi B DPRD Bantul melakukan sidak ke Watu Lumbung Culture Resort, Kamis (9/9/2021). (Harian Jogja/Jumali)

SOLOPOS.COM - Komisi B DPRD Bantul melakukan sidak ke Watu Lumbung Culture Resort, Kamis (9/9/2021). (Harian Jogja/Jumali)

Solopos.com, BANTUL – DPRD Bantul mendesak kepada pemerintah pusat merevisi keputusan memilih objek wisata Watu Lumbung Culture Resort menjadi satu dari 20 objek wisata percontohan.

Sebab, objek wisata yang berada di Padukuhan Kretek, Kalurahan Parangtritis, Kapanewon Kretek itu tidak layak dijadikan lokasi percontohan.

“Harusnya pemerintah pusat turun ke lokasi dan melihat kondisinya sebelum memutuskan. Dari segi penerapan protokol kesehatan, keamanan, kebersihan, semua tidak ada di tempat ini,” kata Ketua Komisi B DPRD Bantul Wildan Nafis saat sidak ke Watu Lumbung, Kamis (9/9).

Baca juga: Dugaan Korupsi Tanah Kas Desa Srigading, Kejari Bantul Periksa Saksi

Dari segi protokol kesehatan, Wildan menilai, Watu Lumbung tidak ada tempat cuci tangan. Sedangkan dari segi kebersihan, ia melihat objek wisata yang menawarkan edukasi hidup berdampingan dengan alam dan pembudidayaan madu jauh dari harapan. Sebab, kawasan tersebut sangat kotor dan tidak pernah dibersihkan.

“Kemudian, bangunan semi permanennya sangat membahayakan pengunjung. Banyak yang lapuk. Dan, tempat ini sama sekali tidak ada persiapan. Tidak ada penataan yang baik juga,” lanjut Wildan.

Oleh karena itu Komisi B meminta agar pemerintah pusat meninjau ulang kebijakan menunjuk Watu Lumbung sebagai salah satu objek percontohan. Sebab, masih banyak tempat lain, di Bantul yang telah memiliki sertifikat jaminan kepada wisatawan. Jaminan terhadap pelaksanaan Kebersihan, Kesehatan, Keselamatan, dan Kelestarian Lingkungan (CHSE).

Baca juga: Pemkot Jogja Validasi Ulang Data Warga yang Belum Vaksinasi

Penjelasan Pengelola Watu Lumbung Bantul

Selain Watu Lumbung, masih banyak objek wisata lainnya yang layak. Juga bisa memberikan kontribusi bagi pendapatan asli daerah (PAD) dan warga sekitar.

“Salah satu yang siap itu Pantai Parangtritis. Pelaku wisata juga sudah divaksin, dari segi CHSE sudah memenuhi dan memberi kontribusi bagi PAD dan warga sekitar. Jadi, pemerintah jangan ambil keputusan sepihak, tanpa koordinasi dengan daerah,” jelasnya.

Sementara salah satu pengelola Watu Lumbung, Ari mengaku pihaknya sengaja tidak banyak melalukan perbaikan. Bahkan diakuinya, objek yang dikelola bersama dengan Boy Rifai, pemilik Watu Lumbung memang tidak punya sertifikat CHSE.

“Karena kami yakin yang berwisata kesini semua sehat. Dulu setahun yang lalu, kami memang sempat menyiapkan gentong untuk cuci tangan, dan ada pengecekan suhu, tapi sekarang tidak perlu. Karena yang kesini pasti sehat, karena berwisata dengan berdampingan dengan alam,” katanya.

Baca juga: Biar Naik Kelas, Pelaku UKM Dilarang Alergi dengan Teknologi

Terkait dengan ditunjuknya Watu Lumbung masuk satu dari 20 objek percontohan, Ari mengaku silakan menanyakan ke pemerintah pusat.

“Silakan tanya yang beri izin. Itu kewenangan dari pusat. Kemarin kami memang sudah ikut zoom tetkait kesiapan untuk uji coba,” jelasnya.

Sekretaris Dinas Pariwisata (Dispar) Bantul Annihayah mengaku kaget dengan terpilihnya Watu Lumbung sebagai satu dari 20 lokasi uji coba pembukaan tempat wisata. Sebab, ada beberapa lokasi yang semestinya lebih layak, karena telah memiliki sertifikat
jaminan kepada wisatawan terhadap pelaksanaan Kebersihan, Kesehatan, Keselamatan, dan Kelestarian Lingkungan (CHSE).

