7 Pemuda Diciduk Tim Sparta Solo Saat Asyik Pesta Miras Anggur Merah

Tujuh orang pemuda ditangkap tim Sparta Polresta Solo saat sedang asyik berpesta miras jenis anggur merah di Kampung Baru, Pasar Kliwon.

 Polisi menangkap segerombolan pemuda saat pesta miras di kawasan Kampung Baru, Pasar Kliwon, Solo, Senin (30/8/2021). (Istimewa/Tim Sparta Polresta Solo)

SOLOPOS.COM - Polisi menangkap segerombolan pemuda saat pesta miras di kawasan Kampung Baru, Pasar Kliwon, Solo, Senin (30/8/2021). (Istimewa/Tim Sparta Polresta Solo)

Solopos.com, SOLO — Tujuh pemuda ditangkap Tim Sparta Polresta Solo di sebuah rumah kosong kawasan Kampung Baru, Pasar Kliwon, Solo, Senin (30/8/2021) siang. Mereka ditangkap saat sedang asyik pesta miras jenis Anggur Merah (Amer).

Sebelumnya, tim Sparta memperoleh laporan dari warga yang geram dengan ulah tujuh pemuda itu yang dianggap sudah menganggu ketenteraman lingkungan dengan berpesta miras.

Kasubaghumas Polresta Solo, AKP Umi Supriati, kepada wartawan mengatakan petugas menangkap tujuh pemuda berinisial OG, 25, warga Sangkrah, Pasar Kliwon, GB, 26, warga Kampung Baru, Pasar Kliwon, AG, 41, warga Dawung Tengah, Serengan.

Baca Juga: Ada Potensi Korban Kasus Pemerasan Pejabat Pemkot Solo Bertambah, Ini yang Dilakukan Polisi

Kemudian WY, 45, warga Ngemplak, Banjarsari, DY, 23, warga Kampung Baru, Pasar Kliwon, DV, 22, warga Nusukan, Banjarsari, dan NM, 39, warga Kampung Baru, Pasar Kliwon. Mereka tertangkap tangan dengan bukti miras di meja.

“Ada miras jenis anggur merah dan ciu yang disita petugas. Mayoritas sudah tinggal setengah. Ada enam botol ciu dan dua botol anggur merah,” paparnya mewakili Kapolresta Solo, Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak.

Mereka langsung dibawa menggunakan truk Dalmas menuju Mapolresta Solo untuk proses pemeriksaan oleh penyidik Satreskrim Polresta Solo.

Baca Juga: Bantuan Kuota Internet PJJ Siap Disalurkan, Ini Cara Mengeceknya

Kakek-Kakek Pengedar Miras Ditangkap

Terpisah, seorang kakek-kakek berinisal SH, 65, asal Jebres, Solo, ditangkap petugas di sebuah kios kawasan Ledoksari. SH diketahui mengedarkan miras jenis anggur merah. Pelaku ditangkap saat Tim Sparta berpatroli di kawasan Ledoksari setelah memperoleh aduan peredaran miras.

“Ada aduan mengenai ciri-ciri dan kegiatan pelaku, saat digeledah ternyata menyimpan empat botol Vodka, empat botol anggur merah, dan 12 botol anggur putih,” imbuhnya.

Pelaku pun dijerat pasal tindak pidana ringan (tipiring) dan segera mengikuti proses persidangan Pengadilan Negeri (PN) Solo. Ia menyampaikan Kegiatan Kepolisian Yang Ditingkatkan (KKYD) dengan sasaran penyakit masyarakat (pekat) seperti miras, narkoba, judi, dan prostitusi merupakan program unggulan Polresta Solo.

Baca Juga: Wajib Punya Aplikasi PeduliLindungi, Banyak Pengunjung Sulit Masuk Mal Solo

Hal itu untuk mewujudkan Solo Bebas Pekat dan sekaligus dukungan Polresta Solo kepada Pemkot Solo mewujudkan Solo layak huni, aman, nyaman, damai, sejuk, dan sehat.

“Silakan memberi informasi ke call center kami. Pasti kami respons dan kami tindaklanjuti. Kami pastikan pula identitas pemberi informasi dirahasiakan,” imbuhnya.


