Gegara Dendam Pribadi, Pegawai Angkringan Pendopo Lawas Ditusuk

Seorang pegawai angkringan di Jogja jadi korban penusukan oleh warga yang diduga menaruh dendam. Pelaku kini sudah ditangkap.

 Ilustrasi penusukan. (Freepik)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi penusukan. (Freepik)

Solopos.com, JOGJA — Seorang pegawai angkringan berinisial DY, 46, warga Patang Puluhan, Wirobrajan, Kota Jogja, menjadi korban penusukan pada Senin (20/9) malam sekira pukul 19.15 WIB. Polisi menyebut peristiwa yang terjadi di Angkringan Pendopo Lawas Alun-Alun Utara, Kemantren Gondomanan itu dilatarbelakangani dendam pribadi.

Kasubbag Humas Polresta Jogja, AKP Timbul Sasana Raharja, mengatakan pihaknya telah berhasil meringkus pelaku penusukan itu. Identitas tersangka diketahui berinisial FA (39), warga Alun-alun Utara sisi barat, Kota Jogja. Akibat peristiwa tersebut korban mengalami luka robek di pelipis sebelah kiri dengan kedalaman kurang lebih 1 sentimeter (cm) dan panjang kurang lebih 5 cm.

“Setelah melakukan penusukan, pelaku langsung ditangkap. Dari tangan pelaku, kami mengamankan barang bukti berupa sebuah pisau dapur dengan ukuran panjang 12 cm,” kata Timbul, Kamis (23/9/2021).

Baca Juga: Razia Gabungan Di Rutan Wates, Petugas Temukan Benda Terlarang

Dia menjelaskan insiden ini bermula saat tersangka mendatangi Angkringan Pendopo Lawas sekira pukul 19.00 Wib malam itu. Niatnya hendak menemui DY, namun dia tak melihat korban di lokasi itu.

Lantas, tersangka FA menanyakan keberadaan korban kepada pegawai lain yakni YNR. YNR sempat melihat tersangka telah membawa sebilah pisau saat datang ke lokasi itu.

“Pisau yang disembunyikan tersangka di kaus lengan panjang sebelah kiri yang digunakannya. Setelah mencari, dia menemukan korban dan langsung menyerang,” ujar Timbul.

Baca Juga: Pengumumam, Di Jogja Anak di Bawah 12 Tahun Boleh Masuk Mal

Setelah insiden itu pelaku langsung melarikan diri, namun dapat diringkus oleh sejumlah saksi yang berada di lokasi penusukan dan diserahkan kepada polisi. “Pelaku dijerat dengan Pasal 351 dengan ancaman hukumannya lima tahun penjara,” kata Timbul.


Berita Terkait

Berita Terkini

Kabar Baik! Tak Ada Zona Merah di Jogja, Tinggal Satu Oranye

Wakil Wali kota Jogja, Heroe Poerwadi, mengumumkan tidak ada lagi kelurahan di Kota Jogja yang masuk zona merah, dan tersisa satu yang zona oranye.

Gelar Workshop Kewirausahaan, ITNY Jogja Siap Cetak Technopreneur Muda

Institut Teknologi Nasional Yogyakarta (ITNY) menyelenggarakan workshop pengembangan kewirausahaan, Sabtu (16/10/2021).

Kemiskinan Kulonprogo Tembus 18,1 Persen, DPRD Minta Ada Evaluasi

Tingginya angka kemiskinan di Kulonprogo menjadi sorotan DPRD setempat. Legislatif ingin ada Pemkab mengevaluasi program pengentasan kemiskinan.

Pemkot Jogja Ingin Seluruh Wisata di DIY Bolehkan Anak 12 Tahun Masuk

Pemerintah Kota atau Pemkot Jogja berharap seluruh tempat wisata di Yogyakarta diizinkan untuk memperbolehkan anak usia di bawah 12 tahun masuk ke kawasan wisatanya.

Ternyata... Gaji Debt Collector Pinjol Ilegal di Sleman Setara UMR

Debt collector salah satu kantor pinjol ilegal di ruko lantai 3, Jalan Prof Herman Yohanes, Depok, Sleman, DIY digaji sesuai UMR Yogyakarta.

Pemkot Jogja Tidak Lagi Gunakan Metode Swab untuk Tes Covid-19, Lalu?

Pemerintah Kota Jogja tidak akan lagi menggunakan metode swab dalam pengambilan sampel tes Covid-19.

Bertambah, Pasien Covid-19 Klaster Senam Sehat di Bantul Jadi 14 Orang

Jumlah pasien Covid-19 dari klaster senam di Mbelan, Sidomulyo, Bambanglipuro, Kabupaten Bantul terus bertambah hingga Kamis (14/10/2021), tercatat 14 orang.

Ini Daftar Wisata Terbaru di Yogyakarta yang Instagramable

Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki beragam destinasi wisata terbaru yang layak dikunjungi.

Wisata Pantai di Gunungkidul Kapan Buka?

Inilah penjelasan kenapa sampai saat ini objek wisata pantai di Gunungkidul tak kunjung dibuka.

Jual ke Penyedia Nikah Siri, Komplotan Pencuri Buku Nikah Diringkus

Aparat Polres Gunungkidul meringkus komplotan pencurian spesialis buku nikah dan akta nikah untuk dijual lagi ke penyedia jasa nikah siri dan kawin kontrak.

Tabrakan Pikap dan Scoopy Di Kulonprogo, Dua Orang Tewas di TKP

Dua orang meninggal dunia seketika di tempat kejadian perkara (TKP) kecelakaan antara pikap dan Scoopy di Kulonprogo.

Gempa 4,9 Magnitudo Goyang Yogyakarta, Warga Berhamburan Keluar Gedung

Gempa bumi berkekuatan 4,9 Magnitudo yang terjadi di Pacitan, Jawa Timur, turut dirasakan warga Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

7 Warga Positif Covid-19 dari Klaster Tilik Bantul Dipindahlan ke RSLKC

Warga yang terpapar Covid-19 dari klaster tilik di Srigading, Saden, Bantul mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Lapangan Khusus Covid (RSLKC) Bambanglipuro Bantul.

Gempa Kekuatan Magnitudo 4,9 Guncang Yogyakarta Siang Ini

Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) diguncang gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,9 di ke kedalaman 10 kilometer (km) dan pusat gempa di perairan selatan Jawa.

Antisipasi Gelombang Tiga, Dinkes Sleman Jemput Bola Vaksinasi Covid-19

Kepala Dinkes Kabupaten Sleman, Cahya Purnama, menyampaikan penurunan level PPKM berdampak pada pelonggaran aktivitas dan mobilitas masyarakat.