“Seperti Mangunan dan Pantai Goa Cemara itu kan harusnya layak, karena sudah mengantongi CHSE. Tapi, karena ini adalah keputusan dari pusat, kami tidak bisa berbuat apa-apa,” katanya.

 


Berita Terkait

Berita Terkini

Ternyata... Gaji Debt Collector Pinjol Ilegal di Sleman Setara UMR

Debt collector salah satu kantor pinjol ilegal di ruko lantai 3, Jalan Prof Herman Yohanes, Depok, Sleman, DIY digaji sesuai UMR Yogyakarta.

Pemkot Jogja Tidak Lagi Gunakan Metode Swab untuk Tes Covid-19, Lalu?

Pemerintah Kota Jogja tidak akan lagi menggunakan metode swab dalam pengambilan sampel tes Covid-19.

Bertambah, Pasien Covid-19 Klaster Senam Sehat di Bantul Jadi 14 Orang

Jumlah pasien Covid-19 dari klaster senam di Mbelan, Sidomulyo, Bambanglipuro, Kabupaten Bantul terus bertambah hingga Kamis (14/10/2021), tercatat 14 orang.

Ini Daftar Wisata Terbaru di Yogyakarta yang Instagramable

Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki beragam destinasi wisata terbaru yang layak dikunjungi.

Wisata Pantai di Gunungkidul Kapan Buka?

Inilah penjelasan kenapa sampai saat ini objek wisata pantai di Gunungkidul tak kunjung dibuka.

Jual ke Penyedia Nikah Siri, Komplotan Pencuri Buku Nikah Diringkus

Aparat Polres Gunungkidul meringkus komplotan pencurian spesialis buku nikah dan akta nikah untuk dijual lagi ke penyedia jasa nikah siri dan kawin kontrak.

Tabrakan Pikap dan Scoopy Di Kulonprogo, Dua Orang Tewas di TKP

Dua orang meninggal dunia seketika di tempat kejadian perkara (TKP) kecelakaan antara pikap dan Scoopy di Kulonprogo.

Gempa 4,9 Magnitudo Goyang Yogyakarta, Warga Berhamburan Keluar Gedung

Gempa bumi berkekuatan 4,9 Magnitudo yang terjadi di Pacitan, Jawa Timur, turut dirasakan warga Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

7 Warga Positif Covid-19 dari Klaster Tilik Bantul Dipindahlan ke RSLKC

Warga yang terpapar Covid-19 dari klaster tilik di Srigading, Saden, Bantul mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Lapangan Khusus Covid (RSLKC) Bambanglipuro Bantul.

Gempa Kekuatan Magnitudo 4,9 Guncang Yogyakarta Siang Ini

Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) diguncang gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,9 di ke kedalaman 10 kilometer (km) dan pusat gempa di perairan selatan Jawa.

Antisipasi Gelombang Tiga, Dinkes Sleman Jemput Bola Vaksinasi Covid-19

Kepala Dinkes Kabupaten Sleman, Cahya Purnama, menyampaikan penurunan level PPKM berdampak pada pelonggaran aktivitas dan mobilitas masyarakat.

Siaga Banjir Lahar di Merapi, BPBD Sleman Andalkan 20 EWS

BPBD Sleman menyiagakan 20 unit early warning system (ews) di lereng Merapi dan Prambanan untuk mengantisipasi banjir lahar di Kali Gendol dan Kali Boyong.

Dapat Izin Menparekraf, GL Zoo Perbolehkan Anak di Bawah 12 Tahun Masuk

Pengelola kebun binatang Gembira Loka atau GL Zoo memperbolehkan anak usia di bawah 12 tahun untuk masuk ke dalam area wisatanya.

Klaster Tilik Muncul di Bantul, 9 Warga Positif Covid-19

Klaster penularan Covid-19 dari aktivitas menjenguk orang sakit atau tilik muncul dari Kabupaten Bantul, Yogyakarta.

Warga Gampingan Jogja Ubah Lahan Kumuh Jadi Rintisan Kampung Anggur

Warga Kampung Gampingan RW 011, Kelurahan Cokrodiningratan, mengubah lahan kumuh menjadi rintisan kampung anggur secara bertahap.