Berita Terkait

Espos Premium

Berita Terkini

Terungkap, Ini Penyebab Atap Serambi Masjid Nguter Sukoharjo Ambruk

Atap serambi Masjid Nguter yang terbuat dari konstruksi baja ringan diduga tak kuat menahan beban genting sehingga ambruk.

Bruuuk. Atap Serambi Masjid Nguter Sukoharjo Tiba-Tiba Ambruk!

Atap serambi Masjid Nguter Sukoharjo tiba-tiba ambruk beberapa jam selepas digunakan para jamaah untuk menunaikan Salat Subuh.

Acara Wisuda dengan Prokes Ketat, Stikes Estu Utomo Lepas 132 Wisudawan

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Estu Utomo Boyolali melaksanakan wisuda 132 mahasiswa di Hallroom Lorin Hotel, Karanganyar, Rabu (6/10/2021).

Sebulan Kosong, Fasilitas Isoter Gedung Wanita Karanganyar Dibongkar

Fasilitas isoter Gedung Wanita Karanganyar mulai dibongkar setelah tidak dipakai pasien OTG Covid-19 sejak September.

Raih Emas PON, Tali Asih Mustakim Klaten Rp12,5 Juta, Besar Apa Kecil?

Tali asih yang diterima Mustakim setelah meraih medali emas dari PON XX Papua senilai Rp12,5 juta dari Pemkab Klaten.

10 Jalan di Soloraya Jadi Ajang Balap Liar, Salah Satu Jadi Arena Judi!

Sebanyak 10 jalan raya di Soloraya kerap jadi lokasi balap liar, bahkan ada balap liar yang dijadikan arena judi.

Sudah Renggut 4 Nyawa, Ini Langkah Dinkes Klaten Tangani DBD

Sejumlah langkah dilakukan Dinkes Klaten untuk mewaspadai DBD yang sudah merenggut empat nyawa selama 2021.

Round Up: Peraih Emas PON, Mustakim Ingin Bantu Ortu Bertani di Sawah

Khoirudin Mustakim, atlet silat asal Klaten peraih medali emas di PON XX Papua berencana membantu orang tua bertani di sawah selama berada di rumah.

Asyik, 3.500 PKL dan Pemilik Warung Wonogiri Cairkan Bantuan Rp1,2 Juta

Sebanyak 3.500 pedagang kaki lima (PKL) dan pemilik warung di Wonogiri bisa mencairkan bantuan uang tunai dari pemerintah pusat senilai Rp1,2 juta melalui Polres Wonogiri.

Bupati Sragen: Akses Layanan Pemerintah Harus Tunjukkan Bukti Vaksin!

Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati mewajibkan syarat kepada warga yang ingin mendapatkan layanan pemerintahan dengan menunjukkan kartu vaksin.

BTN Syariah Solo Hibahkan Ambulans ke RS Ortopedi

PT Bank Tabungan Negara (Persero),Tbk terus berkomitmen dan bertanggung jawab terhadap masyarakat melalui program CSR.

Dapat Teror Pinjol, Wong Solo Diminta Lapor Satgas Khusus Polresta

Kapolresta mengimbau wong Solo yang merasa mendapat teror atau intimidasi dari dept collector atau penagih utang pinjol bisa melapor ke satgassus melalui call center.

Round Up Klaster Covid-19 PTM Solo, Pukulan Berat di Tengah Pelonggaran

Klaster Covid-19 PTM di sekolah Kota Solo menjadi pukulan berat di tengah berbagai pelonggaran dan upaya pemulihan kehidupan masyarakat.

Terbaik Se-Soloraya, Pemkot Solo Raih Penghargaan WTP Kali Ke-11

Pemkot Solo mendapat plakat penghargaan atas raihan opini WTP kali ke-11 atas laporan pengelolaan keuangan daerah tahun 2020.

Kenaikan Jenjang, 12 Anggota Specta UIN Surakarta Jelajahi Sumatra

Tim ekspedisi yang berjumlah 12 anggota menempuh perjalanan sekitar 13 hari dengan jarak tempuh ±1000 km dari UIN Raden Mas Said Surakarta menggunakan bus.